Kenapa de? Kenapa aku harus merasakan seperti ini
berkali-kali dan berujung sakit hati untukku dan hancur sehancur-hancurnya.
Tahukah kamu de, kali ini aku benar-benar hancur
sehancur-hancurnya, karena ini adalah kejadian yang sekian kalinya, harus
selalu diulang kesalahan yang tak pernah bisa untuk diperbaiki, walau hanya
sedikit saja menghargai perasaanku. Kali ini aku sudah sangat hancur
sehancur-hancurnya karena tak kapoknya kamu menyakitiku dengan mengorbankan
perasaanku demi menyelamatkan hubunganmu, aku harus dikorbankan untuk perasaan
yang tersakiti dengan segala caramu untuk menjaga perasaanya. Aku tahu de alasan
kenapa kamu benar-benar rela dan melakukan seperti ini lagi, aku tau kamu tak
bermaksud ingin mengulangi kesalahan dahulu. Pasti apa saja akan kamu lakukan
demi dia, dia yang begitu kamu cinta dan sayangi sebegitu besar, ketimbang aku
yang bukan siapamu. Dia yang paling baik untukmu, dia yang sempurna, dia yang
paling membuatmu nyaman, dia yang paling menyintaimu, dia yang paling indah
untukmu dari segalanya, makanya kamu tak akan pernah peduli dengan sekitar
bahkan yang tak terlihat dihadapanmu(hatiku). Tapi caramulah yang tanpa sengaja
menyakitiku dan mengorbankan hatiku untuk tersakiti demi cintamu itu. Aku paham
de, aku mengerti perasaanmu dan posisimu yang takut akan kehilangannya.
Jujur kali ini aku benar-benar tak tahu dengan hatiku yang
sangat hancur dengan hasil ini. Tapi aku benar-benar tulus menyintaimu dan
sayang padamu de, sampai detik ini, setidaknya aku rela mengorbankan apapun
untuk membahagiakanmu.
Dengan jawabanmu dan hasilnya yang seperti ini aku tahu kamu
akan bilang seperti ini de. “setelah ini lebih baiknya memang kamu tak
bersamaku dan tak adalagi untukku.” Setelah apa yang terjadi, katamu itu begitu
sakit de, aku tau kamu tak ingin membalas cinta dan sayangku ini, tapi tak
perlu kamu memintaku atau berkata seperti itu, karena itu sungguh sakit. Tahukah
kenapa itu begitu menyakitkan?
Ya de, kata itu sungguh menyakitkan karena bukan hakmu
bicara seperti itu jika memang kamu tak suka dan tak ingin membalas cintaku,
tapi akulah sendiri yang dapat menilai siapa yang terbaik untukku saat ini,
siapa yang aku butuhkan saat ini dalam hati, siapa yang bisa membuatku lebih
baik.
Karena jujur walaupun kamu tak pernah menghargai perasaanku
dan selalu menyakitiku demi dirinya, kamulah yang bisa buatku bahagia dan
tersenyum ketika ada bersamamu, ada disampingmu dan berhubungan baik tanpa ada problem
dari siapapun, setidaknya itulah obat yang paling ampuh untuk mengobati lukaku
yang kembali kau berikan untuk kali ini de, karena daridulu kamu selalu
mengulangi kesalahan yang sama, dan berujung pergi begitu saja meninggalkanku
demi untuk dirinya dan meninggalkanku begitu saja.
Jika aku boleh berandai de…
Andai dahulu kamu bisa belajar dari pengalaman itu untuk
tidak datang hanya untuk menyakitiku, andai kamu mau sedikit mengobati sepiku
dan sedihku karena lukamu itu, sedikit saja. Atau bahkan andai kamu tak berkata
“Kamulah yang terbaik, mungkin dahulu aku hanya bosan padamu, aku lebih merasa
nyaman denganmu” lalu kamu sendiri mengingkari dan meninggalkanku begitu saja
lalu membuang dengan memutus kontak. Andai kita tak melakukan kesalahan buruk yang
terus dilakukan. Andai kamupun tak berkata “Aku akan bertanggungjawab
memperbaiki kesalahan untuk memberikan yang terbaik untuk semuanya.” Lalu kamu
dustai dengan cepat dan meninggalkanku begitu saja dan memutus kontak kembali
hanya demi dia. Bahkan andai kamu tak mendustai kata-katamu putus dahulu “aku
tak ingin berpacaran demi orangtuamu” tapi diam-diam kamu dekat dengannya dan
pada akhirnya jadian juga pertanggal 8 januari 2014 sampai detik ini 1 tahun
lebih, kamu mendustai ucapanmu sendiri. Aku tak akan mengikuti sakitku sampai
sekarang de, aku tak pernah mengikuti alur jalan cerita cintamu selama setahun
ini dengan sakitku. Aku takkan merasakan sakit itu sampai kau berikan titipan
yang membekas dengan membuatku sakit sampai sekarang ini.
Jika semuanya itu aku boleh berandai de, aku pasti sudah
bahagia lama dan tak hancur selama setahun ini. Aku bisa bersamamu dengan
berhubungan baik tanpa ada sakit, kecewa, dan disakiti karena kita sama-sama
tak terikat cinta yang menyakiti dan mengorbankan diantara kita akibat
perbuatan kita sendiri juga. Kita sama-sama baik, bercanda bersama, saling
membantu disaat membutuhkan tanpa ada kesalahan, tak ada ikatan yang
disalahkan, bahkan mungkin akan mudah cepat tidak tergantungan denganmu dan
sudah lama move on darimu menjadi biasa layaknya sahabat biasa tanpa ada sakit
dan baper lagi, jike memang kita tak bisa bersama lagi, setidaknya aku bisa
bahagia daridulu dan tak hancur seperti ini. Tapi apa daya de,hehe itu hanyalah
andaian yang percumah dan angan yang tak berguna karena semuanya sudah terjadi.
Kini kenyataannya aku harus menjalani pahit derita cinta
ini, memohon untuk tidak memutus kontak, pernah juga mencari-cari kesalahan
agar kamu bertengkar denganya, memohon untuk tidak mengulangi meninggalkanku
setelah menyakiti, memohon untuk tidak langsung mengumbar begitu saja
kemesraanmu secara acuh dan tak memperdulikan aku yang baru kau sakiti. Semua itu
harus kujalani dengan penuh kehancuran de, dengan penuh kesedihan selama ini. Kadang
aku berpikir kapankah aku terlepas dari sakit itu jika aku harus selalu
merasakan ini, melihat umbaran it uterus-menerus? Kapankah aku tak merasakan sakit
hati karenamu lagi, kapan aku bisa melupakanmu sepenuhnya? Tapi tak pernah aku
bisa menemukan jalan temu itu de.
Hanya ada pengulangan sakit ketika kamu hadir dengan umbaran
itu tiba-tiba, kesalahan yang kembali kamu ulangi kali ini berujung lagi-lagi
seperti ini hasilnya. Harus bagaimanakah aku de? Hatiku sudah tak berbentuk
lagi, aku sudah jauh dari keceriaan lagi, hanya memendam sakit hati ini sendiri
dan merasakan sakit ini sendiri, kamu pasti takkan pernah merasakan apa yang
aku rasakan karena kamu sudah terlalu nyaman dengan posisimu dan tak ingin
terusik dan terganggu oleh rusaknya hubunganmu kali ini, kamu sudah terlalu
menikmati kenyaman itu de, tak pernah bisa kamu merasakan apa aku rasakan
selama ini dan bahkan kali ini. Kenapa siksaan perasaan untukku tak berujung
kepada akhirnya hidupku ya de? Agar aku benar-benar bisa damai dan bahagia
tanpa semua ini yang aku rasakan.
Entah de apa yang aku rasakan mungkin tak bisa terungkapkan
dalam semua tulisan ini. Dan hanya tulisan inilah yang buatku lega melampiaskan
semua perasaanku kali ini.
Teruntuk kejadian yang sudah terjadi hari ini.
Aku cuma bisa berkata :
Terimakasih untuk luka yang kau berikan tanpa sengaja ini,
terimakasih atas hasilnya ini. Meminta tolong memang tak salah, tapi caramulah
yang membuat salah dengan posisi kita. Kamu masih berpacaran denganya, aku
mantanmu yang pernah kau sakiti karena dia, dia pun pernah disakitimu karena
adanya aku. Posisi yang sungguh harus ada salah satu yang tersakiti dan
merasakan sakit. Antara aku, kamu, atau dia. Dan jawabannya aku sudah tahu
sekali lagi, mengulang kembali cerita-cerita sebelumnya.
Aku yang harus kau hempaskan setelah itu dan menjauhiku demi
tak merusakan hubungan kalian lagi. Demi aku tak baper lagi padamu, tapi kalau
sudah terlanjur seperti ini? Apa yang kamu lakukan untukku de kali ini?
Ahh sudah tahu jawabannya…
Aku tahu de kamu melakukan seperti ini semuanya karena kamu
memang datang disaat membutuhkanku saja seteleh selesai sudah tak lagi ada
untukku. Aku tahu kedatanganmu memang hanya untuk meminta bantuan padaku yang
dikira aku bisa membantumu. Tapi asalkan kamu tahu,selama ini aku tak
membantumu de, aku hanya menemanimu saja yang semua orang bisa. Tapi Tanya kenapa
kamu memilihku yang pertama?? Itulah de refleksmu…
Tapi sekali lagi aku sadar kok de, niatanmu hanya itu, dan
aku paham jika kamu tak jujur, itu demi menolong hubunganmu, kamu terlalu takut
kehilangannya, kamu terlalu takut dai meninggalkanmu, kamu terlalu takut
hubunganmu rusak karena aku yang kamu butuhin. Aku paham kok de, disitu betapa
kamu benar-benar sudah dibutakan oleh cinta dan sangat menyayanginya. Tak ingin
melepaskannya dan apapun kamu perjuangin agar kamu tak mengulangi menyakitinya
dan mengkhianatinya. Tapi satu yang kamu lupa de, disini ada aku.. mantanmu
yang pernah kau sakiti dan kau beri luka akan setidakjujuranmu. Tanpa niatan
kamu sudah lagi-lagi mengorbankan perasaanku untuk hubunganmu lalu kembali
pergi begitu saja dan melanjutkan tanpa kamu merasakan apa yang aku rasakan…
Tapi ia juga sih de, aku mah siapamu ya de,hehe aku bukan
orang yang berarti untukmu, aku bukanlah orang yang special dalam hatimu, aku
juga buka orang yang berharga untukmu, jadi kamu takkan pernah takut
menyakitiku dan kehilanganmu walau itu sudah berulang kali kamu lakukan..
ehehehe ia juga si ya de, tapi kenapa aku menuliskan sebanyak ini yah…
Ah anggap saja semua ini luapanku saja untuk menggantikan
dirimu untuk meluapkan apa ingin aku luapkan untukmu yang tak bisa aku katakana
langsung padamu. Hanya Tuhan, aku dan tulisan ini yang tahu perasaanku saat
ini.
Sekali lagi terimakasih ya de.. satu yang perlu kamu ingat,
sebaik-baiknya aku adalah kamu yang paling baik yang membuatku lebih baik. Walaupun
aku tahu setelah sudah tak membutuhkanku kamu pasti akan akan datang
berkomunikasi lagi padaku saat ini. Aku jamin itu. Semoga kamu bahagia de
dengan apa yang kamu perjuangkan itu semua. Mungkin itulah satu bentuk
pengorbanku juga untukmu, untuk menyintaimu dengan tulus, demi orang yang aku
sayangi aku pun insyalah rela mengorbankan perasaanku kembali. Aku sadar ketika
aku dihadapi dengan emosi, aku masih bisa menghargai dan berpikir tak ingin
membuatmu terluka dan sedih dengan merusak hubunganmu dengannya. Orang yang
paling kamu perjuangkan dan kamu sangat sayangi. Bahagialah de… setelah ini aku
tahu apa yang bakal terjadi padaku. Akau akan kembali jauh darimu dan
ditinggalkan dari hadirmu yang membuatku lebih baik. Aku juga akan merasakan
kehancuran yang sangat besar. Mungkin jika aku lelah aku berharap agar aku tak
bernyawa lagi agar aku tak lagi melihat dan merasakan sakit itu yang
berulangkali.
Tak perlu memaksa menahan dengan jarang mengumbar
kemesraanmu demi aku aku, toh tak akan pengaruh jarang atau seringnya kamu
mengumbar. Semuanya itu sama-sama aku merasakan dan aku pun selalu melihat
berkali-kali ketika umbaran itu masih bisa kulihat. Mungkin kamu berubah sering
mengumbar kemesraanmu dengan lelaki disemua sosmed karena kamu bangga mendapatkannya
dan bentuk kebahagiaanmu itu de, beda dengan dahulu ketika bersamaku. Mungkin itu
bukanlah kamu yang aselinya tapi mungkin juga itulah luapanmu yang sakit
bahagianya mendapatkannya dan sangat menyintainya de.
Setelah ini walaupun aku tak dibutuhkan lagi, tak usah
sungkan untuk berkomunikasian denganku de jika ingin. Boleh kembali datang jika
kamu membutuhkanku, bahkan mungkin kamu hanya akan datang ketika membutuhkanku
saja setelah tidak butuh, menghilang tak mau datang, tak apa de jika itu yang
kamu inginkan, setidaknya tak usah sungkan dan tak usah ragu, insyalah aku akan
selalu berikan senyuman untukmu dan berikan bantuanku apa yang kamu butuhkan
padaku dengan ikhlas walaupun hatiku hancur. Setidaknya aku akan tetap tersenyum
didepanmu. Karena ku tulus menyintaimu dan ingin selalu membahagian orang yang
aku sayangi dan berharga untukku sampai nadiku terhenti. Selama aku masih ada
untukmu dan bernyawa aku akan siap sedia untukmu. Sampai mungkin pada posisi
yang takkan ada masalah dekat kedekatan kita dan kedatanganmu lagi, aku akan
sangat terbuka untukmu de selalu. Aku tak akan menunggumu dan terlalu berharap.
Tapi aku akan selalu ada sampai kapanpun bagaimana keadaanmu tak usah takut
datanglah. Jika kamu rindu katakan saja rindu, tak usah kamu memendamnya,
asalkan itu hanya ucapan dan tak bertemu untuk bersama jika kamu masih ada
ikatan dengannya, yang akan mengundang permasalahan dan kesalahan. Terkecuali kamu
tak lagi terikat apapun dan bebas. Aku masih selalu terbuka dan tak usah takut
mendatangiku de.
(:
Sekali lagi terimakasih buat ini semua de.
Dari seseorang yang
kamu sakiti dan sia-siakan.
12 Januari 2015