Jumat, 12 Februari 2016

12 Februari 2016 "Catatan terakhir tentangmu"

Genap 5 tahun lebih de, aku mengenal dekat denganmu semenjak 12 Februari 2012 silam. 3 tahun kita menjalin cinta, satu tahun kita vakum dan satu tahun lebih sudah kau sudah mendapatkan hati yang lain. Mungkin tanggal ini masih istimewa untukku walaupun mungkin kau sudah melupakannya. Mungkin tanggal 12 ini sudah ditanggalkan olehmu dan diganti oleh tanggal yang sangat istimewa untukmu bahkan melebihi 12 ini. Aku tahu sedari dulu kamu sangat mudah melupakanku, membuangku, membunuhku, melukai hatiku. Terlihat dengan semua ucapan bulshitmu yang selalu kau musnahkan sendiri. Aku masih ingat katamu yang terakhir yang janji memperbaiki hubungan kita setelah kamu putus kontak. Lagi, lagi dan lagi itu sama dengan kata-kata omong kosongmu yang dulu. Itu hanya terucap saat kau mengingat bersalah dan meminta maaf, tapi tak pernah kau lakukan. Hanya ucapan manis dibibir, pahit dikenyataan karena semua lagi demi cinta yang kau pertahankan.
Entah sudah berapa kali kau perjuangkan demi cintamu itu, kamu lebih mengorbankan aku yang selalu kau lukai dan bahkan sudah kau lupakan tak tersisa sedikitpun.
Aku memang terbilang manusia yang bodoh kata semua orang, bahkan mungkin dirimu. Sudah berapa kali aku disakiti olehmu, aku dilukai olehmu, dibuang olehmu, dan bahkan tak pernah berharga bagimu. Tapi kenapa aku masih saja menyintaimu dengan tulus sampai saat ini, padahal kamu tak pernah tulus denganku dan bahkan kamu hanya menganggapku sebagai hiburan selingan. Kamu sangat menggilai dia dan sangat menyintai dia sampai apapun kamu lakukan demi dia sampai detik ini yang selalu kamu umbar disosmed dan kamu banggakan dimana-mana, sedangkan aku hanya bisa membanggakan pernah memilimu.
Kamu yang selalu memberikan apa saja untuknya walaupun kamu masih denganku, kamu masih sempat ingin memberikan kado ulangtahun untuknya, dan sekarang kamu selalu memberikan waktu untuknya dan memberikan apa saja untuknya dan menghargai setiap apa yang dia berikan untukmu, sedangkan aku hanya bisa memberikan apa yang aku bisa ku berikan untukmu walaupun tak pernah sedikitpun kamu hargai bahkan hanya kau simpan dilemari, bahkan kau berikan padanya..., masihkah aku mencintaimu? bukankah itu bodoh?
Entah de, aku tak pernah merasa aku bodoh walau banyak orang yang memandang seperti itu. LAGI!!
Aku selalu memberikan waktu untukmu, menyempatkan waktu ketika kamu butuhkan dan selalu ada untukmu. Tapi kau selalu utamakan dirinya, kau berikan segalanya untuknya, bahkan kau tak menghargai aku didepanmu yang kamu minta tolong. Aku sama sekali tak dianggap penting ketimbang HP mu. Bahkan semua HP dan BBM lebih berarti dihidupmu ketimbang aku yang sedang didepanmu, membantumu, dan meluangkan waktu untukmu? Kenapa aku masih cinta denganmu dan masih rela berkorban untukmu? Jika kau tahu sudah banyak sekali yang ku hancurkan demi mengutamakan dirimu, bahkan aku terlalu memaksakan diriku, tapi kamu hanya menghargai dengan memberi makan setelah membantumu, aku merasa seperti babumu yang ada membantumu tanpa kau pandang diriku. Bahkan banyak sekali kau korbankan dan rela demi mempertahankan cinta dengannya sampai aku yang pernah kau lukai kau buang begitu saja.
Kau buat kesalahan dan berjanji akan sedikit memperbaiki kesalahanmu. Tapi itu bulshit. Teringat tanggal 2 kemarin terakhir aku mencoba menghubungimu dahulu untuk memperbaiki hubungan kita. Tidak datang ketika ada masalah bahkan ada perlu saja. Aku sudah welcome dan berkata tak usah sungkan untuk menghubungi duluan, toh kamu yang mengawali merusaknya dan kau yang berjanji memperbaikinya. Justru harus aku yang selalu mengawalinya. Sampai sekarang tanggal 12 Februari? 10 hari aku masih berharap dan menunggu dengan senang pasti kamu akan menghubungiku biasa tanpa ada masalah dan perlu. Aku masih menunggu itu de, tapi lucu, bodohnya aku berharap seperti itu. Tak mungkin kamu akan mau menghubunguiku terlebih dahulu.
Pasti ucapanmu dahulu hanyalah bualan semata. Kau hanya akan datang ketika kau kembali membutuhkanku saja, atau mungkin ketika kau sedang bosan dan butuh hiburan saja seperti yang kamu lakukan dulu. PHP aku hanya dibilang ketika bosan dan butuh hiburan? Tapi aku masih saja bisa tersenyum menyintaimu? Bisa dibilang aku bodohkah?
Aku berharap perasaanku tidak akan berburuk sangka denganku ketika pikiran ini mengacu pada, “kau hanya datang ketika membutuhkanku saja” akan hilang dengan awalan perkataanku yang tak usah sungkan dan buktikan ucapanmu yang akan memperbaiki hubungan yang dulu pernah kamu rusak sendiri demi cinta. Tapi semua itu penantian yang sia-sia.
Dan bodohnya aku sampai sekarang masih saja berharap kamu mau melakukan itu dan sedikit saja menghubungiku ditanggal ini, tanggal yang pernah istimewa untuk kita (dahulu). Dan aku baru sadar. Oh iya,, kamu tak akan pernah berani dan sungkan untuk menghubungiku karena demi menjaga perasaannya dan demi dia juga, kamu takut melakukan kesalahan lagi sehingga menyakiti dia. Bodohnya aku yang baru sadar.
Dan sekarang aku tak perlu lagi benci, muak dengan setiap ucapanmu yang manis dibibir saja. Aku tahu itu adalah yang terbaik untukmu, kenapa aku masih saja mengharap dan membencimu karena itu jika aku benar-benar menyintaimu? Itulah kebodohanku yang sesungguhnya, tanpa sengaja aku selalu menyalahkan perilakumu dan sikapmu terhadap diriku. Dan sampai aku keluhkan setiap umbaran yang kau lakukan, bahkan seperti sedikit memaksa kamu untuk tidak melakukan itu, padahal itu yang akan membuatmu bahagia, melakukan yang terbaik untukmu.
Aku terlalu bodoh kurang menyadari selama ini. Sekarang aku tahu de, ketika aku selalu ada untukmu, tapi kau selalu ada untuk dia, aku selalu memberikan yang terbaik untukmu, kau beri semua yang terbaik untuk dia orang yang paling kau cinta. Bahkan aku selalu menyintaimu walaupun kau tak pernah melirikku dan sudah sangat nyaman denganya. Itu semua bukan kebodohanku.
Tapi aku bodoh jika selalu benalu dan beban disetiap bahagiamu. Bahagiamu terhalang oleh luka hatiku yang belum seutuhnya menerima kenyataan. Bodohnya aku yang tak pernah memberikan yang terbaik untukmu. Aku tahu dengan kamu selalu mengumbar selalu kemesraan disosmed akan membahagiaan orang yang membuatmu paling bahagia, memberikan yang terbaik untuknya. Aku tahu kau tak pernah menghargai setia pemberianku karena kau lebih menghargai dia sebagai orang yang membuatmu nyaman. Dan aku tahu kau berkata bulshit sehingga kau kembali lost kontak denganku. Karena semua itu demi menjaga perasaan orang yang kamu cintai itu, dan kau takut untuk kembali menyaktinya, demi dia lebih baik kau tak perlu mengenal aku de... aku tahu itu, datanglah ketika kau butuhkan saja, dan kau bosan, aku akan selalu siap dan ada untukmu ketika kamu butuhkan. Sebagai teman yang diperlukan, sebagai babu yang kau butuhkan bahkan seperti keluargamu ketika kau ingat diriku.
Aku disini sampai detik ini mengucapkan terimakasih untuk setiap kenangan 5 tahun 12 Februari akan selalu spesial untukku. Aku akan selalu ada untukmu sampai jantungku berhenti berdetak.
Sebuah lagu dan video yang kupersembahkan untukmu terakhir kalinya de, demi kebahagiaan dirimu, lakukanlah apa yang terbaik untukmu de,

https://www.youtube.com/watch?v=6eMhjL6_I7w

BAHAGIALAH SELALU.

Hanya tersisa duabelas kata untukmu yang terakhir de
“Tunggu sampai nadi ini berhenti berdetak, aku sudah tak lagi cinta kamu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar