Genap 5 tahun lebih de, aku mengenal dekat denganmu semenjak
12 Februari 2012 silam. 3 tahun kita menjalin cinta, satu tahun kita vakum dan
satu tahun lebih sudah kau sudah mendapatkan hati yang lain. Mungkin tanggal
ini masih istimewa untukku walaupun mungkin kau sudah melupakannya. Mungkin
tanggal 12 ini sudah ditanggalkan olehmu dan diganti oleh tanggal yang sangat
istimewa untukmu bahkan melebihi 12 ini. Aku tahu sedari dulu kamu sangat mudah
melupakanku, membuangku, membunuhku, melukai hatiku. Terlihat dengan semua
ucapan bulshitmu yang selalu kau musnahkan sendiri. Aku masih ingat katamu yang
terakhir yang janji memperbaiki hubungan kita setelah kamu putus kontak. Lagi,
lagi dan lagi itu sama dengan kata-kata omong kosongmu yang dulu. Itu hanya
terucap saat kau mengingat bersalah dan meminta maaf, tapi tak pernah kau
lakukan. Hanya ucapan manis dibibir, pahit dikenyataan karena semua lagi demi
cinta yang kau pertahankan.
Entah sudah berapa kali kau perjuangkan demi cintamu itu,
kamu lebih mengorbankan aku yang selalu kau lukai dan bahkan sudah kau lupakan
tak tersisa sedikitpun.
Aku memang terbilang manusia yang bodoh kata semua orang,
bahkan mungkin dirimu. Sudah berapa kali aku disakiti olehmu, aku dilukai
olehmu, dibuang olehmu, dan bahkan tak pernah berharga bagimu. Tapi kenapa aku
masih saja menyintaimu dengan tulus sampai saat ini, padahal kamu tak pernah
tulus denganku dan bahkan kamu hanya menganggapku sebagai hiburan selingan. Kamu
sangat menggilai dia dan sangat menyintai dia sampai apapun kamu lakukan demi
dia sampai detik ini yang selalu kamu umbar disosmed dan kamu banggakan
dimana-mana, sedangkan aku hanya bisa membanggakan pernah memilimu.
Kamu yang selalu memberikan apa saja untuknya walaupun kamu
masih denganku, kamu masih sempat ingin memberikan kado ulangtahun untuknya,
dan sekarang kamu selalu memberikan waktu untuknya dan memberikan apa saja
untuknya dan menghargai setiap apa yang dia berikan untukmu, sedangkan aku
hanya bisa memberikan apa yang aku bisa ku berikan untukmu walaupun tak pernah
sedikitpun kamu hargai bahkan hanya kau simpan dilemari, bahkan kau berikan
padanya..., masihkah aku mencintaimu? bukankah itu bodoh?
Entah de, aku tak pernah merasa aku bodoh walau banyak orang
yang memandang seperti itu. LAGI!!
Aku selalu memberikan waktu untukmu, menyempatkan waktu
ketika kamu butuhkan dan selalu ada untukmu. Tapi kau selalu utamakan dirinya,
kau berikan segalanya untuknya, bahkan kau tak menghargai aku didepanmu yang
kamu minta tolong. Aku sama sekali tak dianggap penting ketimbang HP mu. Bahkan
semua HP dan BBM lebih berarti dihidupmu ketimbang aku yang sedang didepanmu,
membantumu, dan meluangkan waktu untukmu? Kenapa aku masih cinta denganmu dan
masih rela berkorban untukmu? Jika kau tahu sudah banyak sekali yang ku
hancurkan demi mengutamakan dirimu, bahkan aku terlalu memaksakan diriku, tapi
kamu hanya menghargai dengan memberi makan setelah membantumu, aku merasa
seperti babumu yang ada membantumu tanpa kau pandang diriku. Bahkan banyak
sekali kau korbankan dan rela demi mempertahankan cinta dengannya sampai aku
yang pernah kau lukai kau buang begitu saja.
Kau buat kesalahan dan berjanji akan sedikit memperbaiki
kesalahanmu. Tapi itu bulshit. Teringat tanggal 2 kemarin terakhir aku mencoba
menghubungimu dahulu untuk memperbaiki hubungan kita. Tidak datang ketika ada
masalah bahkan ada perlu saja. Aku sudah welcome dan berkata tak usah sungkan
untuk menghubungi duluan, toh kamu yang mengawali merusaknya dan kau yang
berjanji memperbaikinya. Justru harus aku yang selalu mengawalinya. Sampai
sekarang tanggal 12 Februari? 10 hari aku masih berharap dan menunggu dengan
senang pasti kamu akan menghubungiku biasa tanpa ada masalah dan perlu. Aku
masih menunggu itu de, tapi lucu, bodohnya aku berharap seperti itu. Tak
mungkin kamu akan mau menghubunguiku terlebih dahulu.
Pasti ucapanmu dahulu hanyalah bualan semata. Kau hanya akan
datang ketika kau kembali membutuhkanku saja, atau mungkin ketika kau sedang
bosan dan butuh hiburan saja seperti yang kamu lakukan dulu. PHP aku hanya
dibilang ketika bosan dan butuh hiburan? Tapi aku masih saja bisa tersenyum
menyintaimu? Bisa dibilang aku bodohkah?
Aku berharap perasaanku tidak akan berburuk sangka denganku
ketika pikiran ini mengacu pada, “kau hanya datang ketika membutuhkanku saja”
akan hilang dengan awalan perkataanku yang tak usah sungkan dan buktikan
ucapanmu yang akan memperbaiki hubungan yang dulu pernah kamu rusak sendiri
demi cinta. Tapi semua itu penantian yang sia-sia.
Dan bodohnya aku sampai sekarang masih saja berharap kamu
mau melakukan itu dan sedikit saja menghubungiku ditanggal ini, tanggal yang
pernah istimewa untuk kita (dahulu). Dan aku baru sadar. Oh iya,, kamu tak akan
pernah berani dan sungkan untuk menghubungiku karena demi menjaga perasaannya
dan demi dia juga, kamu takut melakukan kesalahan lagi sehingga menyakiti dia. Bodohnya
aku yang baru sadar.
Dan sekarang aku tak perlu lagi benci, muak dengan setiap
ucapanmu yang manis dibibir saja. Aku tahu itu adalah yang terbaik untukmu,
kenapa aku masih saja mengharap dan membencimu karena itu jika aku benar-benar
menyintaimu? Itulah kebodohanku yang sesungguhnya, tanpa sengaja aku selalu
menyalahkan perilakumu dan sikapmu terhadap diriku. Dan sampai aku keluhkan
setiap umbaran yang kau lakukan, bahkan seperti sedikit memaksa kamu untuk
tidak melakukan itu, padahal itu yang akan membuatmu bahagia, melakukan yang
terbaik untukmu.
Aku terlalu bodoh kurang menyadari selama ini. Sekarang aku
tahu de, ketika aku selalu ada untukmu, tapi kau selalu ada untuk dia, aku
selalu memberikan yang terbaik untukmu, kau beri semua yang terbaik untuk dia
orang yang paling kau cinta. Bahkan aku selalu menyintaimu walaupun kau tak
pernah melirikku dan sudah sangat nyaman denganya. Itu semua bukan kebodohanku.
Tapi aku bodoh jika selalu benalu dan beban disetiap
bahagiamu. Bahagiamu terhalang oleh luka hatiku yang belum seutuhnya menerima
kenyataan. Bodohnya aku yang tak pernah memberikan yang terbaik untukmu. Aku
tahu dengan kamu selalu mengumbar selalu kemesraan disosmed akan membahagiaan
orang yang membuatmu paling bahagia, memberikan yang terbaik untuknya. Aku tahu
kau tak pernah menghargai setia pemberianku karena kau lebih menghargai dia
sebagai orang yang membuatmu nyaman. Dan aku tahu kau berkata bulshit sehingga
kau kembali lost kontak denganku. Karena semua itu demi menjaga perasaan orang
yang kamu cintai itu, dan kau takut untuk kembali menyaktinya, demi dia lebih
baik kau tak perlu mengenal aku de... aku tahu itu, datanglah ketika kau
butuhkan saja, dan kau bosan, aku akan selalu siap dan ada untukmu ketika kamu
butuhkan. Sebagai teman yang diperlukan, sebagai babu yang kau butuhkan bahkan
seperti keluargamu ketika kau ingat diriku.
Aku disini sampai detik ini mengucapkan terimakasih untuk
setiap kenangan 5 tahun 12 Februari akan selalu spesial untukku. Aku akan
selalu ada untukmu sampai jantungku berhenti berdetak.
Sebuah lagu dan video yang kupersembahkan untukmu terakhir
kalinya de, demi kebahagiaan dirimu, lakukanlah apa yang terbaik untukmu de,
https://www.youtube.com/watch?v=6eMhjL6_I7w
BAHAGIALAH SELALU.
Hanya tersisa duabelas kata untukmu yang terakhir de
“Tunggu sampai nadi ini
berhenti berdetak, aku sudah tak lagi cinta kamu.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar