Senin, 30 Oktober 2017

Bandungan Not a Bandung


Kabupaten Semarang adalah kabupaten yang memiliki banyak pesona keindahan alam dan kebudayaannya pada setiap kecamatannya, terutama kecamatan Bandungan. Bandungan adalah sebuah kecamatan baru yang merupakan pemekaran dari sebagian kecamatan Ambarawa dan kecamatan Jambu. Kecamatan Bandungan memiliki beberapa potensi pesona alamnya yang sangat melimpah karena kecamatan Bandungan memang berada pada ketinggian yang lumayan strategis untuk dimanfaatkan keindahaan alamnya.
Sekilas nama Bandungan seperti sebuah kota besar yang terkenal di Indonesia, Bandung. Hampir mirip namanya, namun tak serupa. Bandungan merupakan kecamatan yang berada di Kabupaten Semarang Jawa Tengah, sedangkan Bandung merupakan ibukota Jawa Barat. Jika Bandung memiliki wanita-wanita yang geulis (cantik), Bandungan pun punya pesona alamnya yang cantik-cantik pula. Memang banyak yang memandang negatif ketika menyebutkan nama Bandungan. Namun, dibalik dari pandangan serta persepsi negatif orang mengenai berwisata di Bandungan, banyak pesona alam Bandungan yang memberikan peran penting bagi para penikmat folk. Pesona sejuta keindahan alam yang natural dengan udara sejuk yang memberikan kedamaian saat senja datang, panorama untuk para pengambil gambar untuk dijadikan hasil koleksi fotonya, bahkan sebagai tempat gathering acara-acara besar seringkali menggunakan wisata yang berada di Bandungan. Banyak sekali wisata yang berada di kecamatan Bandungan, berbagai pesona alam yang memiliki panorama yang berbeda seperti Umbul Sidomukti yang memiliki pesona kolam renang di pegunungan serta pondok kopinya yang terkenal, Candi Gedong Songo dengan eksotis sejarah yang menawan, dan Pasar Tradisional yang sangat bersih dan dikelilingi hotel-hotel yang memberikan warna tersendiri.
Disini saya akan mengulas sedikit tentang tempat-tempat wisata alam yang berada pada Bandungan yang menarik untuk dikunjungi dan layak untuk dinikmati.

1. Umbul Sidomukti

Kolam Renang Umbul Sidomukti photo by koncosuper.blogspot.com
Terletak di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, sebuah desa yang berada pada pegunungan yang dikelilingi dengan panorama alam yang menyejukan dan memanjakan mata. Umbul Sidomukti termasuk wisata yang sangat populer bagi para wisatawan yang ingin berlibur bersama keluarga atau sekadar menghilangkan penat. Kawasan Umbul Sidomukti memiliki berbagai wahana permainan dan beberapa pilihan destinasi seperti beberapa outbond training, kolam renang diatas pegunungan, ATV, pondok kopi, pondok lesehan, meeting room, serta campground.
Ada empat buah kolah renang bertingkat yang memiliki kedalaman berbeda untuk memilih sesuai dengan kedalaman yang diinginkan. Air dalam kolam renang sangat dingin, sejuk, dan menyegarkan untuk berenang sambil memandangi indah perbukitan karena taman renang umbul alam Sidomukti terletak di lereng gunung ungaran dengan ketinggian 1200 dpl, diapit jurang dikedua sisinya memberikan keindahan tersendiri yang sangat menakjubkan. Selain itu, disekitar kolam ada beberapa tempat games outbond sarana olahraga untuk bermain para wisawan atau sering juga digunakan untuk pelatihan-pelatihan outbond dari suatu instansi. Terdapat beberapa sarana olahraga seperti lintasan flying fox dengan dua pilihan track, marine bridge di lembah, penyewaan kuda, ATV, rapeling mengelilingi lembah sisi kolam.
Harga tiket masuk ke Umbul Sidomukti untuk hari biasa 8.000/orang dan 10.000/orang pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur, sedangkan jika wisatawan ingin menikmati wahana-wahana permainan lainnya dikenakan tiket per masing-masing wahana yang diinginkan seperti tiket karcis flying fox seharga 20.000/orang, tiket reguler marine bridge sekitar 18.000/orang, namun ada juga paket tersendiri untuk kelompok/corporate event jika ingin menyewa beberapa fasilitas outbond yang ada di Umbul Sidomukti.
Selain tempat wisata umbul sidomukti di area lain juga terdapat wisata Pondok Lesehan, Pondok Kopi, dan Basecamp Mawar (yang sudah diulas pada artikel sebelumnya), pendakian gunung Ungaran via mawar yang patut untuk dikunjungi. Jika Kota Bandung punya sebutan Kota Kembang, Bandungan pun punya wisata bernama basecamp mawar dengan beberapa pertanian kembang (bunga) mawar disekitarnya. Menurut saya wisata Kolam Renang Umbul Sidomukti adalah wisata yang paling juara di Kecamatan Bandungan, karena spot yang indah untuk berfoto dan suasana yang sangat sejuk.
Umbul sidomukti dapat ditempuh dari arah Semarang menuju Temanggung, adalah melewati pom bensin lemah abang, belok kiri menuju ke arah Bandungan. Berjalan sampai pada pasar Jimbaran masuk ke gang sebelah kanan yang ada plang arah menuju umbul sidomukti dengan jalan menanjak. Kemudian disepanjang gang kecil ada beberapa papan petunjuk untuk sampai ke taman renang alam umbul, pondok kopi, dan bascecamp Mawar, Umbul sidomukti, Desa Sidomukti, Bandungan, Kabupaten Semarang.

2. Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo photo by coretanpetualangan.wordpress.com
Terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Gedung Songo termasuk salah satu warisan budaya yang masih di jaga keasriannya oleh pemerintah Kabupaten Semarang dan sampai sekarang masih digemari oleh para wisatawan untuk berwisata budaya di Kabupaten Semarang. Salah satu peninggalan bersejarah zaman dahulu yang dijadikan tempat wisata dan sebuah tempat rekreasi keluarga, Gedung Songo mempunyai daya tarik sendiri bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Sesuai dengan namanya, Gedong Songo yang berarti terdapat sembilan bangunan candi yang tersebar di komplek kawasan wisata alam yang begitu luas dan tertata sehingga seperti taman yang indah. Lokasi antara candi satu dengan candi lainnya tidak berdekatan sehingga dibutuhkan tenaga untuk menempuh jarak ratusan meter agar dapat melihat keseluruhan candi-candi yang ada.
Candi Gedong Songo juga masih terletak di lereng Gunung Ungaran bagian selatan, sama dengan Umbul Sidomukti udara disini lumayan cukup dingin. Suasana sejuk hawa pegunungan menjadikan tempat ini masih terbebas dari polusi udara, sehingga sangat asyik untuk menikmati keindahan alamnya yang masih asri dengan wisata budayanya.
Di dalam komplek wisata Candi ini juga terdapat tempat untuk istirahat seperti gazebo-gazebo, rumah penginapan untuk disewakan guna kegiatan-kegiatan kelompok, panggung, taman istirahat, serta pemandian air hangat dan ada penyewaan kuda juga. Di kawasan Candi juga sudah disediakan musala, warung makan, dan toilet yang luas di kawasan tertentu sehingga tidak usah khawatir jika ingin berpiknik di kawasan Candi Gedong Songo.
Untuk menuju Candi Gedong Songo dari Arah Semarang bisa melewati terminal Bawen, menuju arah Kota Ambarawa sampai di pertigaan dari pasar Ambarawa. Di pertigaan paoline, belok kanan ke jalur angkot menuju arah Bandungan dan lurus terus ikuti jalan sampai menemukan pertigaan pasar  Bandungan ambil ke kiri dan terus sampai pada pom bensin Palbapang Sumowono, disitu ada pertigaan yang bertuliskan kawasan Candi Gedong Songo, kemudian ikuti arah plang menuju kawasan Gedong Songo. Harga tiket masuk objek wisata Candi Gedong Songo bagi orang dewasa ke atas pada hari biasa adalah 6.000/orang dan dihari libur 10.000/orang, sedangkan untuk wisatawan mancanegara adalah 50.000/orang. Disini juga menyewakan tempat penginapan untuk membuat kegiatan, dengan harga sewa mulai dari 500.000/perhari untuk kegiatan, sudah termasuk makan yang disediakan oleh pengelola.
Jika Bandung memiliki wisata Candi Cengkuang, di Bandungan punya Candi Gedong Songo yang lebih terkenal tentunya.

3. Pasar Tradisional Bandungan

Pasar Tradisional Bandungan (doc. pribadi)
Bandungan terkenal juga dengan Pasar Tradisionalnya. Terletak di pertengahan hotel-hotel yang ada di Bandungan, dan jalan alternatif faforit menuju Kota Semarang, Pasar Tradisional Bandungan mempunyai daya tarik dan warna tersendiri di dunia pariwisata. Pasar yang sudah dikenal sebagai pasar wisata ini mempunyai tatanan pasar di pinggir jalan alternatif yang ramai dilalui pengendara. Namun, walaupun pasar tersebut berada di sekitar jalan alternatif, pasar tradisional Bandungan sendiri terbilang cukup bersih dan rapi tatanannya. Jika kita berkunjung kesini kita tidak akan merasakan bau-bau sampah yang berserakan disepanjang jalan, ataupun suasana pasar yang kurang kondusif. Los kayu yang bersih dan tertata dengan rapi, dengan tiap los berbentuk seperti bertumpuk sehingga menampung lebih banyak barang diatasnya dan seringkali dagangannya digantung di atas. Lantainya bersih tidak ada sampah dan air yang menggenang seperti kebanyakan pasar tradisional lainnya. Pasar wisata ini kebanyakan pedagang yang menjual sayuran, buah, dan makanan khas Bandungan. Banyak sekali yang menjual kelengkeng, tempe, tahu serasi dan gorengan-gorengan khas Bandungan.
Di sepanjang trotoar dari arah Sumowono kita bisa menjumpai tanaman hias yang dijual di sekitar pasar Bandungan, dengan berbagai jenis tanaman hias yang beragam. Pasar Tradisional Bandungan bersebelahan juga dengan Taman Wisata New Bandungan Indah Waterpark and Family Resort, dan juga dikelilingi oleh hotel-hotel tempat untuk berkaraoke, dan hotel-hotel tempat untuk gathering. Saya pun pernah menikmati pemandangan di sekitar pasar Bandungan saat pagi hari, waktu berada di salah satu hotel yang dekat dengan pasar. Sungguh merasakan seperti berada di Kota Kembang Bandung, namun ini bukan Bandung, tapi Bandungan. Serupa, tapi tak sama.
Tanaman Hias Bandungan (doc. pribadi)

Kuliner khas Bandungan di Pasar Tradisional Bandungan (doc. pribadi)


Selain wisata di atas, Bandungan masih mempunyai banyak wisata-wisata lainnya seperti Susan spa & Resort, Hotel-hotel untuk berkaraoke, Pemancingan Bandungan, New Bandungan Indah Waterpark and Family Resort, Taman Bunga clapar, dan wisata lainnya yang masih tersembunyi. Tidak kalah dari Kota Bandung, menurut saya Bandungan sudah menjadi tempat yang asik untuk berekreasi dengan keluar, sahabat, atau kekasih yang dekat jika kita asli Jawa Tengah. Tetap kunjungi wisata-wisata Jawa Tengah dan rawatlah alam kita dengan tidak merusak alam di sekitar.

"Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog Pesona Kabupaten Semarang"
http://kabsemarangtourism.com/

Minggu, 08 Oktober 2017

Sebut Saja Mawar?

Bunga Mawar (doc.pribadi)

Kabupaten Semarang memiliki beragam pariwisata yang layak untuk dikunjungi, salah satu yang membuatku terpikat adalah Basecamp Mawar. Kenapa Basecamp Mawar? karena saya suka kemping  namun tidak begitu suka mendaki gunung. Pos pertama pendakian menuju Gunung Ungaran ini sangat digemari para pendaki yang ingin mendaki Gunung Ungaran sebagai tempat peristirahatan atau persiapan sebelum mendaki gunung Ungaran. Tidak hanya untuk para pendaki yang ingin naik, namun para penikmat alam dadakan yang datang untuk menikmati sejuknya udara pegunungan dan mengusir penat dari kesibukan dan rutinitas sehari-hari mereka yang membosankan. Tempat yang paling asik untuk membuang kejenuhan, tempat yang pas untuk keluar dari zona nyaman. Bangun tidur, mandi, berangkat ngantor sebelum fajar menyingsing, pulang kantor larut senja, tidur, bangun tidur lagi, mandi, berangkat ngantor lagi, bahkan sesak dijejali rasa penat tugas-tugas kuliah bagi para perantau yang mencari ilmu di Kota Semarang, ataupun anak-anak berseragam yang harus menempuh ilmu pendidikan berangkat bersama mentari terbit, pulang melewati senja. Basecamp mawarlah tempat yang pas untuk melepas penat tersebut. Asik untuk berkumpul bersama menikmati alam, namun tidak melelahkan.
Dalam perjalanan menuju mawar, jika dari arah Kota Semarang kita harus melalui Bandungan sampai pada pasar Jimbaran, kemudian naik ke arah Umbul Sidomukti. Jalur basecamp mawar memang satu tempat bersama Umbul Sidomukti, jadi jika ingin mengetahui rute menuju jalur pendakian pertama basecamp mawar harus mengikuti rute wisata Umbul Sidomukti.
Basecamp Mawar memang belum dikenal banyak wisatawan luar sebagai tempat wisata, namun cukup terkenal sebagai jalur pos pertama Gunung Ungaran via Mawar, Jimbaran, Bandungan.
Untuk menuju Basecamp mawar, kita harus melewati beberapa tempat tiketing seperti tempat masuk Umbul Sidomukti dengan membayar tarif masuk sepeda motor 2.000 dan mobil 3.000. Kemudian naik kearah kiri menuju pondok kopi. Setelah naik akan ada tiketing lagi menuju pondok kopi dengan tarif 2.000 perorang. Selanjutnya masuk naik terus melewati kafe-kafe pondok kopi sampai akhirnya sampai pada tempat tiketing terakhir di area Basecamp Mawar. Tarif masuk menuju basecamp mawar adalah 5.000 perorang, sedangkan parkir motor 3.000 dan mobil 10.000.

Tiketing Basecamp Mawar (doc. pribadi)


Kawasan Basecamp Mawar (beta.travel.detik.com)

Basecamp mawar dulunya adalah lahan kosong biasa yang sering dijadikan tempat istirahat para pendaki dan tempat untuk mempersiapkan pendakian menuju gunung Ungaran. Banyak para pendaki yang sering beristirahat dan katanya tak sedikit dari mereka yang suka meminta bantuan kepada para warga sekitar saat terjadi masalah dalam pendakian. Para tamu yang sering mengedor pintu rumah warga mulai banyak dan tak kenal waktu, ada yang meminta bantuan saat pagi buta, bahkan saat malam menjelang pagi pun sering hingga membuat warga pun mulai tak nyaman karena sering diganggu, hingga akhirnya ada seseorang yang berinisiatif untuk mengolah lahan kosong tersebut menjadi sebuah tempat pelayanan untuk para pendaki sekaligus tempat wisata keluarga. Entah siapa namanya saya masih belum tahu, sebut saja mawar. Namun, ada yang mengatakan dibalik wisata yang dinamakan basecamp mawar ini adalah cetusan dari sebuah komunitas pecinta alam dari Bandungan, yang bernama Sakpala. Sebuah tempat yang dulunya banyak juga ditumbuhi mawar serta tempat nongkrongnya anak-anak pecinta alam.
Seiring berjalannya waktu dan era zaman yang mulai tren alam dibuat menjadi wisata-wisata yang menarik, akhirnya basecamp mawar yang dikelola oleh Sakpala membuat lahan yang dulunya hanyalah lahan kosong yang tidak begitu menarik, hingga disulap menjadi sebuah wisata alam untuk berkemah yang mulai dilirik. Mulai dari dibuatnya tempat spot-spot untuk sekadar berfoto seperti spot bentuk hati yang dibuat dari botol-botol bekas sisa sampah para pendaki yang sering buang sampah sembarangan, dibuatnya bangunan musala, toilet, lahan parkir yang luas,  hingga menyewaan tenda bagi yang tidak ingin ribet membawa tenda dari rumah, di sini menawarkan jasa sewa tenda. Bak seperti setangkai mawar yang dipetik dari kebun, lalu dihias dan dirangkai menjadi bouquet mawar yang indah. Basecamp mawar kini menjadi salah satu pesona alam Indonesia yang patut dikunjungi, pesona Kabupaten Semarang yang mempersembahkan suguhan alam Bandungan, melihat senja diatas bukit mawar, serta memberikan kecintaan kita terhadap ciptaan Tuhan.

Spot foto love Basecamp Mawar (phinemo.com)




"Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog Pesona Kabupaten Semarang"

http://kabsemarangtourism.com/

Rabu, 06 September 2017

Dewi setengah hati

Sumber: pXhere

Malam ini, tepat kembali digelarnya pesta lampion Banjir Kanal yang diselenggarakan oleh Dinas UMKM Semarang untuk memperkenalkan produk-produk UMKM kota Semarang. Tepat 2 tahun pula dimana aku dan dia menikmati pesta lampion untuk pertama kalinya.
kali ini aku kembali datang. bukan dengannya. namun dengan wanita yang baru dekat satu bulan.
Adik satu kampus. wanita yang dahulu pernah menarik mataku disaat bertemu dijalan tak sengaja disapa dan pernah pula menyukai lewat sapaan yang begitu manis dan memesona. Dahulu aku berpikir bagaimana bisa berkenalan dengannya, sedangkan kita bertemu hanya saling tatap sekejap lalu meninggalkan bekas senyum yang menyelinap dalam ingatan.
tiga kali sudah aku pernah disapanya, namun aku tak pernah menanyakan namanya, sebab malu keburu melanda saat dia mengenalku namun aku auch.
dahulu aku ingin sekali mencari cara agar bertemu kembali dengannya, namun sekarang tak perlu mencari karena sekarang aku bersamanya di tempat ini. Banjir Kanal, pertamakali aku membawanya, juga pertama kali kenangan terangkai indah bersama masalalu.
dahulu aku ingin dengan sengaja mencoba berbincang sekata atau beribu kata hanya untuk ingin mengenalnya. namun itu hanya keinginan semata yang datang saat hati ini butuh lari dari masalalu. butuh pergi dari sesuatu yang sangat menyakitkan. sudah hampir dua tahun hati ini terkurung dalam jebakan satu hati yang sangat berarti namun seperti pisau belati yang terus merobek hati sampai mati hidup lagi. berulangkali.
tapi kini keadaan sudah berbeda, aku sudah harus benar-benar move on dari masalalu yang menyakitkan. masalalu yang indah. pergi dari hati yang tak mungkin dapat dicari. masalaluku dengannya kini hanya berbungkus kenangan indah di kota Semarang.
Kini wanita yang hanya bisa aku temui tanpa sengaja dijalan cuma kekadar menyapa, sekarang sudah setiap saat aku bisa menikmati nyamannya berbincang via Whatsapp. berbagi cerita, berbagi pengalaman, berbagi rasa soal kesukaan bahkan suka mengirim lagu-lagu yang ku sukai untuk didengarkan olehnya.
malam ini, di Banjir Kanal aku kembali mencoba terbuka dengan wanita lagi. Mencoba membuka hati setelah hati ini mati ditinggal mati oleh sang pemilik hati sejati. kepadamu Dewi.
mungkin karena lamanya aku tak pernah berbincang langsung kepada wanita. pembicaraanku selalu garing. membicarakaan kelebihanku yang seolah-olah aku terkenal padahal aku jauh dari kata dikenal orang. membicarakan kehebatanku, yang sesungguhnya diriku tak punya sesuatu yang bisa ditonjolkan.
hanya sebuah basa-basi palsu untuk mengesankan wanita, padahal aku rasa ini akan membuat wanita yang baru mengenalku ilfiiel.
di awali dengan perjalanan oveboden dan band bocor, menambah kecanggunganku harus bersikap bagaimana aku didepan wanita yang saat ini bersamaku. semua terasa kikuk. canggung. bingung. tapi Dewi wanita yang murah senyum dan humble selalu membuat hatiku lega. mungkin dia tidak akan pernah merasa ilfiel dan akan memahami keadaan. masuk jalan overbodden karena lama tak pernah mengitari kota. ban bocor karena nasip mengantarkan kita harus lebih intim mengobrol dibengkel sambil mengenal. namun aku serasa bukan aku yang sesungguhnya. aku seperti menjelma menjadi oranglain yang bahkan diriku sendiri tak mengenalinya.
Malam ini aku bersama sang Dewi. Dewi seperti namannya. Dewi yang mungkin akan menjadikan kulit baru untuk membalut masalalu yang menyakitkan. Dewi yang akan mengantarkanku pada hati yang akan lama hilang. Pelabuhan baru untuk perahu rapuhku.
aku kira semua akan berjalan mulus, dan aku bisa mendapatkan hatimu.
aku kira semua akan mudah move on dan bisa bergetar disampingmu.
namun tak semudah itu, potongan-potongan masalalu selalu hadir disetiap obrolan yang ku mulai dengannya. status BBM, WA, Instastory penuh dengan kata rindu dengan orang yang sudah mati.
ya, masalaluku pahit karena hubunganku dengan seorang wanita yang aku cintai selama SMA sampai berkuliah kandas ditangan mantannya. dua tahun sudah aku berpisah dengannya namun aku masih belum bisa melepasnya dan dia pun masih menarik ulur hatiku sampai dia terbaring sakit.
masalalu harus kuhapuskan, karena dia sudah pergi meninggalkanku selamanya, bukan hanya pergi dari mantannya, namun saat dia sudah kembali ku dapatkan dengan cara burukku, Tuhan selalu mencari cara agar aku melepasnnya. Tuhan mengirim sakit bernama leokimia padanya. 3 bulan aku menemaninya di rumah sakit terbesar di Semarang. RSUD Kariadi saksi kembali kedekatanku dengan masalaluku. namun hanya berlangsung 3 bulan, leokimia menghancurkan semua harapanku untuk bersanding dengannya, memupuskan impianku untuk menikahi wanita yang ku cintainya. tepat dihari jadianku bersamanya, ia menghembuskan nafas terakhirnya. ahhh muak jika aku membahasnya terlalu dalam. biar kusimpan rapi dalam hati. sudah saatnya aku benar-benar pergi dari sesuatu yang sudah menjadi ilusi. dan kini ada Dewi disini.
Dewi. sosok yang mungkin akan menjadikanku jatuh hati. namun aku merasakan suatu kehambaran dalam hati. tiap aku menatap matanya, melihat wajahnya, bertemu dan mengobrol dengannya, hatiku serasa biasa. tak ada perasaan istimewa yang membuatku melayang dan berimajinasi tentangnya dimasa depan. mungkin karena ini masih awal, ini baru sebentar, butuh waktu.
Namun saat aku berhenti mengabarinya. aku serasa rindu, saat dia posting foto dengan lelaki, hatiku serasa kena. aku mulai merasakan cemburu. kenapa aku harus cemburu. ini baru awal.
dan aku pun memberanikan bertanya tanpa pikir panjang, tanpa berpikir Dewi akan mencurigai bahwa dia akan menjadi target hatiku, aku bertanya siapakah dia? dan dia menjawab, dialah adiknya yang ia ceritakan saat di Whatsapp denganku, adiknya selalu dipikir kekasihnya terlihat seumuran. wahh aku pun langsung tengsin dan sangat malu untuk mengakui bahwa aku sempat cemburu. Namun, dia menjelaskan seakan dia ingin menenangkan hatiku. disiniah hatiku mulai terbuai melayang jauh kepadanya. ku pikir dia mulai bisa menerimaku sebagai lelaki yang akan hadir di hatinya. kukira dia akan mau membukaan hatinya untukku suatu saat nanti. ini hanya soal waktu dan butuh pengenalan yang lebih intim.
namun, ku kira semua akan berjalan mulus, tetiba sifatnya berubah seketika. saat dahulu pesanku seakan mudah sekali ia balas, kini hanya tersampaikan tanpa dibaca. semakin kesini semakin memburuk saat aku mencoba menanyakan perubahan yang mendadak terlalu cepat seperti bunglon berpindah habitat.
saat aku bertanya, penjelasannya membuatku terdiam. otakku seketika berhenti berpikir, tubuhku seolah-olah kaku hanya detak jantung yang semakin cepat pertanda kaget. sekita 0,7 detik kemudian akupun tak mempercayai apa yang ia katakan. kenapa dia berkata seperti itu, kenapa sejauh itu dia berpikir, padahal aku saja baru hanya berniat, belum dimulai.
Aku menghembuskan nafas pendek setelah ia berkata.
"Aku hanya tidak ingin mas salah persepsi atau merasa baper dengan balasan-balasanku selama ini, daridulu aku hanya ingin membuat mas tersenyum atas masalalu mas yang menyedihkan, hanya itu tidak lebih. aku hanya ingin menjadi adik yang baik untuk kakaknya yang sedang patah arah, sampai kapanpun tetap menjadi adik yang baik, aku tidak ingin menyakiti mas ketika dikira PHP."
Seketika pula mendengar kata aku baper dengan chatingan, aku bakal kena PHP, disitulah aku tak pikir panjang langsung tak menerimannya, aku memang sangat membenci kata baper dan PHP. Aku paling membencinya. apalagi dengan tuduhannya yang kurasa ada kesalahan total tapi pun ada benarnya.
aku merasa terhinda dengan anggapan itu, aku lontarkan semua penjelasan kedekatanku dengannya. namun mungkin semuanya bukan menjadikanku lebih lega, permasalahan justru semakin merumit.
kurang kontrol ucapanku membuat Dewi tertekan dan merasa terhina. aku melakukan kesalahan. awal dia yang seharusnya merasa bersalah akibat ucapannya padaku, justru malam menjadikan boomerang padaku karna ucapanku yang tidak terima. bak seperti boomerang seketika berbalik. posisiku sekarang adalah oarang yang bersalah.
ahh pertikaian dan perselisihan semakin rumit. hubungan yang dimulai dengan baik sekarang menjadi sebuah kebencian yang pelik.
Aku yang akan memulai membuka hati dan akan menetapkan hati baru, justru sudah ditangkis dahulu sebelum aku mulai melemparkan. dan kini menjadi bola mati untukku sendiri, dan lawan mainku pergi tanpa mengakhiri.
hari demi hari terlalui, aku selalu berusaha mencari waktu untuk menjelaskan secara langsung, karena pertikaian tersebut hanya dimulai di pesan dan berakhir ddi dalam pesan. tak pernah sekalipun bertemu.
bulan demi bulan sudah terlalu, bukan menjadikan semakin adem, masalah justru semakin menyudutkaku untuk wajib dibenci. aku selalu berusaha mengejar dan menghubungi untuk sekadar berrtemu dan mengubah keadaan seperti semulai, saat aku dan dia hanya saling kenal dan saling senyum menyapa. itu sudah membuatku lega dan cukup untuk mengakhiri cerita yang tak jadi dibuat. kita diibaratkan sebuah draf yang sudah mulai ku tulis, tinggal ku rangkai, namun draff tersebut hilang. dan aku bingung bagaimana mengembalikannya kecuali dengan memulai dengan lembaran kosong. namun lembaran kosong tersebut sudah tak bisa kudapatkan.
dan sampai saat ini, hingga detik ini. masalah ini tak berakhir dengan baik dan rampung. hanya menjadikan draf yang hilang begitu saja. namun menjadi kebencian yang abadi.
dengan tulisan ini aku hanya ingin mengenang cerita yang tak jadi menjadi cerita, konflik yang tak memiliki klimaks ataupun penyelesaian. selesai, seperti cerita yang bersambung di episode tengah.
tapi dengan ini hanya ingin kukatakan, walaupun tak jadi cerita, tak jadi ku bisa mengenalmu lebih jauh, jujur ku akui semakin lama kesini saat kamu semakin hilang, justru disitulah aku semakin berusaha mencari, dan memikirkanmu. hingga detik ini. kau masih menjadi Dewi separuh hatiku yang enggan untuk aku buang, bahkan enggan aku genapi sebelum semuanya diselesaikan untuk membuat hatiku memilih menghapusnya atau menggenapkan.