Rabu, 06 September 2017

Dewi setengah hati

Sumber: pXhere

Malam ini, tepat kembali digelarnya pesta lampion Banjir Kanal yang diselenggarakan oleh Dinas UMKM Semarang untuk memperkenalkan produk-produk UMKM kota Semarang. Tepat 2 tahun pula dimana aku dan dia menikmati pesta lampion untuk pertama kalinya.
kali ini aku kembali datang. bukan dengannya. namun dengan wanita yang baru dekat satu bulan.
Adik satu kampus. wanita yang dahulu pernah menarik mataku disaat bertemu dijalan tak sengaja disapa dan pernah pula menyukai lewat sapaan yang begitu manis dan memesona. Dahulu aku berpikir bagaimana bisa berkenalan dengannya, sedangkan kita bertemu hanya saling tatap sekejap lalu meninggalkan bekas senyum yang menyelinap dalam ingatan.
tiga kali sudah aku pernah disapanya, namun aku tak pernah menanyakan namanya, sebab malu keburu melanda saat dia mengenalku namun aku auch.
dahulu aku ingin sekali mencari cara agar bertemu kembali dengannya, namun sekarang tak perlu mencari karena sekarang aku bersamanya di tempat ini. Banjir Kanal, pertamakali aku membawanya, juga pertama kali kenangan terangkai indah bersama masalalu.
dahulu aku ingin dengan sengaja mencoba berbincang sekata atau beribu kata hanya untuk ingin mengenalnya. namun itu hanya keinginan semata yang datang saat hati ini butuh lari dari masalalu. butuh pergi dari sesuatu yang sangat menyakitkan. sudah hampir dua tahun hati ini terkurung dalam jebakan satu hati yang sangat berarti namun seperti pisau belati yang terus merobek hati sampai mati hidup lagi. berulangkali.
tapi kini keadaan sudah berbeda, aku sudah harus benar-benar move on dari masalalu yang menyakitkan. masalalu yang indah. pergi dari hati yang tak mungkin dapat dicari. masalaluku dengannya kini hanya berbungkus kenangan indah di kota Semarang.
Kini wanita yang hanya bisa aku temui tanpa sengaja dijalan cuma kekadar menyapa, sekarang sudah setiap saat aku bisa menikmati nyamannya berbincang via Whatsapp. berbagi cerita, berbagi pengalaman, berbagi rasa soal kesukaan bahkan suka mengirim lagu-lagu yang ku sukai untuk didengarkan olehnya.
malam ini, di Banjir Kanal aku kembali mencoba terbuka dengan wanita lagi. Mencoba membuka hati setelah hati ini mati ditinggal mati oleh sang pemilik hati sejati. kepadamu Dewi.
mungkin karena lamanya aku tak pernah berbincang langsung kepada wanita. pembicaraanku selalu garing. membicarakaan kelebihanku yang seolah-olah aku terkenal padahal aku jauh dari kata dikenal orang. membicarakan kehebatanku, yang sesungguhnya diriku tak punya sesuatu yang bisa ditonjolkan.
hanya sebuah basa-basi palsu untuk mengesankan wanita, padahal aku rasa ini akan membuat wanita yang baru mengenalku ilfiiel.
di awali dengan perjalanan oveboden dan band bocor, menambah kecanggunganku harus bersikap bagaimana aku didepan wanita yang saat ini bersamaku. semua terasa kikuk. canggung. bingung. tapi Dewi wanita yang murah senyum dan humble selalu membuat hatiku lega. mungkin dia tidak akan pernah merasa ilfiel dan akan memahami keadaan. masuk jalan overbodden karena lama tak pernah mengitari kota. ban bocor karena nasip mengantarkan kita harus lebih intim mengobrol dibengkel sambil mengenal. namun aku serasa bukan aku yang sesungguhnya. aku seperti menjelma menjadi oranglain yang bahkan diriku sendiri tak mengenalinya.
Malam ini aku bersama sang Dewi. Dewi seperti namannya. Dewi yang mungkin akan menjadikan kulit baru untuk membalut masalalu yang menyakitkan. Dewi yang akan mengantarkanku pada hati yang akan lama hilang. Pelabuhan baru untuk perahu rapuhku.
aku kira semua akan berjalan mulus, dan aku bisa mendapatkan hatimu.
aku kira semua akan mudah move on dan bisa bergetar disampingmu.
namun tak semudah itu, potongan-potongan masalalu selalu hadir disetiap obrolan yang ku mulai dengannya. status BBM, WA, Instastory penuh dengan kata rindu dengan orang yang sudah mati.
ya, masalaluku pahit karena hubunganku dengan seorang wanita yang aku cintai selama SMA sampai berkuliah kandas ditangan mantannya. dua tahun sudah aku berpisah dengannya namun aku masih belum bisa melepasnya dan dia pun masih menarik ulur hatiku sampai dia terbaring sakit.
masalalu harus kuhapuskan, karena dia sudah pergi meninggalkanku selamanya, bukan hanya pergi dari mantannya, namun saat dia sudah kembali ku dapatkan dengan cara burukku, Tuhan selalu mencari cara agar aku melepasnnya. Tuhan mengirim sakit bernama leokimia padanya. 3 bulan aku menemaninya di rumah sakit terbesar di Semarang. RSUD Kariadi saksi kembali kedekatanku dengan masalaluku. namun hanya berlangsung 3 bulan, leokimia menghancurkan semua harapanku untuk bersanding dengannya, memupuskan impianku untuk menikahi wanita yang ku cintainya. tepat dihari jadianku bersamanya, ia menghembuskan nafas terakhirnya. ahhh muak jika aku membahasnya terlalu dalam. biar kusimpan rapi dalam hati. sudah saatnya aku benar-benar pergi dari sesuatu yang sudah menjadi ilusi. dan kini ada Dewi disini.
Dewi. sosok yang mungkin akan menjadikanku jatuh hati. namun aku merasakan suatu kehambaran dalam hati. tiap aku menatap matanya, melihat wajahnya, bertemu dan mengobrol dengannya, hatiku serasa biasa. tak ada perasaan istimewa yang membuatku melayang dan berimajinasi tentangnya dimasa depan. mungkin karena ini masih awal, ini baru sebentar, butuh waktu.
Namun saat aku berhenti mengabarinya. aku serasa rindu, saat dia posting foto dengan lelaki, hatiku serasa kena. aku mulai merasakan cemburu. kenapa aku harus cemburu. ini baru awal.
dan aku pun memberanikan bertanya tanpa pikir panjang, tanpa berpikir Dewi akan mencurigai bahwa dia akan menjadi target hatiku, aku bertanya siapakah dia? dan dia menjawab, dialah adiknya yang ia ceritakan saat di Whatsapp denganku, adiknya selalu dipikir kekasihnya terlihat seumuran. wahh aku pun langsung tengsin dan sangat malu untuk mengakui bahwa aku sempat cemburu. Namun, dia menjelaskan seakan dia ingin menenangkan hatiku. disiniah hatiku mulai terbuai melayang jauh kepadanya. ku pikir dia mulai bisa menerimaku sebagai lelaki yang akan hadir di hatinya. kukira dia akan mau membukaan hatinya untukku suatu saat nanti. ini hanya soal waktu dan butuh pengenalan yang lebih intim.
namun, ku kira semua akan berjalan mulus, tetiba sifatnya berubah seketika. saat dahulu pesanku seakan mudah sekali ia balas, kini hanya tersampaikan tanpa dibaca. semakin kesini semakin memburuk saat aku mencoba menanyakan perubahan yang mendadak terlalu cepat seperti bunglon berpindah habitat.
saat aku bertanya, penjelasannya membuatku terdiam. otakku seketika berhenti berpikir, tubuhku seolah-olah kaku hanya detak jantung yang semakin cepat pertanda kaget. sekita 0,7 detik kemudian akupun tak mempercayai apa yang ia katakan. kenapa dia berkata seperti itu, kenapa sejauh itu dia berpikir, padahal aku saja baru hanya berniat, belum dimulai.
Aku menghembuskan nafas pendek setelah ia berkata.
"Aku hanya tidak ingin mas salah persepsi atau merasa baper dengan balasan-balasanku selama ini, daridulu aku hanya ingin membuat mas tersenyum atas masalalu mas yang menyedihkan, hanya itu tidak lebih. aku hanya ingin menjadi adik yang baik untuk kakaknya yang sedang patah arah, sampai kapanpun tetap menjadi adik yang baik, aku tidak ingin menyakiti mas ketika dikira PHP."
Seketika pula mendengar kata aku baper dengan chatingan, aku bakal kena PHP, disitulah aku tak pikir panjang langsung tak menerimannya, aku memang sangat membenci kata baper dan PHP. Aku paling membencinya. apalagi dengan tuduhannya yang kurasa ada kesalahan total tapi pun ada benarnya.
aku merasa terhinda dengan anggapan itu, aku lontarkan semua penjelasan kedekatanku dengannya. namun mungkin semuanya bukan menjadikanku lebih lega, permasalahan justru semakin merumit.
kurang kontrol ucapanku membuat Dewi tertekan dan merasa terhina. aku melakukan kesalahan. awal dia yang seharusnya merasa bersalah akibat ucapannya padaku, justru malam menjadikan boomerang padaku karna ucapanku yang tidak terima. bak seperti boomerang seketika berbalik. posisiku sekarang adalah oarang yang bersalah.
ahh pertikaian dan perselisihan semakin rumit. hubungan yang dimulai dengan baik sekarang menjadi sebuah kebencian yang pelik.
Aku yang akan memulai membuka hati dan akan menetapkan hati baru, justru sudah ditangkis dahulu sebelum aku mulai melemparkan. dan kini menjadi bola mati untukku sendiri, dan lawan mainku pergi tanpa mengakhiri.
hari demi hari terlalui, aku selalu berusaha mencari waktu untuk menjelaskan secara langsung, karena pertikaian tersebut hanya dimulai di pesan dan berakhir ddi dalam pesan. tak pernah sekalipun bertemu.
bulan demi bulan sudah terlalu, bukan menjadikan semakin adem, masalah justru semakin menyudutkaku untuk wajib dibenci. aku selalu berusaha mengejar dan menghubungi untuk sekadar berrtemu dan mengubah keadaan seperti semulai, saat aku dan dia hanya saling kenal dan saling senyum menyapa. itu sudah membuatku lega dan cukup untuk mengakhiri cerita yang tak jadi dibuat. kita diibaratkan sebuah draf yang sudah mulai ku tulis, tinggal ku rangkai, namun draff tersebut hilang. dan aku bingung bagaimana mengembalikannya kecuali dengan memulai dengan lembaran kosong. namun lembaran kosong tersebut sudah tak bisa kudapatkan.
dan sampai saat ini, hingga detik ini. masalah ini tak berakhir dengan baik dan rampung. hanya menjadikan draf yang hilang begitu saja. namun menjadi kebencian yang abadi.
dengan tulisan ini aku hanya ingin mengenang cerita yang tak jadi menjadi cerita, konflik yang tak memiliki klimaks ataupun penyelesaian. selesai, seperti cerita yang bersambung di episode tengah.
tapi dengan ini hanya ingin kukatakan, walaupun tak jadi cerita, tak jadi ku bisa mengenalmu lebih jauh, jujur ku akui semakin lama kesini saat kamu semakin hilang, justru disitulah aku semakin berusaha mencari, dan memikirkanmu. hingga detik ini. kau masih menjadi Dewi separuh hatiku yang enggan untuk aku buang, bahkan enggan aku genapi sebelum semuanya diselesaikan untuk membuat hatiku memilih menghapusnya atau menggenapkan.