Rabu, 09 Maret 2016

Apa yang akan kamu lakukan jika kematianmu sudah dekat?

Carton by Pulsk
Aku adalah seorang remaja yang sudah mendapatkan banyak pengalaman hidup yang luar biasa, dari kesedihan, kesenangan, keburukan, kebaikan, semua sudah pernah kurasakan. Cinta. Bisnis. Teman. Sahabat. Keluarga. Pendidikan. Sudah pernah kudapatkan semuanya,
Akhir-akhir ini ada satu yang mengganjal dari pikiranku. Apa yang terjadi pada diriku akhir ini?
aku kehilangan jati diriku, aku kehilangan tujuan hidup, aku bahkan tak punya lagi semangat hidup, untuk apa hidup? Ya inilah yang sedang kurasakan. Rasa malas berhari-hari yang hanya diisi dengan lamunan kosong, beribadah kepada Tuhan dan berdiam diri dikamar.Hanya itu. Aku lupa apa itu kesenangan hiburan, aku lupa apa itu perasaan cinta, apa lupa jalan untuk pulang, aku pun lupa bagaimana cara melakukan aktifitasku.
Semua perasaan dan keinginanku sudah hilang entah apa yang ingin kulakukan. Serasa tak ada gunanya lagi untuk hidup jika seperti ini dan hanya akan terus menambah dosa dan menyakiti banyak orang setelah ku merasakan betapa luar biasanya aku tak dibutuhkan dan dibuang seakan aku tak ada gunanya bagi siapapun bahkan hanya membuat luka setiap orang yang bercakap denganku.
sebuah ancaman jika mereka harus terus merasakan ketidaknyaman ketika masih adanya aku yang sangat jahat, pembohong besar, dan tak bisa melakukan apa-apa. Ibarat diriku adalah tokoh musuh dalam serial kartun. Penghancur kebahagiaan manusia. Ingin menumbuhkan jalan sendiri untuk memusnahkan semua kemunafikan dan kejahat dunia untuk pemurnian dunia. Mungkin itu adalah gambaran keinginan dan karakterku jika masuk dalam serial kartun.
Tapi aku sungguhlah takut akan kematian. Tapi apa yang kurasakan sekarang sungguh ku merasakan ketakutan hingga rasa kosong dalam hidup, apa lagi yang harus kukerjakan, dan bayang-bayang ketakutan akan siksa neraka. Hari ini dimulainya gerhana matahari total. Tepat hari ini pula sudah mendekati lebih dari 3 hari 3 malam aku belum memejamkan mataku, walaupun banyak sekali cara kulakukan untuk memejamkan mata, dari membaringkan badan berjam-jam tak ada hasil sampai memaksakan aktifitas untuk membuat tubuh sangat lelah. Semuanya hanya membuatku semakin ringan dan tak terkontrol pergerakan tubuhku. Mataku sungguh sudah sangat lelah, satu pintaku kali ini hanya ingin memejamkan mataku untuk mengistirahatkan semua tubuhku.
Banyak orang yang mengatakan aku selalu berlebihan dan terlalu bodoh. tapi kali ini aku hanya ingin menuliskan semua catatancatatan kenangan akhir untuk diriku sendiri, yang entah mungkin ini adalah detika-detik kematianku yang sesungguhnya setelah sekian lama aku selalu mengarang tentang kematian dan sulit untuk mendefinisikan, semua tulisanku akhir-akhir ini adalah catatan urutan kenangan untuk diriku sendiri. Semoga orang yang pernah menyia-nyiakanku dan menyakitiku akan tahu perbedaan setelah aku benar-benar meninggal dengan saat aku masih ada bersama mereka.
Mungkin akan menjadi kebahagiaan yang luar biasa bagi mereka dan akan menjadi akhir dari lelahnya merasakan sakit hati dari pembully-an hinaan, cacian makian mereka padaku sampai menyia-nyiakanku hanya demi satu tujuan mereka bahkan ada orang yang benar-benar tega berkali-kali menyakitiku dan membuat kesalahan sampai pada akhirnya memutus tali silaturahmi setelah tak membutuhkanku lagi, dibuangnya ku begitu saja dengan teganya dan tak merasa bersalahnya mereka melakukan itu berkali-kali yang dimudahkan dengan ucapan terimakasih tapi terus melakukan tanpa bisa memperbaikinya. Sungguh banyak orang yang telah menyia-nyiakan diriku dan menganggapku tak penting dan tak ada gunanaya bagi mereka.
Tapi disela-sela penyesalanku pada mereka, ini pun bentuk rasa ungkapan maaf jika adanya aku dihidup mereka hanyalah sebagai pengganggu yang menghancurkan kebahagiaan manusia. Jika semua ini memang pertanda ku harus menyudahi kontrak dengan Tuhan didunia. Aku hanya memiliki satu senjata untuk memperbaiki semua kesalahanku pada mereka yang pernah menyakitiku. Ku lakukan apa yang aku bisa untuk membahagiakan mereka dengan senyuman, doa, keceriaan dan Kebajikanku.
Melakukan kebaikan untuk mengakhiri cerita adalah hal yang indah bagi setiap insan.


The Law Of TRP

Rabu, 02 Maret 2016

Kembalinya Mimpi itu

Naskah Drama Topeng Kayu by Kuntowijoyo
Hari ini pertama kali aku menjejaki kembali kampusku tercinta. Setelah sekian lama menghilang waktu liburan dan vakum sementara diawal perkuliahan. Hari ini ku awali lagi untuk kembali belajar setelah kemarin ada suatu masalah dan tekanan sehingga ragu untuk melanjutkan kuliahku kembali. Semua amanah yang sudah ku dapatkankan pun sudah ku lepas semua untuk mengundurkan diri. Hanya ada aku dan kampus saja kali ini.
Setelah sekian lama aku tak bertemu dengan teman-temanku dan semua orang yang ingin aku temui, kini harus kumulai kembali dengan senyuman pasi yang terasa asing karena lama tak berbaur dengan mereka. Sebuah perasaan yang kurang baik. Kuawali pagi hari ini dengan bermimpi. Entah mimpiku kembali mengingat pada masalaluku.

"Sempat berpikir aku sudah bisa melupakannya. Wanita yang pernah menjadi penyemangat hidupku dan sebuah anugerah terindah pernah bersama. Mungkin karena keadaan yang memang bisa membantu setelah dia mengulangi kesalahannya untuk memutus kontak. Entah apa yang dia pikirkan pada akhirnya dia selalu mengulangi kesalahannya yang begitu fatal karena memutus kontak hanya demi cinta. Memutus tali silaturahmi yang pernah ia akui salah, kini harus ia lakukan lagi demi membahagiaan orang yang ia cintai, mengorbankan segalanya untuk cinta bahkan karena kebutaan cintanya.
Sempat ku berpikir mungkin inilah awal yang baik untuknya, ketika aku kembali ia buang dan putuskan kontak. Semua akan menjadi kebahagiaan yang telak baginya. Jika aku sebagai orang yang tulus menyintai dia, pasti apa yang ia putuskan adalah putusan yang baik pula untukku demi kebahagiaanya. Ketika sekarang memutus kontak. Tanpaku ia akan jauh lebih bahagia tanpa gangguan ancaman hubungan yang rusak karena adannya diriku, ia jauh lebih nyaman menjalani cintanya tanpa kedatanganku yang selalu merusak keadaan dan menyakitinya. Ia lebih bahagia dengan orang yang ada untuknya dan sangat menyayanginya, membuatnya selalu bahagia dan tertawa, tak ada lagi kesedihan dan rasa bersalah lagi untuknya, ia lebih baik lagi karena ada orang yang jauh lebih sempurna dariku yang bisa membimbingnya lebih dewasa, lebih mandiri, lebih bisa menjaga emosi, bahkan menuntunya menuju kebaian ketimbang saat aku masih ada dihidupnya. Ia lebih salehah karena ia memiliki orang yang terus membawanya pada jalan yang benar, tanpa maksiat lagi, bisa menjaga dirinya lagi, bahkan tak menodai dan merusaknya lagi untuk direndahkan karena sebuah pacaran dan cinta ketimbang saat bersamaku, aku adalah orang yang paling jahat. Ia akan selalu bahagia dan tersenyum karena tak ada lagi aku yang selalu membuatnya menangis dan kecewa.
Mungkin semua itu adalah keputusan yang sangat baik untuknya jika memutus kontak denganku adalah hal yang paling baik untuk kebhagiaannya, walaupun sempat ku merasakan kecewa bahkan sampai benar-benar membencinya ketika ia kembali datang saat membutuhkanku lalu ia kembali memutuskan hubungan bahkan saat aku membutuhkannya dia abaikan begitu saja dan tak peduli dengan orang yang membutuhkannya karena kebahagiaanya sendiri. Sempat aku merasa kecewa karena sampai sosmedku pun ia blok semua dan benar-benar memutuskan tali silaturahmi kembali demi menjaga hubungan cintanya.
Sebuah kesalahan yang kembali ia lakukan kembali saat semuanya akan ia rasakan sendiri nantinya. Karena ketika ia memutuskan hubungan dan tali silaturahmi maka ia akan terkena sebuah kehilangan. Satu silaturahmi ia putuskan, dan bahkan sempat ia mengakui kesalahan tapi pada akhirnya kembali ia lakukan tanpa bisa belajar dari pengalaman sebelumnya. ia sudah memutuskan satu tali pintu rezekinya sendiri hanya demi laki-laki, ia putuskan satu ketenangan hidup yang akan ia dapatkan kelak karena memutuskan tali silaturahmi demi cinta pula, bahkan ia mengorbankan orang dan menyakiti satu insan demi mempertahankan mati-matian hubungan cintanya. Satu hal yang aku takutkan ketika ia melakukan itu lagi padaku yang dahulu sempat berjanji untuk memperbaikinya, adalah aku menjadi orang yang jahat dan mengumpat padanya dan menyumpahinya karena kemarahanku yang besar diawal cerita ia putuskan hubungan kembali. Ia akan mendapatkan balasannya sendiri suatu saat nanti dan belum sempat ia meminta maaf kepada orang yang ia sakiti, pada akhirnya dibawa mati. Hal itulah yang kupikirkan saat itu. Disaat mungkin aku yang sebagi orang yang diputus dan disakitinya karena memutuskan tali silaturahmi demi cinta, sedang mengalami musibah yang menjadikan keputus asaan, tetapi aku masih belum berpikir jernih dan menganggap semua itu adalah kebutaanya pada cinta sehingga ia lakukan kesalahannya kembali.
Dan kini aku sadar, semua itu adalah bentuk alasan untuk membahagiaannya, karena ketika masih adanya aku dihidupnya, ia tak akan pernah bahagia. Itulah pilihan yang terbaik untuknya sehingga ia dapat hidup dengan bahagia terlepas dari aku orang yang paling jahat yang pernah ia kenal. Bodohnya aku baru menyadari semua itu, karena aku hanya selalu dikuasai oleh amarah yang membuat keputusan ini menyakitiku adalah keburukan. Kini aku sudah menyadarinya dan jika ini adalah jalan yang terbaik untuknya memutuskan hubungan denganku selamanya dan mengulangi kejadian dahulu. Aku akan memaafkan semuanya walaupun cari ini salah, entah ia akan kembali datang untuk meminta maaf atau bahkan tak akan pernah kembali untuk meminta maafpun sudah kumaafkan semuanya, semoga apa yang ia putuskan benar-benar akan membuatnya bahagia. Tak ada lagi bayang-bayang dariku lagi dan rasa bersalah lagi. Tak ada lagi teringat aku yang jahat ini, tak ada lagi kegelisahan dan penyesalan ketika akupun mungkin tak bisa ditemui lagi bahkan tak ada lagi didunia, sudah kumaafkan semua. Aku tahu itu semua adalah cara yang terbaik untuk kebaikanmu.
teruntukku pun juga."

Tepat dihari awal ku mulai masuk kuliah ini, kembalilah perasaanku kembali, entah kenapa aku kembaliu merindukannya, dan ingin mengetahui kabarnya, tapi aku sadar dengan semua penjelasanku tadi, memutuskan hubungan dan lepas dari hidupku adalah kebahagiaanya. Kini entah kenapa perasaanku kembali padanya dan sangat merindukannya. Ada pikiran dalam benak aku tak akan bisa lupa ia telah membuangku kembali dan memutuskan kontak selamanya yang membuatku benci padanya, semua pikiran itu agar aku bisa benar-benar melupakannya dan tak memiliki perasaan sedikitpun, tapi kenapa semua itu harus dihadirkan kembali dalam mimpiku yang sempat bisa lepas dari bayangnya. Rinduku ini tak pernah bertepi dan selalu kembali hadir. Takdir apa yang harus aku rasakan saat ini.