Depan warung usus mercon
patemon tepat berhadapan depan muka gang kecil yang diapit rumah kosong dan
konter. Aku menunggu diatas motorku. Menanti seseorang dari arah gang untuk
menampakan batang hidungnya. Pagi itu masih sangat cerah dan suara burung masih
terdengar dari pohon-pohon didalam rumah kosong itu. rumah yang sudah sangat
tua dan dipenuhi dengan sampah-sampah daun kering. Aku melamunkan sebuah
kenangan masalaluku yang begitu indah. Kenangan saat aku masih kecil bermain
dibelakang rumah bersama temanku. Diatas pasir dibuatnya sirkuit mobil dengan
batu sebagai mobilnya. Waktu itu aku tak bisa membeli mainan, hanya batu yang
selalu aku cari untuk dijadikan mobil. Mobil sedan tentunya seperti yang aku
sukai sejak aku tahu tentang mobil.
Lamunanku terbuyar dengan
datangnya mobil yang melaju cepat lewat didepanku. Sekiranya tiba, aku melihat
rumah yang misal dirawat pasti akan menjadi bagus. Rumah yang lumayan luas dan
halaman kanannya yang cukup luas bisa untuk dibuat sebuah usaha atau tempat
bermain keluarga. aku membayangkan ketika berkeluarga nanti mempunyai satu
istri yang cantik dan satu anak yang masih kecil. Bermain bersama dihalaman itu
bersama balon yang aku terbangkan. Dipojok belakang ada sebuah kursi goyang
yang tergantung diantara pohon-pohon besar
Aku membayangkan kebahagiaanku menjadi
pengusaha muda yang sukses. Tak perlu memakai pakaian rapi, memakai jas,
berdasi, dan bersepatu. Tapi cukup nyaman bersama keluarga dirumah idaman
dengan pekerjaan yang menyenangkan santai tapi menghasilkan uang yang cukup
untuk membahagiakan keluarga kecilku, usaha yang berada disamping rumah, dibuat
kafe yang selalu ramai dan tempt berkumpulnya sebuah organisasi kampus maupun
komunitas. Dua andaian yang sangat indah hanya dengan melihat rumah kosong yang
sudah tua. Tak pernah terawat lagi, dipenuhi dengan lumut-lumut dan rumput liar
dihalaman, ditutup gerbang yang selalu tertutup.
Andaianku waktu itu
sangatlah indah, dan menunggu teman yang sangat lama menjadi menyenangkan dan
menikmati suasana pagi itu. kebetulan aku sedang ada acara musyara pergantian
kepengurusan suatu organisasi muslim dikampus. Aku menunggu temanku yang
sekarang menjadi mas’ul. Ketika aku mulai bosan menatap rumah itu. rumah yang
mulai aku kagumi letak strategisnya dan desain bentuk rumah dengan tamannya.
Aku mencoba berkaca dispion motorku. Aku memandang wajahku yang masih pucat
pasi karena sakit. Wajah yang selalu sedih. Aku berkata dalam hati “apakah
hidupku kelak akan bahagia seperti apa yang selalu aku bayangkan ya?”.
“Hey”
Hentakan yang terdengar
dari belakang beserta tangan yang memegang pundakku tiba-tiba.
“Loh datang kapan lu ek?”
aku langsung menanyakan dengan nada yang terheran.
“barusan, liat lo ngaca.
Percumah gak bakal berubah nasip lo kalo Cuma ngaca ton.”
Aku pun bersegera
menyalakan motor tanpa banyak basa-basi dipinggir jalan.
“sudahlah, langsung
berangkat saja. Sudah telat nih, kasihan yang lain.”
Motorku melaju dengan
cepat menuju tempat acara dan meninggalkan rumah kosong itu.
Keesokan harinya ketika aku
ada waktu kosong dan tak punya agenda. Aku menyempatkan jalan-jalan mencari
hiburan dengan melewati tempat itu dan melihatnya sambil kembali membayangkan
kebahagiaan jika aku dapat membeli rumah itu. setiap aku melewati rumah itu aku
selalu mendoakannya agar kelak aku benar-benar bisa mendapatkannya. Aku selalu
berdoa untuk bisa membeli dan mendapatkannya sebelum kedapatan oranglain
tentang strategisnya rumah itu ketika bisa dirawat dan tahu letak peluang yang
sangat bagus.
Aku menyukai rumah yang
sederhana dan kosong tak terawat yang banyak orang tidak meliriknya dan bahkan
bisa menjadi sesuatu yang besar suatu saat nanti, karena aku tahu peluang dari
suatu letak rumah itu. dan aku selalu mendoakannya agar aku bisa mendapatkannya
kelak. Semua itu seperti dirimu. Kamu adalah wanita idamanku yang tak banyak
orang melirikmu indah, tapi sesungguhnya sangat menawan. Dengan segala
kesederhanaanmu dan tak dimiliki oleh siapapun. Kamu mempunyai potensi besar
akan wawasanmu yang luas dan punya bakat yang terpendam. Dan aku ingin sekali
memilikimu untuk menjadikan sebuah rumah idaman, tempat tinggal hati yang
nyaman dan indah. Menjadikan diriku bahagia dan sejuk oleh kasih sayangmu.
Sebuah keindahan tidak
hanya bisa dilihat dari pandangan mata sekilas, tapi sebuah perasaan hati yang
tak dapat diungkapkan secara nyata. Menyintai tak hanya dilihat dari wajah,
sifat, bahkan keimanan seseorang karena terkadang cinta itu buta. Dan cinta
tanpa syarat dan tak ada alasan itulah dapat mengalahkan semuanya tanpa
membanding-bandingkan dengan yang lain. cinta sejati adalah ketika kita
menemukan jiwa kita terpaut dengan hatinya dan dapat merasakan semua apa yang
ada padanya. Seperti saat ini aku menemukan sesuatu hatiku yang masih tertancap
dalam pada masalaluku.
Akhirnya rumah yang
selalu aku doakan, setelah sekian lama aku tak melihatnya dan melewatinya.
Sekarang sudah dibeli oranglain yang sudah menemukan peluang dalam rumah dan
halaman itu. rumah yang dibersihkan dan direnocasi dengan begitu teliti dan
halaman yang sudah mulai dibuat tempat usaha. Ternyata apa yang aku pikirkan
tentang peluang rumah itu sudah diketahui dan didapatkan oranglain terlebih
dahulu sebelum aku mendapatkan uang untuk membelinya. Suatu kematangan dan
pekerjaan yang sudah mapan bisa mendapatkan itu terlebih dahulu ketimbang aku
yang hanya bisa berdoa setiap saat dan belum bisa mendapatkan apa-apa karena
keadaan dan kondisi yang memang belum memungkinkan.
Semua itu sama halnya
dengan perasaanku sekarang yang tahu hatiku yang terpaut pada seorang wanita yang
aku kenal dari pandangan tak sengajaku. Sekian lama aku tak berjumpa dengannya
dan tak tahu lagi tentangnya. Setelah bertemu dia sudah memakai cincin
ditangannya dan telah dihibah oleh oranglain. Dia telah menemukan jantung
hatinya, yaitu orang yang lebih mapan dari segi usianya, pekerjaannya, serta
ketampanannya. Orangitu sangat beruntung bisa mendapatkan wanita sederhana yang
luarbiasa jika dirawat dan didapatkan sisi terbaiknya.
Sebuah kekagetan yang
luarbiasa ketika melihat dan tahu itu semua. Tetapi seketika itu juga aku mulai
berpikir dan sadar. Jodoh takkan kemana, melihat sesuatu yang kita inginkan
ternyata tidak bisa kita dapatkan mungkin itu adalah jalannya dan pasti akan
ada sesuatu yang lebih indah lagi dari ini. Rumah yang mungkin menjadi idamanku
dan sudah terpaut akan mendapatkannya, pasti akan ada lagi yang lebih dari
sekedar itu hanya perlu waktu yang tepat untuk bisa menemukannya kembali. Dan
saat itu juga aku akan segera meyakininya dan berusaha keras mendapatkannya
sebelum didahului oranglain lagi.
Rumah idamanku kelak,
keluargaku yang harmonis dan bahagia. Tak perlu mewah atau wah, yang penitng
istimewa dan sederhana serba cukup dan bersyukur menjadi prioritas untuk
kebahagiaanku kelak.
29 Agustus 2015