Selasa, 01 September 2015

Rumah Idaman

Depan warung usus mercon patemon tepat berhadapan depan muka gang kecil yang diapit rumah kosong dan konter. Aku menunggu diatas motorku. Menanti seseorang dari arah gang untuk menampakan batang hidungnya. Pagi itu masih sangat cerah dan suara burung masih terdengar dari pohon-pohon didalam rumah kosong itu. rumah yang sudah sangat tua dan dipenuhi dengan sampah-sampah daun kering. Aku melamunkan sebuah kenangan masalaluku yang begitu indah. Kenangan saat aku masih kecil bermain dibelakang rumah bersama temanku. Diatas pasir dibuatnya sirkuit mobil dengan batu sebagai mobilnya. Waktu itu aku tak bisa membeli mainan, hanya batu yang selalu aku cari untuk dijadikan mobil. Mobil sedan tentunya seperti yang aku sukai sejak aku tahu tentang mobil.
Lamunanku terbuyar dengan datangnya mobil yang melaju cepat lewat didepanku. Sekiranya tiba, aku melihat rumah yang misal dirawat pasti akan menjadi bagus. Rumah yang lumayan luas dan halaman kanannya yang cukup luas bisa untuk dibuat sebuah usaha atau tempat bermain keluarga. aku membayangkan ketika berkeluarga nanti mempunyai satu istri yang cantik dan satu anak yang masih kecil. Bermain bersama dihalaman itu bersama balon yang aku terbangkan. Dipojok belakang ada sebuah kursi goyang yang tergantung diantara pohon-pohon besar
 Aku membayangkan kebahagiaanku menjadi pengusaha muda yang sukses. Tak perlu memakai pakaian rapi, memakai jas, berdasi, dan bersepatu. Tapi cukup nyaman bersama keluarga dirumah idaman dengan pekerjaan yang menyenangkan santai tapi menghasilkan uang yang cukup untuk membahagiakan keluarga kecilku, usaha yang berada disamping rumah, dibuat kafe yang selalu ramai dan tempt berkumpulnya sebuah organisasi kampus maupun komunitas. Dua andaian yang sangat indah hanya dengan melihat rumah kosong yang sudah tua. Tak pernah terawat lagi, dipenuhi dengan lumut-lumut dan rumput liar dihalaman, ditutup gerbang yang selalu tertutup.
Andaianku waktu itu sangatlah indah, dan menunggu teman yang sangat lama menjadi menyenangkan dan menikmati suasana pagi itu. kebetulan aku sedang ada acara musyara pergantian kepengurusan suatu organisasi muslim dikampus. Aku menunggu temanku yang sekarang menjadi mas’ul. Ketika aku mulai bosan menatap rumah itu. rumah yang mulai aku kagumi letak strategisnya dan desain bentuk rumah dengan tamannya. Aku mencoba berkaca dispion motorku. Aku memandang wajahku yang masih pucat pasi karena sakit. Wajah yang selalu sedih. Aku berkata dalam hati “apakah hidupku kelak akan bahagia seperti apa yang selalu aku bayangkan ya?”.
“Hey”
Hentakan yang terdengar dari belakang beserta tangan yang memegang pundakku tiba-tiba.
“Loh datang kapan lu ek?” aku langsung menanyakan dengan nada yang terheran.
“barusan, liat lo ngaca. Percumah gak bakal berubah nasip lo kalo Cuma ngaca ton.”
Aku pun bersegera menyalakan motor tanpa banyak basa-basi dipinggir jalan.
“sudahlah, langsung berangkat saja. Sudah telat nih, kasihan yang lain.”
Motorku melaju dengan cepat menuju tempat acara dan meninggalkan rumah kosong itu.
Keesokan harinya ketika aku ada waktu kosong dan tak punya agenda. Aku menyempatkan jalan-jalan mencari hiburan dengan melewati tempat itu dan melihatnya sambil kembali membayangkan kebahagiaan jika aku dapat membeli rumah itu. setiap aku melewati rumah itu aku selalu mendoakannya agar kelak aku benar-benar bisa mendapatkannya. Aku selalu berdoa untuk bisa membeli dan mendapatkannya sebelum kedapatan oranglain tentang strategisnya rumah itu ketika bisa dirawat dan tahu letak peluang yang sangat bagus.
Aku menyukai rumah yang sederhana dan kosong tak terawat yang banyak orang tidak meliriknya dan bahkan bisa menjadi sesuatu yang besar suatu saat nanti, karena aku tahu peluang dari suatu letak rumah itu. dan aku selalu mendoakannya agar aku bisa mendapatkannya kelak. Semua itu seperti dirimu. Kamu adalah wanita idamanku yang tak banyak orang melirikmu indah, tapi sesungguhnya sangat menawan. Dengan segala kesederhanaanmu dan tak dimiliki oleh siapapun. Kamu mempunyai potensi besar akan wawasanmu yang luas dan punya bakat yang terpendam. Dan aku ingin sekali memilikimu untuk menjadikan sebuah rumah idaman, tempat tinggal hati yang nyaman dan indah. Menjadikan diriku bahagia dan sejuk oleh kasih sayangmu.
Sebuah keindahan tidak hanya bisa dilihat dari pandangan mata sekilas, tapi sebuah perasaan hati yang tak dapat diungkapkan secara nyata. Menyintai tak hanya dilihat dari wajah, sifat, bahkan keimanan seseorang karena terkadang cinta itu buta. Dan cinta tanpa syarat dan tak ada alasan itulah dapat mengalahkan semuanya tanpa membanding-bandingkan dengan yang lain. cinta sejati adalah ketika kita menemukan jiwa kita terpaut dengan hatinya dan dapat merasakan semua apa yang ada padanya. Seperti saat ini aku menemukan sesuatu hatiku yang masih tertancap dalam pada masalaluku.
Akhirnya rumah yang selalu aku doakan, setelah sekian lama aku tak melihatnya dan melewatinya. Sekarang sudah dibeli oranglain yang sudah menemukan peluang dalam rumah dan halaman itu. rumah yang dibersihkan dan direnocasi dengan begitu teliti dan halaman yang sudah mulai dibuat tempat usaha. Ternyata apa yang aku pikirkan tentang peluang rumah itu sudah diketahui dan didapatkan oranglain terlebih dahulu sebelum aku mendapatkan uang untuk membelinya. Suatu kematangan dan pekerjaan yang sudah mapan bisa mendapatkan itu terlebih dahulu ketimbang aku yang hanya bisa berdoa setiap saat dan belum bisa mendapatkan apa-apa karena keadaan dan kondisi yang memang belum memungkinkan.
Semua itu sama halnya dengan perasaanku sekarang yang tahu hatiku yang terpaut pada seorang wanita yang aku kenal dari pandangan tak sengajaku. Sekian lama aku tak berjumpa dengannya dan tak tahu lagi tentangnya. Setelah bertemu dia sudah memakai cincin ditangannya dan telah dihibah oleh oranglain. Dia telah menemukan jantung hatinya, yaitu orang yang lebih mapan dari segi usianya, pekerjaannya, serta ketampanannya. Orangitu sangat beruntung bisa mendapatkan wanita sederhana yang luarbiasa jika dirawat dan didapatkan sisi terbaiknya.
Sebuah kekagetan yang luarbiasa ketika melihat dan tahu itu semua. Tetapi seketika itu juga aku mulai berpikir dan sadar. Jodoh takkan kemana, melihat sesuatu yang kita inginkan ternyata tidak bisa kita dapatkan mungkin itu adalah jalannya dan pasti akan ada sesuatu yang lebih indah lagi dari ini. Rumah yang mungkin menjadi idamanku dan sudah terpaut akan mendapatkannya, pasti akan ada lagi yang lebih dari sekedar itu hanya perlu waktu yang tepat untuk bisa menemukannya kembali. Dan saat itu juga aku akan segera meyakininya dan berusaha keras mendapatkannya sebelum didahului oranglain lagi.
Rumah idamanku kelak, keluargaku yang harmonis dan bahagia. Tak perlu mewah atau wah, yang penitng istimewa dan sederhana serba cukup dan bersyukur menjadi prioritas untuk kebahagiaanku kelak.


29 Agustus 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar