Senin, 12 Oktober 2015

Tak Ada Gunanya Belajar Agama Islam

Buat apa belajar agama jika saling menghina dan mencela satu sama lain. antar sesama saudara saling membandingkan yang terbaik dan menyalahkan salah satu dari yang lainya.
Dahulu nabi Muhammad berusaha keras dan berjuang untuk mengislamkan orang-orang kafir dengan mengajak lewat kebenaran-kebenaran. Tapi sekarang orang sudah banyak yang masuk islam dan beragama malah manusia sendiri yang mengkafirkan seseorang yang sudah masuk islam. Dibilang ini bid’ah lah,dibilang ini salah lah, dibilang ini menambanh-nambahin sunnah. Semua saling mengkafirkan oranglain. Sesungguhnya yang berhak berkata kafir adalah Allah bukan manusia. Kita hidup beragama dan beragam budaya. Umat non muslim memang bukan orang muslim sesuai yang diajarkan oleh nabi Muhammad. Tetapi sebagai manusia kita pun tak berkak langsung mengucapkan bahwa ora itu kafir. Kita tak berkah berkata kasar seperti itu walaupun kita mengetahui ilmu agama lebih dalam dan dianggap sebagai kiai sekalipun. Mulutmu harimaumu. Buat apa belajar agama islam jika akhlak seperti itu?
Katanya muslim, tapi kenapa engkau masih bisa tersenyum ketika salat kamu tinggalkan?
Banyak orang belajar agama secara dalam dan mendalami banyak ilmu yang didapat, tetapi akhlak tak kunjung berubah. Hampir seperti orang bodoh yang tak tahu apa-apa. Buat apa belajar agama islam?
hidup di Indonesia sekarang sudah menjadi hal wajib jika ditanya diantara dua golongan ini. Keduanya memang berbeda cara pengajarannya tetapi keduanya pun mengamalkan ilmu secara baik, tapi kenapa justru saling menghina dan menyalahkan. Qunut dibilang salah menambah-nambah gerakan salat, yasinan dianggap bid’ah, ziarah kubur dianggap musrik, buat apa belajar agama islam jika kita pun masih saling mencela, mengkafir-kafirkan golongan lainnya sesama saudara.
Saya dilahirkan dari keluarga yang jauh dari ilmu agama. Jadi keluarga kami memang tak pernah harus mengikuti si biru atau sihijau. Karena keluargaku hanya mengikuti apa yang menurutnya baik diikuti dan yang menurut itu kurang pas buat kami untuk beribadahpun tidak dilakukan, tidak saling mendebat salah satu diantaranya bagus yang mana, tapi kenapa orang-orang yang jauh lebih pintar yang fanatik justru saling mencela, dan menyalahkan salah satu diantaranya? Kenapa juga harus memilih salah satu diantaranya, jika memang tidak diantara keduanya kenapa? Apakah kami juga bisa disebut orang yang plinplan sehingga dianggap kafir? Begitu?
Buat apa belajar agama islma jika kita masih saling memperdebatkan hal yang tidak didebat oleh pendahulu kita, tapi kita jsutru saling membuatnya menjadi ribet dan kacau?
Buat apa belajar agama sampai dipondok dan sampai mengikhlaskan segalanya demi Allah, kalau akhlak kita pun masih belum diperbaiki, secara ilmu pintar tetapi tak diamalakn bahkan saling menyakiti antar sesama, berkata semuanya hanya untuk Allah dan meninggalkan urusan duniawinya istri dan anak ditelantarkan. Buat apa belajar agama islam jika kita masih belum bisa hidup bersosial?
Banyak orang yang belajar hadits-hadits sampai mereka lupa Alquran. Dan justru mengutamakan dan saling mendebat hadits-hadits mana yang sahih dan mana yang qata, tetapi lupa belajar mengartikan makna dari Alquran itu sendiri dan hanya berpatok pada hadits saja yang belum tentu yang mereka debatkan benar.
Banyak orang yang rajin menjalankan sunnah-sunnahnya seperti tahajud, dhuha, puasa senin kamis, tetapi kewajibanya sendiri dilupakan bahkan sampai lupa ditinggalkan. Seperti salah tahajud dan berdoa dari jam 2 pagi sampai jam 4, tetapi subuh justru pukul 6, kita terlena oleh shalawatan sampai lupa adzan isya dilalaikan dan tidak didahulukan, kita puasa senin kamis demi meminta sesuatu tapi puasa wajib ramadan tak sempurna.
Banyak orang yang munafik seperti saya contohnya. Belajar agama hanya untuk memenuhi keingina orangtua karena dituntut, karena ada orang yang kita sukai jadi terlihat rajin, sok tahu tentnag agama tapi penerapannya kosong, bahkan ada yang mengakui ustad tetapi saling menyalahkan oranglain dan akhlak sendiri kacau. Buat apa belajar agama islam jika sepeeti itu?
Apakah hidup didunia ini perlu hanya mempelajari tanpa mengamalkan?
Apakah agama islam hanya dijadikan sebuah identitas saja?
Apakah islam mengajarkan kita saling mencela dan mengkafirkan orang lain?
Sebaiknya kita sebagai umat islam saling menguatkan dan membentuk pertahanan keimanan kita sehingga kita bisa melawan kerasnya dunia sekarang. Dunia yang penuh dengan kehancuran umat islam.
Saya sering kurang percaya dengan orang-orang yang mengaku dia ustad, kiai, bahkan mengaku habib. Karena pengalaman saya mempercayai ucapan orang yang mengaku pintar tersebut. Saya mengamalkan dengan polosnya karena kurangnya ilmu agama yang saya pelajari, tak tahu mana yang baik dan tak tahu mana yang salah. Hingga saya terjeremus pada aliran yang kurang begitu pas untuk islam. Mengutamakan sunnah dan melalaikan kewajiban. Mengajarkan untuk saling menyalahkan golongan lain dan menganggap golongan sendiri adalah yang paling benar. Bahkan menjadi orang yang jarkoni, memerintahkan yang baik untuk kita dan sampai menyalahkan gerakan aliran lain, justru dia sendiri lebih buruk dari orang awam seperti saya. seperti orang yang mengaku pintar berkata salat yang benar adalah saling berdempet kakinya, karena jika tidak akan didekati setan, jika kita diajarkan untuk tidak seperti itu oleh golongan tertentu berarti golongan itu salah. Tapi nyatanya dia sendiri yang berkata seperti itu tidak melakukannya dan tak sadar, padahal ucapan dia sampai menyalahkan golongan lainnya dan bilang ini yang paling sahih dan yakin paling benar.
Saya pernah bertemu dengan orang yang agamanya hebat menjabat sebagai ketua dari aliansi tertentu yang bersifat islam, dia rajin ke masijd dan salat berjamaah, hafalannya joss, dan mengaji one day one juz, tapi justru dia melupakan hal yang sepele dan hal yang sangat kecil. Katanya hebat dan sering ke masjid, tetapi dia sampai lupa masuk masjid memakai kaki kanan dan keluar dengan kaki kiri. Hal sepele saja dia melupakan berarti dia tidak sadar dia masuk ke masjid lilahhita’ala.
Salat berdua dan tak berani mengimami siperempuan yang bukan mukhrimnya dianggap tak berani menjadi imam, apakah sesepele itu islam? Saya mengakui saya pernah pacaran dan pernah melakukan kemaksiatan-kemaksiatan dari hal terkecil sampai besar. Tetapi jika dalam urusan beribadah saya tidak ingin diikutcampurkan dalam dosaku. Biar saja dianggap tak berani menjadi imamnya dan saya lebih takut jika itu urusannya dengan ibadah.
Saya sangat bingung dengan semuanya, dan saya sampai sekarang sangat bingung untuk belajar agama islam. Jika saya belajar agama islam terlalu dalam, saya masih takut untuk terjerumus pada kesalahan jika guru yang saya ikuti ternyata salah, tapi jika tidak ada niatan untuk memperdalam agama dan tidak ingin belajar agama islam, saya termasuk orang yang bodoh dan kosong hanya menyembah tanpa tahu. Terus jika seperti kapan saya bisa maju?

Saya sungguh bingung dengan semuanya. Itulah mengapa saya masih awan belajar agama islam secara baik dan cetek ilmu agama. Tolong ajarkanlah saya. ajarkanlah saya agar mendapat guru yang baik dan menghilangkan perasaan suudzon terhadap seseorang dan rasa ketidakpercayaan terhadap ajaran-ajaran manusia yang belum begitu saya yakini benar. Tuntunlah jalan hamba-Mu ini ya Allah.

Jumat, 02 Oktober 2015

Menuju Ketenangan, untuk melepas lelah

Jam dinding berdetak menguncahkan hati, membuat hati tak tenang. Pikiran hanya tertuju pada suara angin dari kipas angin dan suara ketikan keyboard yang sedang dimainkan oleh Bowo. Perasaanku malam ini sungguh tak tenang. Keringat dingin yang menyelimuti tubuhku perlahan-lahan melumasi semua bagian tubuh dari atas sampai kaki. Sore ini aku belum mandi karena air yang sudah susah akibat kemarau panjang di kota. Tenaga yang sudah sangat lemas karena segudang aktifitas yang telah dijalani akhir-akhir ini. Perut yang mulai berbunyi seperti irama drum punk yang sangat anarki dan keras pertanda aku sangat lapar. Lupa akan makan. Bukan karena hanya alasan kesibukanku yang tak ada waktu untuk makan melainkan juga alasan aku sudah tak mempunyai uang sepeserpun malam ini.
Aku mahasiswa perantauan yang tidak banyak memiliki bekal kekayaan untuk hidup mewah sebagai mahasiswa. Hidup yang terkadang sangat susah untuk mendapatkan kebutuhan premier. Mahasiswa yang jarang dikasih uang oleh orangtua, pekerjaan yang tidak begitu menjanjikan sebagai seorang mahasiswa yang hanya mengandalkan usaha clothing dan dagang nasi kucing, hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kuliah yang terkadang kurang karena tak selalu tiap hari mendapatkan uang yang cukup, membuat diriku berpikir keras dan menguras banyak tenaga untuk mencari uang.
Malam ini aku hanya ditemani laptop usangku dan segelas air putih yang menemaniku untuk menuliskan sebuah ungkapan hati didalam sebuah tulisan. Sebuah ungkapan hati yang ingin aku luapkan sendiri agar aku bisa berbagi masalah dan membuat hati sedikit lega melampiaskan semuanya ke dalam tulisan. Karena aku tak banyak punya teman yang selalu ada untukku dan kekasih yang menemaniku setiap hari. Hanya tulisanlah yang selama ini menemaniku satu tahun sudah setia dengan ocehan, keluhan, amarahku kepada dunia.
Malam ini aku ingin menuliskan sebuah ungkapan bahwa aku sangat lapar dan entah aku harus bagaimana lagi untuk menahannya karena sudah hampir dua hari aku tak memegang sepeserpun uang. Uangku sudah habis terkuras karena kebutuhanku yang super banyak dari kemarin. Membeli buku, iuran ini, itu, membeli perlengkapan sehari-hari, jalan-jalan, dan sebagainya. Uang yang sangat sulit aku hemat membuatku membeli celengan keramik yang aku beli bersama temanku saat perjalanan pulang. Aku membeli celengan berbahan keramik karena aku tidak ingin tergoda dengan sebuah keadaan disaar aku benar-benar tak punya uang. Aku tak bisa mengambilnya. Celengan yang selalu aku tabung untuk masa depanku sendiri harus bisa aku tahan untuk tidak memecahkannya karena celengan yang baru satu minggu aku beli.
Malam ini aku benar-benar sangat lemas, badanku yang panas karena tenagaku yang sudah terkuras habis untuk kegiatan kemarin yang bertubi-tubi bertemu dengan orang dan latian yang beruntun membuatku kurang istirahat. Lengkap sudah malam ini apa yang aku rasakan karena ditambah dengan hatiku yang sudah sangat kacau akibat seseuatu. Perasaan yang terus ditekan dengan diamnya seseorang dan yang telah berkali-kali menyakitiku sampai kini tak pernah mendengarkan keresahan hatiku yang telah diremukkannya. Tak ada ucapan balasan atau kabar yang datang darinya. Hanyalah sebuah sepi yang aku rasakan malam ini. Sungguh dalam hati ingin aku hancurkan semuanya yang ada didekatku, ingin aku amukan semua agar hatiku benar-benar lega telah melampiaskan segala kekacauan malam ini.
Aku sudah sangat lelah, aku sudah sangat capek, aku sudah sangat tegang, aku sudah sangat gila, aku sudah sangat lapar, dan aku sudah tak tahan lagi dengan keadaan malam ini. Mataku sudah sangat merah dan sayu karena kurang tidur dan air mata yang terus menetes sejak kemarin malam. Sebuah hati yang dikecewakan berulang kali, sebuah perjuangan yang telah kukorbankan semuanya sampai aku hampir terjatuh lelah. Semuanya dibayar dengan sebuah diam dan kekecewaan. Tak ada ending kebahagiaan dan ketenangan yang aku rasakan.
Tiba-tiba hp ku berbunyi diantara jam dinding yang berdetak dan suara kipas angin yang berputar. Berharap itu bunyi pesan dari seseorang yang aku tunggu, untuk menolongku dari ketidaktenangan malam, melepaskan kesedihan malam ini, dan membuat secercah senyuman dari mulutku.
Ternyata itu dari ibu. Ibu hanya menuliskan pesan. “Maaf nak ibu masih belum bisa mengirim uang untukmu, karena dagangan ibu sedang sepi sebulan ini, dirumah juga hanya makan nasi sama kerupuk karena hari ini Cuma mendapatkan uang 2 ribu. bersabarlah nak, kamu pinjam lagi dulu temanmu untuk makan satu minggu ini ya? Malam ini udah makan belum nak?”.
Seketika aku menangis membaca pesan itu. Entah sebuah perasaan kesal, marah, atau kasihan dengan ibuku yang jelas aku tak bisa marah dan kesal karena aku sudah dewasa. Tak harus selalu mengandalkan uang dari orangtua, tapi aku pun juga bersedih ketika aku mengingat dari kemarin aku bisa makan enak, mengisi pulsa berkali-kali dan jalan-jalan, tapi aku masih mengeluh aku tak bisa makan dua hari ini. Sedangkan dirumahpun sedang prihatin. Aku bersedih dan meneteskan air mata bukan karena aku tak bisa makan malam ini dan besok. Tapi aku sedih karena aku masih belum bisa bersyukur dan masih mempunyai rasa kesal kepada ibuku saat ibuku diam tak memberikan kabar untukku. Aku hanya memikirkan perutku saja, aku hanya memikirkan membahagiaan orang yang aku cintai saja, tetapi aku lupa untuk membahagiakan ibuku yang disana.
Aku selalu berusaha menjaga perasaan wanita yang aku sayangi, aku selalu menjaga perasaan teman-temanku, tapi aku lupa untuk menjaga perasaan ibuku yang sudah berjuang mati-matian untuk menyekolahkanku sampai aku bisa kuliah. Aku malas untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah, aku jarang berangkat kuliah hanya karena capekku yang tak seberapa.

Dan malam ini pun aku mempunyai ketidak tenangan selain kabar dari ibuku. Sebuah hati yang merasa hancur berkeping-keping oleh masalaluku yang terus menghantuiku dan datang hanya untuk menghiburnya saja, setelah itu hanya diam yang dia balas untukku. Malam ini aku benar-benar capek, aku ingin lepas dari semua belenggu malam ini, sakit hati, kesedihan, air mata, tekanan, lapar, amarah, ingin aku buang semuanya. Ingin aku luapkan dengan penuh. Imajinasiku mulai liar berpikir ingin ku hancurkan semua yang ada disekitarku agar aku puas meluapkan semuanya. Tapi seketika aku berpikir, pasti semua teman ksoku akan bingung. Akhirnya hanya tulisan inilahyang dapat aku luapkan, entah setelah ini aku akan lega atau tidak, dan entah apa yang setelah ini akan aku lakukan. Yang jelas aku hanya ingin sendiri menikmati semua ini. Aku ingin istirahat dengan sangat tenang dan aku ingin melepaskan semuanya dan jika Tuhan menghendaki aku ingin melepaskan roh ini dari raga yang sudah sangat lelah menjalani ini. Aku hanya pria yang hampir putus asa dengan keadaan yang terus kembali terulang seperti ini. Aku benar-benar sangat lelah menahan semua sakit ini. Baik yang terlihat maupun yang tak terlihat.

02 Oct 2015, 23.12

Kamis, 01 Oktober 2015

Hapuskan aku dari dunia jika kau tak bisa menghapus kesedihanku yang kau buat

Aku memang lelaki yang tak sempurna. Wajahku hitam, tubuhku pendek, rambutku keritik. Fisik yang lemah sehingga sering sakit-sakitan. Tak punya keahlian apa-apa dan bodoh. Tapi aku masih punya hati. sebagai manusia layaknya yang bisa merasakan cinta dan sakit hati. Hatiku bukan terbuat dari batu ataupun semen yang kuat oleh goresan luka berkali-kali.
Sebuah cinta yang aku rasakan kali ini adalah sebuah cinta yang luar biasa. Kepada perempuan yang tiga tahun sudah bersama, Perempuan yang kusukai tanpa sengaja, yang tak pernah ku pandang dari wajah bahkan sifatnya. cinta tanpa alasan apapun. Banyak perempuan yang canitk di sekitar, banyak juga perempuan yang baik sifatnya didunia ini. tapi kali ini beda, perempuan yang aku cintai tulus dari hati dan jiwa yang terpaut padanya. Wajahnya tak begitu cantik tapi manis, sifatnya banyak yang tidak aku sukai, tapi aku sangat mencintainya. Entah apa alasannya aku bisa sangat mencintainya dan tak bisa berpaling dengan perempuan ini, walaupun berkali-kali disakiti olehnya.
Pengorbanan yang selalu aku perjuangkan untuknya hingga aku mengorbankan semuanya, bahkan tenaga, waktu dan jiwaku sudah sepenuhnya aku korbankan demi seseorang yang selalu menyakitiku. Tetapi dia jauh lebih mengorbanku untuk disakiti, dia lebih menghargai perjuangan dan pengorbanan kekasih barunya yang terus mempertahankan hubungannya dan demi dia pun rela dan tega menyakitiku berulangkali dengan tingkahnya.
ini sudah berulangkalinya dia datang kembali kepadaku, dengan kedekatan yang kembali membuatku terlena olehnya dan terikat hati dengannya. Tapi tak pernah dia menyadari dan sadar berulangkali menyakitiku, dia masih tak peduli dan tak pernah bisa merasakan perasaanku yang selalu dipermainkan dan dibuat sebagai hiburannya. Seolah-olah seperti mainan yang tak punya hati, aku dipermainkan dengan seenaknya berulang-ulang tanpa pernah mau bertanggungjawab dan memperbaiki kesalahannya. yang dia pikirkan hanyalah cinta butanya dan cinta gilanya yang mengorbankan orang yang benar-benar tulus menyintainya.
Kali ini kembali aku mengorbankan semuanya demi keinginan dia untuk bertemu dan menuai rindu denganku. Aku turuti semua kemauannya dan mengikuti alur hatinya yang aku kira dia benar-benar tulus masih menyintaiku dan ingin bersamaku, tapi pada kenyataannya dia datang hanya berniat untuk memperbaiki hubungan lost kontak denganku saja dan hanya sebagai penghiburnya, tak lebih dari itu. tapi pada kenyataannya apa yang dia lakukan kepadaku dan membuatku untuk terus bersamanya seolah-olah memberikan harapan dan berniat untuk memperbaiki cinta denganku. tapi pada kenyataan semua itu hanyalah sebuah permainan nafsu belaka, tanpa merasa bersalah dan tak punya hati, dia hanya menjadikanku mainan saja dan enggan untuk bertanggungjawab kepada hatiku yang dia ikat. dan diapun tidak ingin merasa bersalah oleh kelakuannya. seolah-olah aku mengikuti kemauannya juga adalah kemauanku, jadi jika suatu saat aku kembali dibuang dan dia bahagia dengan kekasihnya tak menjadikan masalah.
Begitu sakitnya aku berada pada posisi ini dan diperlakukan seperti ini. Seolah-olah aku seperti boneka yang dengan mudah kapan saja dibutuhkan dan untuk penghibur sesaat setelah itu dilupakan karena kekasihnya.
aku yang sudah mati-mati berjuang untuknya dan rela berkorban segalanya untuknya, tapi justru aku yang harus dikorbankannya selalu untuk selalu bertahan dengan kekasihnya dan menjadikanku orang yang disisihkan dan tak dipilih. aku berkorban untuknya, dia berkorban untuk oranglain. aku diikat oleh cintanya tapi cintanya justru diberikan kepada oranglain. sungguh yang aku rasakan kali ini benar-benar mati rasa. Sudah kesekian kalinya aku harus merasakan seperti ini dan jauh lebih menyakitkan dari cinta beretepuk sebelah tanggan. aku dianggap apa olehnya dan hatiku dianggap apa? sekarang dia sudah bahagia dengannya dan enggan untuk peduli dan memikirkanku yang selalu dijatuhkan olehnya. dan kali ini perasaanku sungguh sudah dibuat mati olehnya. Aku seperti dibunuh olehnya berulangkali. Cinta ini sungguh membunuhku, semua perjuangan cintaku hanya dianggap penghibur saja dan cintanya tak perbah benar-benar ingin diberikan olehku, hanya sakit yang selalu aku rasakan dan dikorbankan. Terimakasih untuk semua perlakuan ini, semoga kau bahagia dengan cinta gilamu itu, cinta butamu itu, dan yang diperjuangkan olehmu itu dengan kembali mengorbankanku. kali ini hanya Menghilang dari dirimu saja jalan satu-satunya agar aku tak bisa bisa merasakan ini kembali, dan tak bisa merasakan sakit berulangkali, diapun tak akan bisa pernah kembali mempermainkanku. selalma aku masih hidup, walaupun sudah diputus kontak, dijadikan musuh tak akan pernah bisa terhapuskan dan diselesaikan. hanya dengan meniadakan aku jalan satu-satunya untuk tidak terulang kembali semuanya. Jika kamu rela dan selalu membunuh hatiku, bunuhlah jiwaku sekalian. Atau sendiri yang akan membunuh diriku agar aku akan menghilang selama-lamanya darimu sehingga kamu tak akan pernah bisa kembali lagi kepadaku dan melihatku lagi, aku pun tak akan pernah merasakan sakit hati ini berulang kali hingga aku harus merasakan sakit melihat kamu masih dengannya. Hapuskan aku dari dunia jika kau tak bisa hapus diriku dari ingatanmu yang terus kembali hanya untuk menyakitiku. Hapuskan!