Malam ini ku dengarkan lirih suara dalam laptopku "Ketika senja datang ku merasakan setengah diriku menghilang, bagaikan tak berdosa kau hancurkan rasa yang selama ini kutanam. Saat semuanya tlah pergi, bayangmu kembali mengisi, entah apa yang kau mau ku tak berhak lagi tuk mengungkit lagi. Menghapus luka yang pernah kau lukis di kanvas hatiku, merobek semua bayangan yang tampak direlung sukmaku........"
Sebuah lagu dari Dialog senja berjudul Lara. Lagu yang mengalun tanpa sengaja saat laman youtube yang aku buka memutar acak setelah menyetel lagu dari Figur Renata. Sesaat tanpa sengaja ku menyesapi setiap lirik dalam lagu tersebut, sambil memandang ke arah jendela tepat sang awan sedang menangis membasahi malam ini.
Ada sebuah bait-bait ingatan yang masuk dalam pikiranku malam ini, sebuah rasa ketika sedang mengalami jatuh hati lalu terluka, mengingat pernah memiliki bahagia dan canda dari orang yang aku sayangi kala itu. Renyah terdengar senyuman dan tawa yang selalu menggiringku dalam setiap keceriaan senja kala itu di Semarang.
Senja kala itu di sebuah pantai Semarang, meskipun sampah membanjiri setiap pinggir pantai, aku tetap menikmati senja itu bersama hal yang bisa disebut bahagiaku.
Dalam pikiranku berbicara, terkadang kita perlu jatuh hati pun perlu patah hati hati, karena dengan begitu kita punya cerita dalam setiap tawa dan duka diwaktu tertentu, dan bisa menjadi nostalgia saat kita sedang kesepian ataupun bosan dengan kejenuhan hidup yang aku pikir sumpek untuk dirasakan dalam hati. Dengan merenung sejenak menikmati malam beserta hujan yang jatuh pada malam kedua tahun baru ini. Merebahkan segala penat dalam tubuh serta pikiran yang gusar akan masadepan.
Mengingat masa-masa dimana dulu, aku pernah sangat menikmati hidup bersama hati. Ya, kala itu aku memiliki hati dan hatipun dimiliki olehku. Bahagiaku, cahayaku, semangatku yang membuatku menikmati setiap proses belajar di kota orang.
Di dalam hening yang menangis terlalu dalam ini, aku menyesapi segala rinduku akan segala kesalahan yang pernah aku rasakan. Pertikaian antar dua manusia yang saling jatuh cinta, terbuai ego hingga saling posesif dan merasa sebuah cinta adalah segalanya yang bisa membuat hidup bahagia serta menghancurkan dunia. Melakukan segala kesalahan-kesalahan kecil saat usia memang sedang labil-labilnya sebagai insan yang menikmati merah jambu.
Cerita itu sungguh melukiskan kanvas hatiku yang terbaik dan diwaktu yang selalu beriringan dengan apa yang sedang aku ingin aku tulis dalam kanvas tersebut. Sebuah perasaan kasih yang aku rasa itu benar nyata apa adanya tanpa ada hal-hal semacam alasan karena kecantikan wanita, keramahan seorang perempuan, ataupun kebaikan yang dimiliki suatu insan. Perasaan itu sungguh murni meski sedikit dikotori dengan noda-noda gombal yang selalu tercetus saat bersama. Tidak ada alasan bisa memiliki perasaan tersebut, alasanku untuk tersenyum karena hadirnya dia dalam kehidupanku. Setiap hela nafasku selalu terasa nyaman.
Setiap keceriaan pasti pula sering terjadi kesedihan. Kesedihan akan perasaan yang terlampau besar sehingga mengakibatkan rasa tidak rela jika sebuah perasaan untukku harus dibagi. Sebuah sakit hati karena ada fase dimana rasa bosan itu terjadi disalah satu insan yang saling menjalin kisah cinta.
Fana memang yang terjadi saat itu sudah tidak akan bisa kembali lagi, namun masih selalu ada memori yang terkadang terbuka diwaktu yang tidak kita tentukan juga. Sebuah kisah dimana aku bisa menikmati fase dalam kehidupan.
Kini pun saat aku merasakan perasaan itu hadir dalam ingatan, aku hanya bisa tersenyum lalu menundukan kepala seraya mendoakan hal yang sudah pergi. Dan malam ini aku menikmati kesunyian ini. Dengan segala nostalgia dalam pikiranku. Sedikit melupakan penat hidup yang sekarang sudah sangat berbeda tak sesantai dulu. Kehidupan semakin lama semakin menjadi hal yang tidak bisa dinikmati lagi. Hingga tiba mataku mulai berat dan merobohkan tubuhku dalam kasur dekat jendela kamarku.
Lagu dalam youtube yang masih memutar secara acak, mulai memutarkan sebuah lagu yang mengantarkanku untuk tidur. Lagu yang sedang diputar dari Payung Teduh berjudul Tidurlah mengakhiri cerita malam ini bersama pejaman mataku yang mulai terlelap.
Bersambung.....