Minggu, 21 Februari 2016

Karena Bully



Kenapa sehari  saja aku bisa lepas dari bayangmu selama setahun ini, sudah berapa kali ku berganti cinta yang mungkin itu hanya selingan sesaat sampai saat ini. Bagaimanakah caranya de agar aku bisa seperti dirimu yang mudah melupakanku dan menghapus kenangan-kenangan indah itu de?
Ajari aku tuk bisa melupakan semua itu de, ajari aku utk tak lagi punya perasaan denganmu, ajari aku agar bisa cuek, tak peduli, tak memikirkanmu, tak merindukanmu, tak lagi stalking dirimu dimana-mana dan memandang umbaran itu tiap saat de ?
Sungguh semua itu sangat menyiksaku dan menyakitkan, kepalaku sudah sangat berat jika harus selalu teringat denganmu. Kenapa duniaku hanya memikirkanmu? Kenapa ku masih saja menyintaimu? Kenapa aku sulit sekali membencimu setelah apa yang kamu lakukan untuk selama ini? Berkali-kali aku kecewa, dibuang, disakiti, diphp, tapi jiwaku masih sulit membencimu agar bisa melupakanmu, seribu cara aku berusaha melupakanmu justru semakin menyiksaku karena semua itu kembali teringat dirimu. Hanya sakit yang kurasakan, bisa gila lama-lama jika seperti ini de.
Sudah sangat sesak de jika aku harus sakit melihat umbaran itu, ketika aku sengaja maupun tak sengaja melihat umbaran itu, begitu cepat menghujam jantungku dan membuat bergetar.
Berbagai cara aku diputus kontak, dibuang begitu saja, setelah kau tk lagi membutuhkanku dengan meninggalkan sakit diriku dahulu, kita lost kontak, kita bertemu kembali dengan jalan damai dan saling memaafkan, berusaha tak kaku, menjadi teman biasa, masih saja tak berpengaruh pada perasaanku de.
Bahkan sampai sekarang aku masih dihantui dirimu dalam mimpi, kenapa de aku bisa seperti ini? Apakah sudah begitu lamanya aku sayang denganmu hingga harus melepas dari pikiran saja pun sangat sulit. Aku tak pernah meminta dan berdoa agar kau kembali denganku dan bisa mencintaiku lagi de, tapi justru selalu saja dalam mimpi kau hadir menjadi kebahagiaanku, bahkan sampai sesak ketika aku terbangun.
Apakah ada hal yang belum termaafkan darimu? Tolonglah aku de, aku seperti orang sekarat, kepalaku semakin ingin pecah, hidupku jadi tak pernah konsen dan tak karuan. Jujur kuakui ketika bersamamu memang membuatku sangat bahagia dan anugerah terindah yang pernah kumiliki, kau selalu menjadi segalanya dan menjadi yang pertama walaupun tak begitu pada kamu. Bahkan kamu yang selalu membuatku bahagia, penyemangat hidupku, ketika berada dalam masalah, hanya kamu yang selalu setia ada denganku disaat sakit, terjatuh.
Yang paling menyakitkan untuk saat ini adalah pembullyan yang dirasa cukup menyakitkan. Banyak orang yang terus saja membully ku sampai saat ini tentang umbaranmu. Terutama teman-teman SMA. Seperti Yulia yang meledekku habis-habisan dan mancing-mancing karena umbaran kemesraanmu. Aku yang kena. Ajiz, Sae, dan Angger yang selalu menghina-hinaku karena fisikku bahkan kata yang paling menyakitkan ketika mereka berkata "Saiki pacare mendingan dadi wani pamer-pamer ra kaya koe disit isin due pacar kaya koe". lara atine jane nemen, tapi bisa dihias oleh senyuman. Uccy yang mengkasihaniku dan membicarakannya kepada seseorang tentang kasiannya diriku, aku merasa sangat terhina bahkan dalam hati sungguh menyakitkan harus menerima berbagai bully-an itu. Hanya karena kita sudah pisah dan kamu selalu bahagia mengumbar kemesraan saja aku yang terkena bully-an setiap saat hingga kini, dan paling parah ketika dahulu pacarmu menghinaku dan mengatai ku setan, ketika keadaan sesungguhnya kau balikan, dan seolah-olah akulah yang salah dan menutup-nutupi kesalahanmu demi mempertahankan hubungan aku yang harus kena, bahkan sampai sekarang tak henti-hentinya aku merasa dihina dan diomongin oleh pacarmu yang apapun selalu kamu laporkan untuk memalukanku. 
Semua bully-an itu tak lekang ketika teman-teman lama bahkan saudaramu, Ibuku, Bapakku bertanya menyindir tentang kamu yang jelas-jelas kita sudah pisah lama dan bahkan sudah putus kontak. Ada-ada saja hal yang selalu dikaitkan olehmu. Terkadang hati ini sudah terbiasa akan bully-an dan mungkin sebuah kebiasaan pembullyan akan menghancurkan seseorang. Bisa saja aku akan menjadi orang yang sangat jahat dan sadis oleh tekanan itu, bisa juga akan menjadi strees merusak diri. Entah semua itu benar-benar aku rasakan sekarang ketika saling memutus kontak kembali setelah sudah tak membutuhkanku lagi dengan mudahnya langsung mengumbar kemesraan, disaat itu juga aku masih merasakan hinaan dan pembullyan ini. 
Ada hal yang harus aku jaga dan perbaiki dari kemarahanku dahulu. 
Menahan dan sabar akan pembully-an ku. aku tahu aku orang yang paling memelas, kasihan, jelek, miskin, bodoh, dan jahat.
Bagaimanakah mengembalikan keceriaanku de?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar