Senin, 29 Februari 2016

Pesan Kematian (Ku)


www.uritarget.com
Hari adalah tanggal yang hanya datang 4 tahun sekali. Tanggal yang langka dan terdapat banyak kehebatan didalamnya. Termasuk kebahagiaan dalam hidupku sampai saat ini.
Banyak yang aku rasakan disisa-sisa hidupku ini yang sudah berkepala dua. Cerita yang datang dari sebuah keluarga, lingkungan, hingga mengenal sebuah cinta. Mengenal apa itu ketulusan, keikhlasan, bahkan kebijaksanaan dalam hidup. Dilalui dalam proses cuaca yang selalu berganti. Tak banyak dari perjalanan hidupku melakukan kebaikan atau membahagiaan orang yang ada disekitarku. Aku hanya orang yang selalu menuntut kebaikan dan mencari keuntungan dari apa yang sudah aku tolong. Hal yang paling bodoh dalam hatiku. Tak tahu makna akan sebuah perjuangan dan kebaikan dalam hidup yang sesungguhnya.
Tak ada yang jahat sejahat diriku, tak ada yang lebih buruk dari buruknya diriku, tapi aku ingin memberikan sebuah kenangan manis untuk orang yang pernah mengenalku bahkan yang pernah bersamaku. Aku selalu berharap bisa selalu berguna bagi mereka, membantu dan tidak menyusahkan mereka, tapi yang ada justru kesialan yang mereka dapatkan pernah mengenalku sebagai orang yang paling jahat dan merusak kebahagiaan mereka.
sikap dewasa, mandiri, bijak, berani aku dapatkan dari berbagai pengalaman yang luar biasa dalam hidup. Bahkan mungkin sampai sekarang aku belum mendapatkan sempurna seperti yang ku tulis diatas. Hanya sebuah coretan perjuangan hidup seorang yang mudah putus asa, malesan, tak berguna, sedih, dan selalu mengeluh dalam hidup,
Merasakan hidup sendirian dan selalu berjalan sendiri, tak ada orang yang tulus mendampingi hingga menjadi terbuang dari kumpulan sisa keputusasaan dunia. Kini yang tersisa adalah perasaan-perasaan kedamaian yang sangat terasa nikmat ku rasakan. Udara sejuk selalu mengalir dalam ruangan yang kuhirup setiap sore, bayang-bayang yang tergambar sebuah ketakutan untuk merasakan hal yang kurang mengenakan, bermimpi tentang keindahan surga, bahkan perasaan yang aneh sering kualami akhir-akhir ini,
Seperti halnya aku membaca tentang sebuah tulisan kematian. 40 Hari kematian dan pesan yang akan disampaikan sebelum dewa kematian menjemput dari dunia. Hanya sebuah penyesalan yang abadi, ketika hidup ini hanya digunakan untuk berpikir dan membuang waktu yang sia-sia menghabiskannya ditempat untuk bermimpi indah tanpa ada aksi nyata dalam tubuh. Bahkan waktu yang tak mungkin dapat kembali hanya dihabiskan oleh kenangan masalalu yang selalu tergambar dalam memori otak. Sesuatu yang tak bisa dikejar dan membuang kenyataan harapan menjadi dunia ini sudah kiamat bagi pemilik raga. Hal yang sangat kurasakan saat ini adalah suara yang kerap kali datang berdengung dalam telingaku seketika. Itu pertanda Nabi Muhammad SAW sedang membisikanku dan mengingatkanku tentang kebaikan. Kebaikan apa yang sudah kulakukan akhir-akhir ini? Hanya memberikan suatu dosa yang terus bertambah dan berlibat. Kebohongan bertubi-tubi, maksiat, angkuh, sombong dan sebagainya. 
Malam ini adalah malam yang indah dimana aku hanya sendiri menulis diwaktu purnama sempurna yang sebentar lagi akan terlihat dari bumi dengan penuh keindahan. Menatap layar 14 inc yang ku pinjam dari teman untuk menemaniku dipetang menjelang embun pagi datang. Hanya ditemani sunyi dan pikiran yang melayang bebas untuk menuliskan sebuah pesan ini. Pesan yang tak penting untuk dibaca tapi ingin aku abadikan disebuah catatanku. Entah kenapa pula aku menamai pesan kematian dariku sendiri. Tapi ini bukan sebuah rencana bunuh diri atau bahkan membuat sensasi. Sebuah perasaan yang ingin kutuliskan inilah yang menguasaiku untuk malam ini dengan bulu kudu yang semakin memuncang dan jantung semakin berdebar menantikan sebuah waktu yang indah.
Rasa takut itu semakin muncul ketika suara sunyi semakin menguasai, hanya terdengar ketika sebuah keyboard dan denting jam yang terus berputar tanpa berhenti. Gelas-gelas kaca yang mulai terdengar dari imajinasiku mengalunkan sebuah alunan melodi yang indah dan nyaman untuk didengar. Gundah gulana yang semakin memuncak, kekosongan hati dan pikiran yang mulai bersih akan semua hitam. Hela nafasku semakin terengah-engah, mataku semakin tajam, tubuhku serasa lelah semua, tulang-tulang dan otot semakin kaku, suhu tubuh yang mulai panas dingin. Hanya Allah SWT dan sahabat-sahabat terbaikku yang selalu mengantarkanku pada kebaikanlah yang saat ini ku ingat. 
Angin semakin kurasakan dengan penuh kenikmatan dimalam ini, akhir dari "2nd Neveruary" yang berari bulan kedua dari akhiran ....UARY... ditiap tahun yang hanya mampir 4 tahun sekali dalam peradaban kehidupan. 
Kini semua tulisan ini dan malam yang sudah berubah menjadi pagi menjadi saksi bisu dan peringatan untuk diriku. Sebuah pesan dariku yang berharap menjadi acuan hidup untuk lebih baik lagi dalam memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar berguna bagi semua dan bisa membahagiakan orang yang ada dalam dunia ini. 
Semua imajinasiku dan hatiku kali ini yang menyetir tubuh ini setelah akupun menyelesaikan sebuah film yang luar biasa "DEATH NOTE L : CHANGE THE WORLD" menjadi salah satu inspirasiku dalam menulis kali ini. Kematian tak harus dijadikan patokan bahwa kesombongan diriku kepada Tuhan yang sok tahu akan kematiaan hidupku, namun lebih kepada rasa syukurku dan penyesalanku tak bisa memanfaatkan hidup dan waktu sebaik mungkin. Karena manusia hanya bisa mengira-ngira dan menyombongkan diri mereka akan kematian yang suka diada-ada dalam perasaan, bahkan sampai mendahului-Nya dengan membunuh diri sendiri. Tuhanlah satu-satunya yang tahu manusia itu mempunyai waktu yang detail didunia, bahkan malaikatpun tak ada yang tahu, hanya setanlah yang merasuki manusia dan menghasut membuat-buat isu tentang kematiannya sendiri terutama perasaan yang sedang kurasakan sendiri.

Aku hanya berharap aku mati dengan tenang dan damai berada pada Khusnul Khatimah dijalan-Nya.
03.00 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar