Rabu, 09 Maret 2016

Apa yang akan kamu lakukan jika kematianmu sudah dekat?

Carton by Pulsk
Aku adalah seorang remaja yang sudah mendapatkan banyak pengalaman hidup yang luar biasa, dari kesedihan, kesenangan, keburukan, kebaikan, semua sudah pernah kurasakan. Cinta. Bisnis. Teman. Sahabat. Keluarga. Pendidikan. Sudah pernah kudapatkan semuanya,
Akhir-akhir ini ada satu yang mengganjal dari pikiranku. Apa yang terjadi pada diriku akhir ini?
aku kehilangan jati diriku, aku kehilangan tujuan hidup, aku bahkan tak punya lagi semangat hidup, untuk apa hidup? Ya inilah yang sedang kurasakan. Rasa malas berhari-hari yang hanya diisi dengan lamunan kosong, beribadah kepada Tuhan dan berdiam diri dikamar.Hanya itu. Aku lupa apa itu kesenangan hiburan, aku lupa apa itu perasaan cinta, apa lupa jalan untuk pulang, aku pun lupa bagaimana cara melakukan aktifitasku.
Semua perasaan dan keinginanku sudah hilang entah apa yang ingin kulakukan. Serasa tak ada gunanya lagi untuk hidup jika seperti ini dan hanya akan terus menambah dosa dan menyakiti banyak orang setelah ku merasakan betapa luar biasanya aku tak dibutuhkan dan dibuang seakan aku tak ada gunanya bagi siapapun bahkan hanya membuat luka setiap orang yang bercakap denganku.
sebuah ancaman jika mereka harus terus merasakan ketidaknyaman ketika masih adanya aku yang sangat jahat, pembohong besar, dan tak bisa melakukan apa-apa. Ibarat diriku adalah tokoh musuh dalam serial kartun. Penghancur kebahagiaan manusia. Ingin menumbuhkan jalan sendiri untuk memusnahkan semua kemunafikan dan kejahat dunia untuk pemurnian dunia. Mungkin itu adalah gambaran keinginan dan karakterku jika masuk dalam serial kartun.
Tapi aku sungguhlah takut akan kematian. Tapi apa yang kurasakan sekarang sungguh ku merasakan ketakutan hingga rasa kosong dalam hidup, apa lagi yang harus kukerjakan, dan bayang-bayang ketakutan akan siksa neraka. Hari ini dimulainya gerhana matahari total. Tepat hari ini pula sudah mendekati lebih dari 3 hari 3 malam aku belum memejamkan mataku, walaupun banyak sekali cara kulakukan untuk memejamkan mata, dari membaringkan badan berjam-jam tak ada hasil sampai memaksakan aktifitas untuk membuat tubuh sangat lelah. Semuanya hanya membuatku semakin ringan dan tak terkontrol pergerakan tubuhku. Mataku sungguh sudah sangat lelah, satu pintaku kali ini hanya ingin memejamkan mataku untuk mengistirahatkan semua tubuhku.
Banyak orang yang mengatakan aku selalu berlebihan dan terlalu bodoh. tapi kali ini aku hanya ingin menuliskan semua catatancatatan kenangan akhir untuk diriku sendiri, yang entah mungkin ini adalah detika-detik kematianku yang sesungguhnya setelah sekian lama aku selalu mengarang tentang kematian dan sulit untuk mendefinisikan, semua tulisanku akhir-akhir ini adalah catatan urutan kenangan untuk diriku sendiri. Semoga orang yang pernah menyia-nyiakanku dan menyakitiku akan tahu perbedaan setelah aku benar-benar meninggal dengan saat aku masih ada bersama mereka.
Mungkin akan menjadi kebahagiaan yang luar biasa bagi mereka dan akan menjadi akhir dari lelahnya merasakan sakit hati dari pembully-an hinaan, cacian makian mereka padaku sampai menyia-nyiakanku hanya demi satu tujuan mereka bahkan ada orang yang benar-benar tega berkali-kali menyakitiku dan membuat kesalahan sampai pada akhirnya memutus tali silaturahmi setelah tak membutuhkanku lagi, dibuangnya ku begitu saja dengan teganya dan tak merasa bersalahnya mereka melakukan itu berkali-kali yang dimudahkan dengan ucapan terimakasih tapi terus melakukan tanpa bisa memperbaikinya. Sungguh banyak orang yang telah menyia-nyiakan diriku dan menganggapku tak penting dan tak ada gunanaya bagi mereka.
Tapi disela-sela penyesalanku pada mereka, ini pun bentuk rasa ungkapan maaf jika adanya aku dihidup mereka hanyalah sebagai pengganggu yang menghancurkan kebahagiaan manusia. Jika semua ini memang pertanda ku harus menyudahi kontrak dengan Tuhan didunia. Aku hanya memiliki satu senjata untuk memperbaiki semua kesalahanku pada mereka yang pernah menyakitiku. Ku lakukan apa yang aku bisa untuk membahagiakan mereka dengan senyuman, doa, keceriaan dan Kebajikanku.
Melakukan kebaikan untuk mengakhiri cerita adalah hal yang indah bagi setiap insan.


The Law Of TRP

Rabu, 02 Maret 2016

Kembalinya Mimpi itu

Naskah Drama Topeng Kayu by Kuntowijoyo
Hari ini pertama kali aku menjejaki kembali kampusku tercinta. Setelah sekian lama menghilang waktu liburan dan vakum sementara diawal perkuliahan. Hari ini ku awali lagi untuk kembali belajar setelah kemarin ada suatu masalah dan tekanan sehingga ragu untuk melanjutkan kuliahku kembali. Semua amanah yang sudah ku dapatkankan pun sudah ku lepas semua untuk mengundurkan diri. Hanya ada aku dan kampus saja kali ini.
Setelah sekian lama aku tak bertemu dengan teman-temanku dan semua orang yang ingin aku temui, kini harus kumulai kembali dengan senyuman pasi yang terasa asing karena lama tak berbaur dengan mereka. Sebuah perasaan yang kurang baik. Kuawali pagi hari ini dengan bermimpi. Entah mimpiku kembali mengingat pada masalaluku.

"Sempat berpikir aku sudah bisa melupakannya. Wanita yang pernah menjadi penyemangat hidupku dan sebuah anugerah terindah pernah bersama. Mungkin karena keadaan yang memang bisa membantu setelah dia mengulangi kesalahannya untuk memutus kontak. Entah apa yang dia pikirkan pada akhirnya dia selalu mengulangi kesalahannya yang begitu fatal karena memutus kontak hanya demi cinta. Memutus tali silaturahmi yang pernah ia akui salah, kini harus ia lakukan lagi demi membahagiaan orang yang ia cintai, mengorbankan segalanya untuk cinta bahkan karena kebutaan cintanya.
Sempat ku berpikir mungkin inilah awal yang baik untuknya, ketika aku kembali ia buang dan putuskan kontak. Semua akan menjadi kebahagiaan yang telak baginya. Jika aku sebagai orang yang tulus menyintai dia, pasti apa yang ia putuskan adalah putusan yang baik pula untukku demi kebahagiaanya. Ketika sekarang memutus kontak. Tanpaku ia akan jauh lebih bahagia tanpa gangguan ancaman hubungan yang rusak karena adannya diriku, ia jauh lebih nyaman menjalani cintanya tanpa kedatanganku yang selalu merusak keadaan dan menyakitinya. Ia lebih bahagia dengan orang yang ada untuknya dan sangat menyayanginya, membuatnya selalu bahagia dan tertawa, tak ada lagi kesedihan dan rasa bersalah lagi untuknya, ia lebih baik lagi karena ada orang yang jauh lebih sempurna dariku yang bisa membimbingnya lebih dewasa, lebih mandiri, lebih bisa menjaga emosi, bahkan menuntunya menuju kebaian ketimbang saat aku masih ada dihidupnya. Ia lebih salehah karena ia memiliki orang yang terus membawanya pada jalan yang benar, tanpa maksiat lagi, bisa menjaga dirinya lagi, bahkan tak menodai dan merusaknya lagi untuk direndahkan karena sebuah pacaran dan cinta ketimbang saat bersamaku, aku adalah orang yang paling jahat. Ia akan selalu bahagia dan tersenyum karena tak ada lagi aku yang selalu membuatnya menangis dan kecewa.
Mungkin semua itu adalah keputusan yang sangat baik untuknya jika memutus kontak denganku adalah hal yang paling baik untuk kebhagiaannya, walaupun sempat ku merasakan kecewa bahkan sampai benar-benar membencinya ketika ia kembali datang saat membutuhkanku lalu ia kembali memutuskan hubungan bahkan saat aku membutuhkannya dia abaikan begitu saja dan tak peduli dengan orang yang membutuhkannya karena kebahagiaanya sendiri. Sempat aku merasa kecewa karena sampai sosmedku pun ia blok semua dan benar-benar memutuskan tali silaturahmi kembali demi menjaga hubungan cintanya.
Sebuah kesalahan yang kembali ia lakukan kembali saat semuanya akan ia rasakan sendiri nantinya. Karena ketika ia memutuskan hubungan dan tali silaturahmi maka ia akan terkena sebuah kehilangan. Satu silaturahmi ia putuskan, dan bahkan sempat ia mengakui kesalahan tapi pada akhirnya kembali ia lakukan tanpa bisa belajar dari pengalaman sebelumnya. ia sudah memutuskan satu tali pintu rezekinya sendiri hanya demi laki-laki, ia putuskan satu ketenangan hidup yang akan ia dapatkan kelak karena memutuskan tali silaturahmi demi cinta pula, bahkan ia mengorbankan orang dan menyakiti satu insan demi mempertahankan mati-matian hubungan cintanya. Satu hal yang aku takutkan ketika ia melakukan itu lagi padaku yang dahulu sempat berjanji untuk memperbaikinya, adalah aku menjadi orang yang jahat dan mengumpat padanya dan menyumpahinya karena kemarahanku yang besar diawal cerita ia putuskan hubungan kembali. Ia akan mendapatkan balasannya sendiri suatu saat nanti dan belum sempat ia meminta maaf kepada orang yang ia sakiti, pada akhirnya dibawa mati. Hal itulah yang kupikirkan saat itu. Disaat mungkin aku yang sebagi orang yang diputus dan disakitinya karena memutuskan tali silaturahmi demi cinta, sedang mengalami musibah yang menjadikan keputus asaan, tetapi aku masih belum berpikir jernih dan menganggap semua itu adalah kebutaanya pada cinta sehingga ia lakukan kesalahannya kembali.
Dan kini aku sadar, semua itu adalah bentuk alasan untuk membahagiaannya, karena ketika masih adanya aku dihidupnya, ia tak akan pernah bahagia. Itulah pilihan yang terbaik untuknya sehingga ia dapat hidup dengan bahagia terlepas dari aku orang yang paling jahat yang pernah ia kenal. Bodohnya aku baru menyadari semua itu, karena aku hanya selalu dikuasai oleh amarah yang membuat keputusan ini menyakitiku adalah keburukan. Kini aku sudah menyadarinya dan jika ini adalah jalan yang terbaik untuknya memutuskan hubungan denganku selamanya dan mengulangi kejadian dahulu. Aku akan memaafkan semuanya walaupun cari ini salah, entah ia akan kembali datang untuk meminta maaf atau bahkan tak akan pernah kembali untuk meminta maafpun sudah kumaafkan semuanya, semoga apa yang ia putuskan benar-benar akan membuatnya bahagia. Tak ada lagi bayang-bayang dariku lagi dan rasa bersalah lagi. Tak ada lagi teringat aku yang jahat ini, tak ada lagi kegelisahan dan penyesalan ketika akupun mungkin tak bisa ditemui lagi bahkan tak ada lagi didunia, sudah kumaafkan semua. Aku tahu itu semua adalah cara yang terbaik untuk kebaikanmu.
teruntukku pun juga."

Tepat dihari awal ku mulai masuk kuliah ini, kembalilah perasaanku kembali, entah kenapa aku kembaliu merindukannya, dan ingin mengetahui kabarnya, tapi aku sadar dengan semua penjelasanku tadi, memutuskan hubungan dan lepas dari hidupku adalah kebahagiaanya. Kini entah kenapa perasaanku kembali padanya dan sangat merindukannya. Ada pikiran dalam benak aku tak akan bisa lupa ia telah membuangku kembali dan memutuskan kontak selamanya yang membuatku benci padanya, semua pikiran itu agar aku bisa benar-benar melupakannya dan tak memiliki perasaan sedikitpun, tapi kenapa semua itu harus dihadirkan kembali dalam mimpiku yang sempat bisa lepas dari bayangnya. Rinduku ini tak pernah bertepi dan selalu kembali hadir. Takdir apa yang harus aku rasakan saat ini.

Senin, 29 Februari 2016

Pesan Kematian (Ku)


www.uritarget.com
Hari adalah tanggal yang hanya datang 4 tahun sekali. Tanggal yang langka dan terdapat banyak kehebatan didalamnya. Termasuk kebahagiaan dalam hidupku sampai saat ini.
Banyak yang aku rasakan disisa-sisa hidupku ini yang sudah berkepala dua. Cerita yang datang dari sebuah keluarga, lingkungan, hingga mengenal sebuah cinta. Mengenal apa itu ketulusan, keikhlasan, bahkan kebijaksanaan dalam hidup. Dilalui dalam proses cuaca yang selalu berganti. Tak banyak dari perjalanan hidupku melakukan kebaikan atau membahagiaan orang yang ada disekitarku. Aku hanya orang yang selalu menuntut kebaikan dan mencari keuntungan dari apa yang sudah aku tolong. Hal yang paling bodoh dalam hatiku. Tak tahu makna akan sebuah perjuangan dan kebaikan dalam hidup yang sesungguhnya.
Tak ada yang jahat sejahat diriku, tak ada yang lebih buruk dari buruknya diriku, tapi aku ingin memberikan sebuah kenangan manis untuk orang yang pernah mengenalku bahkan yang pernah bersamaku. Aku selalu berharap bisa selalu berguna bagi mereka, membantu dan tidak menyusahkan mereka, tapi yang ada justru kesialan yang mereka dapatkan pernah mengenalku sebagai orang yang paling jahat dan merusak kebahagiaan mereka.
sikap dewasa, mandiri, bijak, berani aku dapatkan dari berbagai pengalaman yang luar biasa dalam hidup. Bahkan mungkin sampai sekarang aku belum mendapatkan sempurna seperti yang ku tulis diatas. Hanya sebuah coretan perjuangan hidup seorang yang mudah putus asa, malesan, tak berguna, sedih, dan selalu mengeluh dalam hidup,
Merasakan hidup sendirian dan selalu berjalan sendiri, tak ada orang yang tulus mendampingi hingga menjadi terbuang dari kumpulan sisa keputusasaan dunia. Kini yang tersisa adalah perasaan-perasaan kedamaian yang sangat terasa nikmat ku rasakan. Udara sejuk selalu mengalir dalam ruangan yang kuhirup setiap sore, bayang-bayang yang tergambar sebuah ketakutan untuk merasakan hal yang kurang mengenakan, bermimpi tentang keindahan surga, bahkan perasaan yang aneh sering kualami akhir-akhir ini,
Seperti halnya aku membaca tentang sebuah tulisan kematian. 40 Hari kematian dan pesan yang akan disampaikan sebelum dewa kematian menjemput dari dunia. Hanya sebuah penyesalan yang abadi, ketika hidup ini hanya digunakan untuk berpikir dan membuang waktu yang sia-sia menghabiskannya ditempat untuk bermimpi indah tanpa ada aksi nyata dalam tubuh. Bahkan waktu yang tak mungkin dapat kembali hanya dihabiskan oleh kenangan masalalu yang selalu tergambar dalam memori otak. Sesuatu yang tak bisa dikejar dan membuang kenyataan harapan menjadi dunia ini sudah kiamat bagi pemilik raga. Hal yang sangat kurasakan saat ini adalah suara yang kerap kali datang berdengung dalam telingaku seketika. Itu pertanda Nabi Muhammad SAW sedang membisikanku dan mengingatkanku tentang kebaikan. Kebaikan apa yang sudah kulakukan akhir-akhir ini? Hanya memberikan suatu dosa yang terus bertambah dan berlibat. Kebohongan bertubi-tubi, maksiat, angkuh, sombong dan sebagainya. 
Malam ini adalah malam yang indah dimana aku hanya sendiri menulis diwaktu purnama sempurna yang sebentar lagi akan terlihat dari bumi dengan penuh keindahan. Menatap layar 14 inc yang ku pinjam dari teman untuk menemaniku dipetang menjelang embun pagi datang. Hanya ditemani sunyi dan pikiran yang melayang bebas untuk menuliskan sebuah pesan ini. Pesan yang tak penting untuk dibaca tapi ingin aku abadikan disebuah catatanku. Entah kenapa pula aku menamai pesan kematian dariku sendiri. Tapi ini bukan sebuah rencana bunuh diri atau bahkan membuat sensasi. Sebuah perasaan yang ingin kutuliskan inilah yang menguasaiku untuk malam ini dengan bulu kudu yang semakin memuncang dan jantung semakin berdebar menantikan sebuah waktu yang indah.
Rasa takut itu semakin muncul ketika suara sunyi semakin menguasai, hanya terdengar ketika sebuah keyboard dan denting jam yang terus berputar tanpa berhenti. Gelas-gelas kaca yang mulai terdengar dari imajinasiku mengalunkan sebuah alunan melodi yang indah dan nyaman untuk didengar. Gundah gulana yang semakin memuncak, kekosongan hati dan pikiran yang mulai bersih akan semua hitam. Hela nafasku semakin terengah-engah, mataku semakin tajam, tubuhku serasa lelah semua, tulang-tulang dan otot semakin kaku, suhu tubuh yang mulai panas dingin. Hanya Allah SWT dan sahabat-sahabat terbaikku yang selalu mengantarkanku pada kebaikanlah yang saat ini ku ingat. 
Angin semakin kurasakan dengan penuh kenikmatan dimalam ini, akhir dari "2nd Neveruary" yang berari bulan kedua dari akhiran ....UARY... ditiap tahun yang hanya mampir 4 tahun sekali dalam peradaban kehidupan. 
Kini semua tulisan ini dan malam yang sudah berubah menjadi pagi menjadi saksi bisu dan peringatan untuk diriku. Sebuah pesan dariku yang berharap menjadi acuan hidup untuk lebih baik lagi dalam memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar berguna bagi semua dan bisa membahagiakan orang yang ada dalam dunia ini. 
Semua imajinasiku dan hatiku kali ini yang menyetir tubuh ini setelah akupun menyelesaikan sebuah film yang luar biasa "DEATH NOTE L : CHANGE THE WORLD" menjadi salah satu inspirasiku dalam menulis kali ini. Kematian tak harus dijadikan patokan bahwa kesombongan diriku kepada Tuhan yang sok tahu akan kematiaan hidupku, namun lebih kepada rasa syukurku dan penyesalanku tak bisa memanfaatkan hidup dan waktu sebaik mungkin. Karena manusia hanya bisa mengira-ngira dan menyombongkan diri mereka akan kematian yang suka diada-ada dalam perasaan, bahkan sampai mendahului-Nya dengan membunuh diri sendiri. Tuhanlah satu-satunya yang tahu manusia itu mempunyai waktu yang detail didunia, bahkan malaikatpun tak ada yang tahu, hanya setanlah yang merasuki manusia dan menghasut membuat-buat isu tentang kematiannya sendiri terutama perasaan yang sedang kurasakan sendiri.

Aku hanya berharap aku mati dengan tenang dan damai berada pada Khusnul Khatimah dijalan-Nya.
03.00 AM

Minggu, 21 Februari 2016

Hanya Ingin Berbagi Cerita



Namaku antonio, hujan dimimpi mengawali ceritaku kali ini. Tepat dibulan kedua ditanggal muda. Aku menyaksikan jutaan kebahagiaan dimimpi, angan-angan yang tergambar begitu indah tentang kehidupan bahagia, punya banyak teman yang ada untukku, bahkan orang yang sangat ku sayangi semuanya hadir disetiap mimpi-mimpiku. Waktu itu adalah awal liburan kuliahku dikampung halaman dengan orangtua setelah sekian lama tak berjumpa dengan mereka. Rasa asing sangat terasa ketika awal aku menjajaki kaki dirumah tercinta, mungkin karena kebiasaan dikota aku menikmati semua kenyamanan tempat yang sangat berbeda dengan rumah. Walaupun begitu, kebahagiaan bisa saling berkumpul setiap senja mulai menguning dan menuju gelap, setelah semuanya sudah selesai dengan urusannya masing-masing. Aku yang sudah dirumah, adik-adikku sudah pulang bermain, bapak yang duduk menikmati kopi dan rokoknya, dan ibu yang pulang dari kios kita berkumpul disebuah ruang 3x3 ruang tamu yang kecil dan belum ada keramik bahkan tembok yang utuh. Hanya beralaskan kursi yang sudah kumuh dan udara segar yang kita hidup bersama sudah sangat membahagiakanku menikmati setiap nafas bercanda dan berbagi cerita bersama mereka.
Hari kedua, tak ada kegiatan yang dapat kulakukan. Rasa capek kemarin belum menghilang dan rasa males masih terasa sangat kuat ketika gravitasi kasurku yang hanya beralaskan kasur keras dan ranjang yang rapuh dengan selimut background yang sangat tipis. Tak ada yang dapat kukerjakan saat dirumah hingga aku harus kembali tertidur melanjutkan mimpi indahku. Hingga pada hari-hari selanjutnya aku hanya menghabiskan waktu yang banyak dikasur dan gadget yang selalu melihat sesuatu di media sosial. Kepalaku semakin berat dan makanpun enggan. Sampai pada akhirnya mulutku tak bisa mengunyah akibat sariawan yang datang. Bertambah sudah rasa enggan memasukan makanan kedalam mulut. Rasa stres mulai melanda dan hampir gila karena setiap saat hanya terpikir masalalu yang buruk hingga berakhir hubungan yang putus.
Musim itu memang sedang musimnya orang sakit, hingga bapakku sakit dan tak bisa berangkat kerja. Bahkan dilanjut dengan ibuku. Aku tak bisa apa-apa karena akupun menjadi sakit karena sebuah tekanan dalam diri. Semuanya mendorongku untuk mengerjakan pekerjaan mereka. Simbahku dan adikku SMA yang merawat kedua orangtuaku disaat sakit hingga ibuku sembuh. Aku mengerjakan semua pekerjaan rumah dari bersih-bersih rumah sampai memasak setiap pagi dan sore, bahkan aku harus membuka kiosku untuk terus mendapatkan penghasilan untuk kehidupan sehari-hari.
Mungkin rasa kurang syukurku dan hanya mengeluh karena merasa akulah yang paling menderita dan paling merana dalam hidup sehingga aku diberikan cobaan yang sangat luar biasa hingga aku tak bisa apa-apa hanya bisa dipikir dan terkadang pikiran jadi kosong melamun hal yang tak penting. Walaupun aku berada dalam keluarga yang sederhana tapi aku sangat bersyukur apa yang aku inginkan selalu cepat terkabul. Bahkan sampai aku bisa kuliah dengan jalanku sendiri.
Kata ibuku walaupun aku selalu menjadi bahan guyon karena sifatku yang lucu dan mereka anggap aku orang yang selalu kasian. Aku termasuk orang yang sangat beruntung karena aku bisa dianggap mendapatkan surga didunia. Kata ibu aku adalah orang yang gampang mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Dari mulai aku bisa bekerja mendapatkan penghasilan setelah lulus SMA dan dapat berkuliah dengan rasa pesimis orangtua yang tak sanggup me-kuliahkanku hingga aku dapat kuliah dengan uangku sendiri sampai mendapatkan beasiswa, aku dapat membeli laptop disaat aku benar-benar membutuhkan, bahkan ketika aku sangat membutuhkan kendaraan pribadi, aku dapat membeli motor dengan kerja keras dan rasa optimisku dengan cepat semua itu bisa kudapatkan.
Tapi dibalik itu akupun cepat dan mudah mendapat azab ketika aku melakukan kesalahan seperti berbohong, mencari perhatian dengan melebih-lebihkan keadaan, hingga aku merasakan kehilangan.
Aku kurang bersyukur dan tidak memanfaatkan laptopku dengan baik, hanya untuk menyetel musik tiap hari, hingga aku kehilangan laptop. Aku kehilangan handphone, kehilangan uang koperasi yang aku simpan disaat aku menghambur-hamburkan uang terlalu boros berbelanja. Aku kehilangan wanita yang aku sayangi karena aku terlalu menyayanginya hingga gila, sampai mendapatkan balasan ketika aku kembali dekat dengan masalalu, dan tak menghargai orang yang baru dekat denganku, aku pun dibalas demikian dengan cepat.
Begitu hebatnya azab yang Allah berikan ketika aku selalu dengan cepat diperingatkan ketika melakukan kesalahan. Sampai aku menyadari setiap kesalahanku hingga kini aku merasa kosong dan tertekan dengan penuh keadaan. Mungkin akulah manusia yang sangat kurang bersyukur.
Sekarang aku benar-benar merasakan bingung, entah apa yang harus kurasakan, hanya bisa dipikir dan sedikitpun tak mau bergerak. Tepat hari itu adalah pengisian matakuliah untuk melanjutkan kesemester depan dan akupun harus bersegera kembali kekota karena banyak amanah yang aku pegang saat ini. Harus bisa bertanggungjawab dan lebih dewasa dengan apa yang sudah diamanahkan.
Ketika kubuka dan mulai mengisi bertuliskan “anda belum melakukan registrasi” sontak aku pun gugup dan bingung, karena selama ini aku mendapatkan beasaiswa. Beasiswa kemarinpun aku masih dibekukan dan belum bisa cair. Untangku banyak ketika aku harus menghidupi kehidupanku sendiri yang kurang terpenuhi oleh beasiswa. Usahaku mandeg dan seret karena aku harus fokus diakademikku dulu setelah dahulu sempat dihancurkan karena cerita masalalu. Aku selalu mengutamakan kepentingan oranglain sehingga dirikupun harus dihancurkan sendiri oleh sikapku, hingga justru tak mendapatkan hal yang baik justru aku kehilangan semuanya karena rasa yang kurang ikhlas itu datang ketika aku harus kecewa dengan balasan yang menyakitkan, hingga aku selalu mengungkit-ungkitnya hingga menyalahkan padahal aku sendiri yang harusnya bisa lebih baik untuk menerima balasan apa yang sudah dilakukan hingga tak menjadi kecewa.
Kesalahanku itulah yang membuatku hancur sendiri, kini orang-orang yang datang ketika membutuhkanku, disaat aku membutuhkan sekadar meminjam uang sebentar, atau membantu menenangkan pikiran, bahkan cuma menghibur. Menghilang. Entah apa yang sudah kukatakan bahkan kulakukan hingga aku dibuang setelah tak lagi membutuhkan, tak ada teman yang bisa membantu untuk saat ini. Beasiswaku tak ada kepastian, aku belum mengisi matakuliah, aku masih mempunyai utang yang cukup besar ketika dahulu ku menolong seseorang dan berkorban untuk seseorang hingga aku terjatuh sakit memaksakan keadaan hingga aku dibuang begitu saja sebuah tekanan yang cukup luar biasa dikejadian dahulu, membuatku menelan kepahitan saat ini. Harus menanggung kehancuran sendiri, dan entah kemana orang yang sudah meninggalkanku disaat kesusahan. Disitu ku merasakan tak ada orang yang sejati bersamaku, dan teman sejati disaat bahagia dan sedih, saling membutuhkan. Semuanya hilang karena sudah menikmati kebahagiaan masing-masing. Hanya berjalan sendiri dengan menopang seluruh akibat kesalahanku dahulu, begitu bodohnya aku yang harus mengorbankan diriku sendiri sehingga semuanya menjadi unek-unek dihati yang kurang ikhlas disaat yang dikorbankan membuang begitu saja waktu itu hingga sekarangpun memutuskan kontak demi kebahagiaan pribadi.
Mungkin memang benar ketika ingin membantu harus pentingkan diri sendiri terlebih dahulu sehingga ketika membantu seseorang tak menjadi rasa yang kurang ikhlas ketika dikecewakan, memang ujian ikhlas sangatlah sulit didapatkan seperti aku yang sangat jauh dari baik ini.
Kini aku harus menyelesaikan sendiri dengan kepala dingin dan tenang. Tapi masih saja sulit untukku melepas beban yang sedang dialami. Ketika aku harus melunasi semua utangku, aku lupa bahwa akupun mempunyai uang yang ku tabung, walau tak seberapa tapi bisa untuk sedikit menutup semua untangku, tapi mungkin tak bisa sekaligus dengan membayar uang kuliah jika beasiswaku memang tak lagi ada dan pembekuan uangku dibank masih belum bisa cair.
Aku harus bekerja membantu orangtua dirumah, aku tak bisa kemana-mana dan tak bisa meminta bantuan kepada siapa-siapa untuk mengurus perkuliahanku disana karena ini masih musim liburan, tak ada teman yang ada disana kecuali orang yang mondok atau semester tua. Bapakku masih sakit dan adikku yang kecil sakit parah hingga opnam, hingga tabunganku pun harus kurelakan semuanya yang ingin kubelikan laptop baru dan membangun usaha baru kembali setelah bisa melunasi semua utang-utangku dan cicilan motorku.
Saat itu aku sudah sangat bingung dengan keadaanku yang masih kurang sehat juga untuk pergi jauh. Hingga aku harus kekota dan mengurus uangku dibank. Dan saat kutanyakan semua pembekuan uang itu. Ternyata isi tabunganku tertulis aku sudah mengambil semua uang ditabunganku pada tahun lalu, bukan pembekuan melainkan kebobolan yang kupikirkan saat itu. 30jt terbobol ditabungan sudah lama. Gila darimana aku mendapatkan uang sebanyak itu ditabungan dan seketika juga bobol hilang semua isi ditabungan.
Aku merasa lemas seketika itu, kini aku hanya bisa melunasi uang teman dan sebagian sisa uang koperasi yang kusimpan dibank menjadi sebuah utang semua saat ini dengan utang dahulu. Kembali kuhubungi orang yang bisa membantuku dikota, tapi kembali lagi, tak ada respon semuanya tak punya pulsa atau kuota, entahlah. Yang jelas mungkin menhindar dariku yang mungkin tahu aku sedang mencari mereka karena membutuhkan, begitu hinanya ku saat ini. Aku datang kepada semua teman hanya karena aku membutuhkan saja. Kini aku merasakan sendiri akibat dahulu apa kulakukan mungkin kurang ikhlasnya diriku menjadi sebab kini semua orang tak ada disaat ku membutuhkan.
Kini kusadar dari semua kesalahanku dahulu. Kini aku harus selalu bersyukur apa yang aku nikmati dan dapatkan. Semuanya pasti kan ada hikmah dan jalannya. Walaupun saat ini aku harus terpuruk tertekan hingga jatuh sakit kembali dengan sakit dahulu yang kembali kurasakan. Walaupun semuanya meninggalkanku dan mungkin jalanku harus menanggalkan status mahasiswaku untuk fokus membantu dirumah, disaat amanahku yang sangat banyak itulah jalan yang terbaik. Tak ada teman sejati yang dapat berjalan bersama disini. Hanya dapat berjalan sendiri dan aku masih mempunyai Allah yang akan selalu membantuku suatu saat nanti.
Tepat dibulan ini, bulan yang spesial bagiku aku menuliskan tulisan ini untuk saling berbagi cerita tentang kehidupan. Betapa pentingnya membantu oranglain dan mengutamakan yang membutuhkan tetapi ingat dengan kemampuan diri. Hingga tak berujung kecewa, dan belajar rasa ikhlas dari dalam hati menerima semuanya kenyataan dengan bersyukur hari ini bisa menghirup udara segar saja dan sesuap nasi sudah sangat bersyukur. Betapa indahnya hidup dengan syukur tak perlu muluk-muluk untuk melupakan semua nikmat-Nya.
Walaupun kini akupun sendiri belum mendapatkan pencerahan, inilah ujianku. Bagaimana cara mengembalikan keceriaanku? Bagaimana menghapus semua beban yang ada dipikiran? Entah saat ini aku belum menemukannya. Yang jelas saat ini dipenghujung akhir bulan kedua tahun kera api. Aku masih menghirup nafas dengan berbagai tekanan dan pikiran yang entah kemana langkah ini harus diambil. Sakit ini hanya sebuah ujian sabarku, walaupun sakitku yang dahulu ketika muncul karena sebuah pengorbanan kembali datang karena sebuah sakit hati dan umbaran yang menambah tekanan dipikiran masalaluku yang buruk hingga tak dihargai. Mungkin sakitku ini akan menjadi pengobat kesalahanku itu untuk memurnikan pengorbanan. Kini hanya bisa menerima yang sudah terjadi dan berusaha menikmati hidup dengan percaya, hidup itu akan indah pada saatnya.
Yang aku inginkan saat ini hanya mengembalikan kebahagiaan semua orang yang pernah kusakiti karena kejahatanku.

21 Feb 2016

Karena Bully



Kenapa sehari  saja aku bisa lepas dari bayangmu selama setahun ini, sudah berapa kali ku berganti cinta yang mungkin itu hanya selingan sesaat sampai saat ini. Bagaimanakah caranya de agar aku bisa seperti dirimu yang mudah melupakanku dan menghapus kenangan-kenangan indah itu de?
Ajari aku tuk bisa melupakan semua itu de, ajari aku utk tak lagi punya perasaan denganmu, ajari aku agar bisa cuek, tak peduli, tak memikirkanmu, tak merindukanmu, tak lagi stalking dirimu dimana-mana dan memandang umbaran itu tiap saat de ?
Sungguh semua itu sangat menyiksaku dan menyakitkan, kepalaku sudah sangat berat jika harus selalu teringat denganmu. Kenapa duniaku hanya memikirkanmu? Kenapa ku masih saja menyintaimu? Kenapa aku sulit sekali membencimu setelah apa yang kamu lakukan untuk selama ini? Berkali-kali aku kecewa, dibuang, disakiti, diphp, tapi jiwaku masih sulit membencimu agar bisa melupakanmu, seribu cara aku berusaha melupakanmu justru semakin menyiksaku karena semua itu kembali teringat dirimu. Hanya sakit yang kurasakan, bisa gila lama-lama jika seperti ini de.
Sudah sangat sesak de jika aku harus sakit melihat umbaran itu, ketika aku sengaja maupun tak sengaja melihat umbaran itu, begitu cepat menghujam jantungku dan membuat bergetar.
Berbagai cara aku diputus kontak, dibuang begitu saja, setelah kau tk lagi membutuhkanku dengan meninggalkan sakit diriku dahulu, kita lost kontak, kita bertemu kembali dengan jalan damai dan saling memaafkan, berusaha tak kaku, menjadi teman biasa, masih saja tak berpengaruh pada perasaanku de.
Bahkan sampai sekarang aku masih dihantui dirimu dalam mimpi, kenapa de aku bisa seperti ini? Apakah sudah begitu lamanya aku sayang denganmu hingga harus melepas dari pikiran saja pun sangat sulit. Aku tak pernah meminta dan berdoa agar kau kembali denganku dan bisa mencintaiku lagi de, tapi justru selalu saja dalam mimpi kau hadir menjadi kebahagiaanku, bahkan sampai sesak ketika aku terbangun.
Apakah ada hal yang belum termaafkan darimu? Tolonglah aku de, aku seperti orang sekarat, kepalaku semakin ingin pecah, hidupku jadi tak pernah konsen dan tak karuan. Jujur kuakui ketika bersamamu memang membuatku sangat bahagia dan anugerah terindah yang pernah kumiliki, kau selalu menjadi segalanya dan menjadi yang pertama walaupun tak begitu pada kamu. Bahkan kamu yang selalu membuatku bahagia, penyemangat hidupku, ketika berada dalam masalah, hanya kamu yang selalu setia ada denganku disaat sakit, terjatuh.
Yang paling menyakitkan untuk saat ini adalah pembullyan yang dirasa cukup menyakitkan. Banyak orang yang terus saja membully ku sampai saat ini tentang umbaranmu. Terutama teman-teman SMA. Seperti Yulia yang meledekku habis-habisan dan mancing-mancing karena umbaran kemesraanmu. Aku yang kena. Ajiz, Sae, dan Angger yang selalu menghina-hinaku karena fisikku bahkan kata yang paling menyakitkan ketika mereka berkata "Saiki pacare mendingan dadi wani pamer-pamer ra kaya koe disit isin due pacar kaya koe". lara atine jane nemen, tapi bisa dihias oleh senyuman. Uccy yang mengkasihaniku dan membicarakannya kepada seseorang tentang kasiannya diriku, aku merasa sangat terhina bahkan dalam hati sungguh menyakitkan harus menerima berbagai bully-an itu. Hanya karena kita sudah pisah dan kamu selalu bahagia mengumbar kemesraan saja aku yang terkena bully-an setiap saat hingga kini, dan paling parah ketika dahulu pacarmu menghinaku dan mengatai ku setan, ketika keadaan sesungguhnya kau balikan, dan seolah-olah akulah yang salah dan menutup-nutupi kesalahanmu demi mempertahankan hubungan aku yang harus kena, bahkan sampai sekarang tak henti-hentinya aku merasa dihina dan diomongin oleh pacarmu yang apapun selalu kamu laporkan untuk memalukanku. 
Semua bully-an itu tak lekang ketika teman-teman lama bahkan saudaramu, Ibuku, Bapakku bertanya menyindir tentang kamu yang jelas-jelas kita sudah pisah lama dan bahkan sudah putus kontak. Ada-ada saja hal yang selalu dikaitkan olehmu. Terkadang hati ini sudah terbiasa akan bully-an dan mungkin sebuah kebiasaan pembullyan akan menghancurkan seseorang. Bisa saja aku akan menjadi orang yang sangat jahat dan sadis oleh tekanan itu, bisa juga akan menjadi strees merusak diri. Entah semua itu benar-benar aku rasakan sekarang ketika saling memutus kontak kembali setelah sudah tak membutuhkanku lagi dengan mudahnya langsung mengumbar kemesraan, disaat itu juga aku masih merasakan hinaan dan pembullyan ini. 
Ada hal yang harus aku jaga dan perbaiki dari kemarahanku dahulu. 
Menahan dan sabar akan pembully-an ku. aku tahu aku orang yang paling memelas, kasihan, jelek, miskin, bodoh, dan jahat.
Bagaimanakah mengembalikan keceriaanku de?

Jumat, 12 Februari 2016

12 Februari 2016 "Catatan terakhir tentangmu"

Genap 5 tahun lebih de, aku mengenal dekat denganmu semenjak 12 Februari 2012 silam. 3 tahun kita menjalin cinta, satu tahun kita vakum dan satu tahun lebih sudah kau sudah mendapatkan hati yang lain. Mungkin tanggal ini masih istimewa untukku walaupun mungkin kau sudah melupakannya. Mungkin tanggal 12 ini sudah ditanggalkan olehmu dan diganti oleh tanggal yang sangat istimewa untukmu bahkan melebihi 12 ini. Aku tahu sedari dulu kamu sangat mudah melupakanku, membuangku, membunuhku, melukai hatiku. Terlihat dengan semua ucapan bulshitmu yang selalu kau musnahkan sendiri. Aku masih ingat katamu yang terakhir yang janji memperbaiki hubungan kita setelah kamu putus kontak. Lagi, lagi dan lagi itu sama dengan kata-kata omong kosongmu yang dulu. Itu hanya terucap saat kau mengingat bersalah dan meminta maaf, tapi tak pernah kau lakukan. Hanya ucapan manis dibibir, pahit dikenyataan karena semua lagi demi cinta yang kau pertahankan.
Entah sudah berapa kali kau perjuangkan demi cintamu itu, kamu lebih mengorbankan aku yang selalu kau lukai dan bahkan sudah kau lupakan tak tersisa sedikitpun.
Aku memang terbilang manusia yang bodoh kata semua orang, bahkan mungkin dirimu. Sudah berapa kali aku disakiti olehmu, aku dilukai olehmu, dibuang olehmu, dan bahkan tak pernah berharga bagimu. Tapi kenapa aku masih saja menyintaimu dengan tulus sampai saat ini, padahal kamu tak pernah tulus denganku dan bahkan kamu hanya menganggapku sebagai hiburan selingan. Kamu sangat menggilai dia dan sangat menyintai dia sampai apapun kamu lakukan demi dia sampai detik ini yang selalu kamu umbar disosmed dan kamu banggakan dimana-mana, sedangkan aku hanya bisa membanggakan pernah memilimu.
Kamu yang selalu memberikan apa saja untuknya walaupun kamu masih denganku, kamu masih sempat ingin memberikan kado ulangtahun untuknya, dan sekarang kamu selalu memberikan waktu untuknya dan memberikan apa saja untuknya dan menghargai setiap apa yang dia berikan untukmu, sedangkan aku hanya bisa memberikan apa yang aku bisa ku berikan untukmu walaupun tak pernah sedikitpun kamu hargai bahkan hanya kau simpan dilemari, bahkan kau berikan padanya..., masihkah aku mencintaimu? bukankah itu bodoh?
Entah de, aku tak pernah merasa aku bodoh walau banyak orang yang memandang seperti itu. LAGI!!
Aku selalu memberikan waktu untukmu, menyempatkan waktu ketika kamu butuhkan dan selalu ada untukmu. Tapi kau selalu utamakan dirinya, kau berikan segalanya untuknya, bahkan kau tak menghargai aku didepanmu yang kamu minta tolong. Aku sama sekali tak dianggap penting ketimbang HP mu. Bahkan semua HP dan BBM lebih berarti dihidupmu ketimbang aku yang sedang didepanmu, membantumu, dan meluangkan waktu untukmu? Kenapa aku masih cinta denganmu dan masih rela berkorban untukmu? Jika kau tahu sudah banyak sekali yang ku hancurkan demi mengutamakan dirimu, bahkan aku terlalu memaksakan diriku, tapi kamu hanya menghargai dengan memberi makan setelah membantumu, aku merasa seperti babumu yang ada membantumu tanpa kau pandang diriku. Bahkan banyak sekali kau korbankan dan rela demi mempertahankan cinta dengannya sampai aku yang pernah kau lukai kau buang begitu saja.
Kau buat kesalahan dan berjanji akan sedikit memperbaiki kesalahanmu. Tapi itu bulshit. Teringat tanggal 2 kemarin terakhir aku mencoba menghubungimu dahulu untuk memperbaiki hubungan kita. Tidak datang ketika ada masalah bahkan ada perlu saja. Aku sudah welcome dan berkata tak usah sungkan untuk menghubungi duluan, toh kamu yang mengawali merusaknya dan kau yang berjanji memperbaikinya. Justru harus aku yang selalu mengawalinya. Sampai sekarang tanggal 12 Februari? 10 hari aku masih berharap dan menunggu dengan senang pasti kamu akan menghubungiku biasa tanpa ada masalah dan perlu. Aku masih menunggu itu de, tapi lucu, bodohnya aku berharap seperti itu. Tak mungkin kamu akan mau menghubunguiku terlebih dahulu.
Pasti ucapanmu dahulu hanyalah bualan semata. Kau hanya akan datang ketika kau kembali membutuhkanku saja, atau mungkin ketika kau sedang bosan dan butuh hiburan saja seperti yang kamu lakukan dulu. PHP aku hanya dibilang ketika bosan dan butuh hiburan? Tapi aku masih saja bisa tersenyum menyintaimu? Bisa dibilang aku bodohkah?
Aku berharap perasaanku tidak akan berburuk sangka denganku ketika pikiran ini mengacu pada, “kau hanya datang ketika membutuhkanku saja” akan hilang dengan awalan perkataanku yang tak usah sungkan dan buktikan ucapanmu yang akan memperbaiki hubungan yang dulu pernah kamu rusak sendiri demi cinta. Tapi semua itu penantian yang sia-sia.
Dan bodohnya aku sampai sekarang masih saja berharap kamu mau melakukan itu dan sedikit saja menghubungiku ditanggal ini, tanggal yang pernah istimewa untuk kita (dahulu). Dan aku baru sadar. Oh iya,, kamu tak akan pernah berani dan sungkan untuk menghubungiku karena demi menjaga perasaannya dan demi dia juga, kamu takut melakukan kesalahan lagi sehingga menyakiti dia. Bodohnya aku yang baru sadar.
Dan sekarang aku tak perlu lagi benci, muak dengan setiap ucapanmu yang manis dibibir saja. Aku tahu itu adalah yang terbaik untukmu, kenapa aku masih saja mengharap dan membencimu karena itu jika aku benar-benar menyintaimu? Itulah kebodohanku yang sesungguhnya, tanpa sengaja aku selalu menyalahkan perilakumu dan sikapmu terhadap diriku. Dan sampai aku keluhkan setiap umbaran yang kau lakukan, bahkan seperti sedikit memaksa kamu untuk tidak melakukan itu, padahal itu yang akan membuatmu bahagia, melakukan yang terbaik untukmu.
Aku terlalu bodoh kurang menyadari selama ini. Sekarang aku tahu de, ketika aku selalu ada untukmu, tapi kau selalu ada untuk dia, aku selalu memberikan yang terbaik untukmu, kau beri semua yang terbaik untuk dia orang yang paling kau cinta. Bahkan aku selalu menyintaimu walaupun kau tak pernah melirikku dan sudah sangat nyaman denganya. Itu semua bukan kebodohanku.
Tapi aku bodoh jika selalu benalu dan beban disetiap bahagiamu. Bahagiamu terhalang oleh luka hatiku yang belum seutuhnya menerima kenyataan. Bodohnya aku yang tak pernah memberikan yang terbaik untukmu. Aku tahu dengan kamu selalu mengumbar selalu kemesraan disosmed akan membahagiaan orang yang membuatmu paling bahagia, memberikan yang terbaik untuknya. Aku tahu kau tak pernah menghargai setia pemberianku karena kau lebih menghargai dia sebagai orang yang membuatmu nyaman. Dan aku tahu kau berkata bulshit sehingga kau kembali lost kontak denganku. Karena semua itu demi menjaga perasaan orang yang kamu cintai itu, dan kau takut untuk kembali menyaktinya, demi dia lebih baik kau tak perlu mengenal aku de... aku tahu itu, datanglah ketika kau butuhkan saja, dan kau bosan, aku akan selalu siap dan ada untukmu ketika kamu butuhkan. Sebagai teman yang diperlukan, sebagai babu yang kau butuhkan bahkan seperti keluargamu ketika kau ingat diriku.
Aku disini sampai detik ini mengucapkan terimakasih untuk setiap kenangan 5 tahun 12 Februari akan selalu spesial untukku. Aku akan selalu ada untukmu sampai jantungku berhenti berdetak.
Sebuah lagu dan video yang kupersembahkan untukmu terakhir kalinya de, demi kebahagiaan dirimu, lakukanlah apa yang terbaik untukmu de,

https://www.youtube.com/watch?v=6eMhjL6_I7w

BAHAGIALAH SELALU.

Hanya tersisa duabelas kata untukmu yang terakhir de
“Tunggu sampai nadi ini berhenti berdetak, aku sudah tak lagi cinta kamu.”

Rabu, 13 Januari 2016

Aku dan Tulisan ini

Kenapa de? Kenapa aku harus merasakan seperti ini berkali-kali dan berujung sakit hati untukku dan hancur sehancur-hancurnya.
Tahukah kamu de, kali ini aku benar-benar hancur sehancur-hancurnya, karena ini adalah kejadian yang sekian kalinya, harus selalu diulang kesalahan yang tak pernah bisa untuk diperbaiki, walau hanya sedikit saja menghargai perasaanku. Kali ini aku sudah sangat hancur sehancur-hancurnya karena tak kapoknya kamu menyakitiku dengan mengorbankan perasaanku demi menyelamatkan hubunganmu, aku harus dikorbankan untuk perasaan yang tersakiti dengan segala caramu untuk menjaga perasaanya. Aku tahu de alasan kenapa kamu benar-benar rela dan melakukan seperti ini lagi, aku tau kamu tak bermaksud ingin mengulangi kesalahan dahulu. Pasti apa saja akan kamu lakukan demi dia, dia yang begitu kamu cinta dan sayangi sebegitu besar, ketimbang aku yang bukan siapamu. Dia yang paling baik untukmu, dia yang sempurna, dia yang paling membuatmu nyaman, dia yang paling menyintaimu, dia yang paling indah untukmu dari segalanya, makanya kamu tak akan pernah peduli dengan sekitar bahkan yang tak terlihat dihadapanmu(hatiku). Tapi caramulah yang tanpa sengaja menyakitiku dan mengorbankan hatiku untuk tersakiti demi cintamu itu. Aku paham de, aku mengerti perasaanmu dan posisimu yang takut akan kehilangannya.
Jujur kali ini aku benar-benar tak tahu dengan hatiku yang sangat hancur dengan hasil ini. Tapi aku benar-benar tulus menyintaimu dan sayang padamu de, sampai detik ini, setidaknya aku rela mengorbankan apapun untuk membahagiakanmu.
Dengan jawabanmu dan hasilnya yang seperti ini aku tahu kamu akan bilang seperti ini de. “setelah ini lebih baiknya memang kamu tak bersamaku dan tak adalagi untukku.” Setelah apa yang terjadi, katamu itu begitu sakit de, aku tau kamu tak ingin membalas cinta dan sayangku ini, tapi tak perlu kamu memintaku atau berkata seperti itu, karena itu sungguh sakit. Tahukah kenapa itu begitu menyakitkan?
Ya de, kata itu sungguh menyakitkan karena bukan hakmu bicara seperti itu jika memang kamu tak suka dan tak ingin membalas cintaku, tapi akulah sendiri yang dapat menilai siapa yang terbaik untukku saat ini, siapa yang aku butuhkan saat ini dalam hati, siapa yang bisa membuatku lebih baik.
Karena jujur walaupun kamu tak pernah menghargai perasaanku dan selalu menyakitiku demi dirinya, kamulah yang bisa buatku bahagia dan tersenyum ketika ada bersamamu, ada disampingmu dan berhubungan baik tanpa ada problem dari siapapun, setidaknya itulah obat yang paling ampuh untuk mengobati lukaku yang kembali kau berikan untuk kali ini de, karena daridulu kamu selalu mengulangi kesalahan yang sama, dan berujung pergi begitu saja meninggalkanku demi untuk dirinya dan meninggalkanku begitu saja.
Jika aku boleh berandai de…
Andai dahulu kamu bisa belajar dari pengalaman itu untuk tidak datang hanya untuk menyakitiku, andai kamu mau sedikit mengobati sepiku dan sedihku karena lukamu itu, sedikit saja. Atau bahkan andai kamu tak berkata “Kamulah yang terbaik, mungkin dahulu aku hanya bosan padamu, aku lebih merasa nyaman denganmu” lalu kamu sendiri mengingkari dan meninggalkanku begitu saja lalu membuang dengan memutus kontak. Andai kita tak melakukan kesalahan buruk yang terus dilakukan. Andai kamupun tak berkata “Aku akan bertanggungjawab memperbaiki kesalahan untuk memberikan yang terbaik untuk semuanya.” Lalu kamu dustai dengan cepat dan meninggalkanku begitu saja dan memutus kontak kembali hanya demi dia. Bahkan andai kamu tak mendustai kata-katamu putus dahulu “aku tak ingin berpacaran demi orangtuamu” tapi diam-diam kamu dekat dengannya dan pada akhirnya jadian juga pertanggal 8 januari 2014 sampai detik ini 1 tahun lebih, kamu mendustai ucapanmu sendiri. Aku tak akan mengikuti sakitku sampai sekarang de, aku tak pernah mengikuti alur jalan cerita cintamu selama setahun ini dengan sakitku. Aku takkan merasakan sakit itu sampai kau berikan titipan yang membekas dengan membuatku sakit sampai sekarang ini.
Jika semuanya itu aku boleh berandai de, aku pasti sudah bahagia lama dan tak hancur selama setahun ini. Aku bisa bersamamu dengan berhubungan baik tanpa ada sakit, kecewa, dan disakiti karena kita sama-sama tak terikat cinta yang menyakiti dan mengorbankan diantara kita akibat perbuatan kita sendiri juga. Kita sama-sama baik, bercanda bersama, saling membantu disaat membutuhkan tanpa ada kesalahan, tak ada ikatan yang disalahkan, bahkan mungkin akan mudah cepat tidak tergantungan denganmu dan sudah lama move on darimu menjadi biasa layaknya sahabat biasa tanpa ada sakit dan baper lagi, jike memang kita tak bisa bersama lagi, setidaknya aku bisa bahagia daridulu dan tak hancur seperti ini. Tapi apa daya de,hehe itu hanyalah andaian yang percumah dan angan yang tak berguna karena semuanya sudah terjadi.
Kini kenyataannya aku harus menjalani pahit derita cinta ini, memohon untuk tidak memutus kontak, pernah juga mencari-cari kesalahan agar kamu bertengkar denganya, memohon untuk tidak mengulangi meninggalkanku setelah menyakiti, memohon untuk tidak langsung mengumbar begitu saja kemesraanmu secara acuh dan tak memperdulikan aku yang baru kau sakiti. Semua itu harus kujalani dengan penuh kehancuran de, dengan penuh kesedihan selama ini. Kadang aku berpikir kapankah aku terlepas dari sakit itu jika aku harus selalu merasakan ini, melihat umbaran it uterus-menerus? Kapankah aku tak merasakan sakit hati karenamu lagi, kapan aku bisa melupakanmu sepenuhnya? Tapi tak pernah aku bisa menemukan jalan temu itu de.
Hanya ada pengulangan sakit ketika kamu hadir dengan umbaran itu tiba-tiba, kesalahan yang kembali kamu ulangi kali ini berujung lagi-lagi seperti ini hasilnya. Harus bagaimanakah aku de? Hatiku sudah tak berbentuk lagi, aku sudah jauh dari keceriaan lagi, hanya memendam sakit hati ini sendiri dan merasakan sakit ini sendiri, kamu pasti takkan pernah merasakan apa yang aku rasakan karena kamu sudah terlalu nyaman dengan posisimu dan tak ingin terusik dan terganggu oleh rusaknya hubunganmu kali ini, kamu sudah terlalu menikmati kenyaman itu de, tak pernah bisa kamu merasakan apa aku rasakan selama ini dan bahkan kali ini. Kenapa siksaan perasaan untukku tak berujung kepada akhirnya hidupku ya de? Agar aku benar-benar bisa damai dan bahagia tanpa semua ini yang aku rasakan.
Entah de apa yang aku rasakan mungkin tak bisa terungkapkan dalam semua tulisan ini. Dan hanya tulisan inilah yang buatku lega melampiaskan semua perasaanku kali ini.
Teruntuk kejadian yang sudah terjadi hari ini.
Aku cuma bisa berkata :
Terimakasih untuk luka yang kau berikan tanpa sengaja ini, terimakasih atas hasilnya ini. Meminta tolong memang tak salah, tapi caramulah yang membuat salah dengan posisi kita. Kamu masih berpacaran denganya, aku mantanmu yang pernah kau sakiti karena dia, dia pun pernah disakitimu karena adanya aku. Posisi yang sungguh harus ada salah satu yang tersakiti dan merasakan sakit. Antara aku, kamu, atau dia. Dan jawabannya aku sudah tahu sekali lagi, mengulang kembali cerita-cerita sebelumnya.
Aku yang harus kau hempaskan setelah itu dan menjauhiku demi tak merusakan hubungan kalian lagi. Demi aku tak baper lagi padamu, tapi kalau sudah terlanjur seperti ini? Apa yang kamu lakukan untukku de kali ini?
Ahh sudah tahu jawabannya…
Aku tahu de kamu melakukan seperti ini semuanya karena kamu memang datang disaat membutuhkanku saja seteleh selesai sudah tak lagi ada untukku. Aku tahu kedatanganmu memang hanya untuk meminta bantuan padaku yang dikira aku bisa membantumu. Tapi asalkan kamu tahu,selama ini aku tak membantumu de, aku hanya menemanimu saja yang semua orang bisa. Tapi Tanya kenapa kamu memilihku yang pertama?? Itulah de refleksmu…
Tapi sekali lagi aku sadar kok de, niatanmu hanya itu, dan aku paham jika kamu tak jujur, itu demi menolong hubunganmu, kamu terlalu takut kehilangannya, kamu terlalu takut dai meninggalkanmu, kamu terlalu takut hubunganmu rusak karena aku yang kamu butuhin. Aku paham kok de, disitu betapa kamu benar-benar sudah dibutakan oleh cinta dan sangat menyayanginya. Tak ingin melepaskannya dan apapun kamu perjuangin agar kamu tak mengulangi menyakitinya dan mengkhianatinya. Tapi satu yang kamu lupa de, disini ada aku.. mantanmu yang pernah kau sakiti dan kau beri luka akan setidakjujuranmu. Tanpa niatan kamu sudah lagi-lagi mengorbankan perasaanku untuk hubunganmu lalu kembali pergi begitu saja dan melanjutkan tanpa kamu merasakan apa yang aku rasakan…
Tapi ia juga sih de, aku mah siapamu ya de,hehe aku bukan orang yang berarti untukmu, aku bukanlah orang yang special dalam hatimu, aku juga buka orang yang berharga untukmu, jadi kamu takkan pernah takut menyakitiku dan kehilanganmu walau itu sudah berulang kali kamu lakukan.. ehehehe ia juga si ya de, tapi kenapa aku menuliskan sebanyak ini yah…
Ah anggap saja semua ini luapanku saja untuk menggantikan dirimu untuk meluapkan apa ingin aku luapkan untukmu yang tak bisa aku katakana langsung padamu. Hanya Tuhan, aku dan tulisan ini yang tahu perasaanku saat ini.
Sekali lagi terimakasih ya de.. satu yang perlu kamu ingat, sebaik-baiknya aku adalah kamu yang paling baik yang membuatku lebih baik. Walaupun aku tahu setelah sudah tak membutuhkanku kamu pasti akan akan datang berkomunikasi lagi padaku saat ini. Aku jamin itu. Semoga kamu bahagia de dengan apa yang kamu perjuangkan itu semua. Mungkin itulah satu bentuk pengorbanku juga untukmu, untuk menyintaimu dengan tulus, demi orang yang aku sayangi aku pun insyalah rela mengorbankan perasaanku kembali. Aku sadar ketika aku dihadapi dengan emosi, aku masih bisa menghargai dan berpikir tak ingin membuatmu terluka dan sedih dengan merusak hubunganmu dengannya. Orang yang paling kamu perjuangkan dan kamu sangat sayangi. Bahagialah de… setelah ini aku tahu apa yang bakal terjadi padaku. Akau akan kembali jauh darimu dan ditinggalkan dari hadirmu yang membuatku lebih baik. Aku juga akan merasakan kehancuran yang sangat besar. Mungkin jika aku lelah aku berharap agar aku tak bernyawa lagi agar aku tak lagi melihat dan merasakan sakit itu yang berulangkali.
Tak perlu memaksa menahan dengan jarang mengumbar kemesraanmu demi aku aku, toh tak akan pengaruh jarang atau seringnya kamu mengumbar. Semuanya itu sama-sama aku merasakan dan aku pun selalu melihat berkali-kali ketika umbaran itu masih bisa kulihat. Mungkin kamu berubah sering mengumbar kemesraanmu dengan lelaki disemua sosmed karena kamu bangga mendapatkannya dan bentuk kebahagiaanmu itu de, beda dengan dahulu ketika bersamaku. Mungkin itu bukanlah kamu yang aselinya tapi mungkin juga itulah luapanmu yang sakit bahagianya mendapatkannya dan sangat menyintainya de.
Setelah ini walaupun aku tak dibutuhkan lagi, tak usah sungkan untuk berkomunikasian denganku de jika ingin. Boleh kembali datang jika kamu membutuhkanku, bahkan mungkin kamu hanya akan datang ketika membutuhkanku saja setelah tidak butuh, menghilang tak mau datang, tak apa de jika itu yang kamu inginkan, setidaknya tak usah sungkan dan tak usah ragu, insyalah aku akan selalu berikan senyuman untukmu dan berikan bantuanku apa yang kamu butuhkan padaku dengan ikhlas walaupun hatiku hancur. Setidaknya aku akan tetap tersenyum didepanmu. Karena ku tulus menyintaimu dan ingin selalu membahagian orang yang aku sayangi dan berharga untukku sampai nadiku terhenti. Selama aku masih ada untukmu dan bernyawa aku akan siap sedia untukmu. Sampai mungkin pada posisi yang takkan ada masalah dekat kedekatan kita dan kedatanganmu lagi, aku akan sangat terbuka untukmu de selalu. Aku tak akan menunggumu dan terlalu berharap. Tapi aku akan selalu ada sampai kapanpun bagaimana keadaanmu tak usah takut datanglah. Jika kamu rindu katakan saja rindu, tak usah kamu memendamnya, asalkan itu hanya ucapan dan tak bertemu untuk bersama jika kamu masih ada ikatan dengannya, yang akan mengundang permasalahan dan kesalahan. Terkecuali kamu tak lagi terikat apapun dan bebas. Aku masih selalu terbuka dan tak usah takut mendatangiku de.
(:
Sekali lagi terimakasih buat ini semua de.
Dari seseorang yang  kamu sakiti dan sia-siakan.

12 Januari 2015