Selasa, 23 Juni 2015

Searching : Cara Melupakanmu dengan cepat



Not responding...
Not responding...
Not responding...
Try again

Panasnya hati ini, melelehnya es batu dalam genggamanku, kipas angin yang berputar dengan cepat di dalam sebuah ruangan 3x9 meter dan terbagi oleh empat sekat yang berisikan komputer masing-masing sudah terpenuhi oleh orang yang ingin menjelajah dunia dengan bebas, tak membuatku merasa nyaman dan sejuk. Tak dipungkiri tempat ini selalu ramai setiap pagi, siang, bahkan malam. Duduk menikmati layar yang hanya 14’ inci saja sudah cukup memuaskan hatiku hari ini. Sebuah koneksi internet yang sangat lancar yang memang tempat disini sudah terkenal paling cepat koneksinya diseluruh wilayah sekitar. Tak dipungkiri memang was...wusss...was..wuss.s.. sangat mudah menjelajah dunia dengan cepat. Sekali-kali iseng melihat sesuatu yang dilarang, sesekali juga menjadi stalker yang handal untuk memata-matai seseorang. Tiba disuatu status dari sebuah media sosial yang tertulis “Sebuah bongkah semangat hidupku, bagian dari hidupku yang terindah.” Disertai gambar seorang laki-laki distatusnya. Membuat hati ini terdiam sejenak dan menghela nafas panjang-panjang.
Tak kusangka sudah begitu cepatnya ia melupakanku dan mendapatkan yang baru. Perasaan hati yang mulai menjadi murung. Kecepatan internet yang masih kencang, sekarang tak peduli lagi, buat apa lagi sekarang, hati ini sudah tercabik-cabik dan remuk berkeping-keping seketika. Menyesal juga kenapa harus menjadi stalker yang tiap hari memata-matainya dengan penuh antusias dan keinggintahuan yang tinggi tentangnya. Toh ada saatnya juga ketidaktahuan lebih baik jika kita perlu tahu dan mencari tahu. Lirik, mimik, lentik, dan secarik kertas yang pernah ia berikan kepadaku sekarang sudah menjadi abu kenangan. Memang sudah berbulan-bulan aku ditinggalkan dia, tetapi keingintahuan kabar darinya selalu ku cari-cari seperti layaknya pelanggan koran tetap yang setiap hari mendapatkan berita ter-update setiap harinya.
Bayangan-bayangan masalalu semua tertumbah saat itu juga. Senyuman dia, tawa bersama dia, sakit hati yang dia berikan, dan bertubi-tubi pertengkaran dengan dia semua tertumpah dalam satu waktu. Perasaan sungguh ingin melupakannya sangatlah minim dan kurang. Rasaanya tak ingin pergi dan lepas dari dia, tak ingin melepaskan kenangan bersamanya. Bersama menjalain cerita indah yang berakhir duka dan lara. Hari ini juga aku ingin mengubah pikiranku tentang enggan melupakannya. Aku ingin cuek dan melupakannya dengan cepat seperti yang dia lakukan kepadaku. Hari ini juga. Harus hari ini juga semuanya terlupakan.
Tiba-tiba jari-jariku tanpa sadar mengetik kata kunci disebuah laman google bertuliskan:
“Cara melupakan dia dengan cepat.”
Tanpa basa-basi aku enter dengan cepat dari berharap cepat menemukannya mengingat kecepatan internet di warung internet ini sangat cepat koneksinya. Tapi semua itu jauh dari angan-anganku. Yang dimunculkan dari layar sebesar 14’ inci itu hanyalah:
“Penelusuran Anda – cara untuk melupakannya dengan cepat – tidak cocok dokumen apapun”
Saran :
Pastikan semua kata dieja dengan benar.
Coba kata kunci yang lain.
Coba kata kunci yang lebih umum.
Aku langsung mencoba mengganti dan merombak kata-kata itu berulang kali dan alhasil yang terjadi beberapa menit kemudian menjadi.
“Unable to conect to the internet.”
Aku semakin kesal ku pencet enter di keyboard berkali-kali dengan perasaan yang mulai kesal. Sampai heran koneksi tercepat yang katanya paling terkenal tanpa buffering mencari sebuah kalimat sederhana saja dengan satu frasa singkat untuk memecahkan masalah hidupku saja tak bisa. Wuaahhhhhh... warnet apaan. Umpatanku dengan penuh kesal. Semuanya sama, usaha apapun tak akan pernah bisa untuk mengatasi satu kalimat itu. Kalimat yang sederhana yang mudah dituliskan tetapi sangat sulit untuk mengatasinya dan mencari solusinya.
Apa harus dengan cara manual yang jelas-jelas sangat sulit dilakukan seorang diri ?
Ahhhh.... Shit!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar