Not responding...
Not responding...
Not responding...
Try again
Panasnya
hati ini, melelehnya es batu dalam genggamanku, kipas angin yang berputar
dengan cepat di dalam sebuah ruangan 3x9 meter dan terbagi oleh empat sekat
yang berisikan komputer masing-masing sudah terpenuhi oleh orang yang ingin
menjelajah dunia dengan bebas, tak membuatku merasa nyaman dan sejuk. Tak
dipungkiri tempat ini selalu ramai setiap pagi, siang, bahkan malam. Duduk
menikmati layar yang hanya 14’ inci saja sudah cukup memuaskan hatiku hari ini.
Sebuah koneksi internet yang sangat lancar yang memang tempat disini sudah
terkenal paling cepat koneksinya diseluruh wilayah sekitar. Tak dipungkiri
memang was...wusss...was..wuss.s.. sangat mudah menjelajah dunia dengan cepat.
Sekali-kali iseng melihat sesuatu yang dilarang, sesekali juga menjadi stalker yang handal untuk memata-matai
seseorang. Tiba disuatu status dari sebuah media sosial yang tertulis “Sebuah
bongkah semangat hidupku, bagian dari hidupku yang terindah.” Disertai gambar
seorang laki-laki distatusnya. Membuat hati ini terdiam sejenak dan menghela
nafas panjang-panjang.
Tak
kusangka sudah begitu cepatnya ia melupakanku dan mendapatkan yang baru.
Perasaan hati yang mulai menjadi murung. Kecepatan internet yang masih kencang,
sekarang tak peduli lagi, buat apa lagi sekarang, hati ini sudah tercabik-cabik
dan remuk berkeping-keping seketika. Menyesal juga kenapa harus menjadi stalker yang tiap hari memata-matainya
dengan penuh antusias dan keinggintahuan yang tinggi tentangnya. Toh ada
saatnya juga ketidaktahuan lebih baik jika kita perlu tahu dan mencari tahu.
Lirik, mimik, lentik, dan secarik kertas yang pernah ia berikan kepadaku
sekarang sudah menjadi abu kenangan. Memang sudah berbulan-bulan aku
ditinggalkan dia, tetapi keingintahuan kabar darinya selalu ku cari-cari
seperti layaknya pelanggan koran tetap yang setiap hari mendapatkan berita ter-update setiap harinya.
Bayangan-bayangan
masalalu semua tertumbah saat itu juga. Senyuman dia, tawa bersama dia, sakit
hati yang dia berikan, dan bertubi-tubi pertengkaran dengan dia semua tertumpah
dalam satu waktu. Perasaan sungguh ingin melupakannya sangatlah minim dan
kurang. Rasaanya tak ingin pergi dan lepas dari dia, tak ingin melepaskan
kenangan bersamanya. Bersama menjalain cerita indah yang berakhir duka dan
lara. Hari ini juga aku ingin mengubah pikiranku tentang enggan melupakannya.
Aku ingin cuek dan melupakannya dengan cepat seperti yang dia lakukan kepadaku.
Hari ini juga. Harus hari ini juga semuanya terlupakan.
Tiba-tiba
jari-jariku tanpa sadar mengetik kata kunci disebuah laman google bertuliskan:
“Cara
melupakan dia dengan cepat.”
Tanpa
basa-basi aku enter dengan cepat dari berharap cepat menemukannya mengingat
kecepatan internet di warung internet ini sangat cepat koneksinya. Tapi semua
itu jauh dari angan-anganku. Yang dimunculkan dari layar sebesar 14’ inci itu
hanyalah:
“Penelusuran
Anda – cara untuk melupakannya dengan cepat – tidak cocok dokumen apapun”
Saran
:
Pastikan
semua kata dieja dengan benar.
Coba
kata kunci yang lain.
Coba
kata kunci yang lebih umum.
Aku
langsung mencoba mengganti dan merombak kata-kata itu berulang kali dan alhasil
yang terjadi beberapa menit kemudian menjadi.
“Unable
to conect to the internet.”
Aku
semakin kesal ku pencet enter di keyboard
berkali-kali dengan perasaan yang mulai kesal. Sampai heran koneksi tercepat
yang katanya paling terkenal tanpa buffering
mencari sebuah kalimat sederhana saja dengan satu frasa singkat untuk
memecahkan masalah hidupku saja tak bisa. Wuaahhhhhh... warnet apaan. Umpatanku
dengan penuh kesal. Semuanya sama, usaha apapun tak akan pernah bisa untuk
mengatasi satu kalimat itu. Kalimat yang sederhana yang mudah dituliskan tetapi
sangat sulit untuk mengatasinya dan mencari solusinya.
Apa
harus dengan cara manual yang jelas-jelas sangat sulit dilakukan seorang diri ?
Ahhhh....
Shit!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar